alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Produk Sangkar Burung di Dawuhan Mangli, Meneruskan Profesi Nenek Moyang

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOWONO, Radar Jember – Sejumlah warga Desa Dawuhan Mangli, Sukowono, mulai menekuni produksi kerajinan sangkar burung. Bahkan hampir 50 persen lebih warganya sudah menjadi perajin sangkar burung.

BACA JUGA: Diduga Kurang Padat Jadi Sebab Dua Warga Terperosok Lubang

Subandi adalah salah satu perajin sangkar burung yang tetap eksis menjual produknya. Produksi sangkar burung dikerjakan di beberapa rumah warga. “Warga di sini hampir 80 persen jadi perajin sangkar burung. Mereka kebanyakan meneruskan profesi orang tua terdahulunya, nenek moyangnya,” kata Subandi.

- Advertisement -

SUKOWONO, Radar Jember – Sejumlah warga Desa Dawuhan Mangli, Sukowono, mulai menekuni produksi kerajinan sangkar burung. Bahkan hampir 50 persen lebih warganya sudah menjadi perajin sangkar burung.

BACA JUGA: Diduga Kurang Padat Jadi Sebab Dua Warga Terperosok Lubang

Subandi adalah salah satu perajin sangkar burung yang tetap eksis menjual produknya. Produksi sangkar burung dikerjakan di beberapa rumah warga. “Warga di sini hampir 80 persen jadi perajin sangkar burung. Mereka kebanyakan meneruskan profesi orang tua terdahulunya, nenek moyangnya,” kata Subandi.

SUKOWONO, Radar Jember – Sejumlah warga Desa Dawuhan Mangli, Sukowono, mulai menekuni produksi kerajinan sangkar burung. Bahkan hampir 50 persen lebih warganya sudah menjadi perajin sangkar burung.

BACA JUGA: Diduga Kurang Padat Jadi Sebab Dua Warga Terperosok Lubang

Subandi adalah salah satu perajin sangkar burung yang tetap eksis menjual produknya. Produksi sangkar burung dikerjakan di beberapa rumah warga. “Warga di sini hampir 80 persen jadi perajin sangkar burung. Mereka kebanyakan meneruskan profesi orang tua terdahulunya, nenek moyangnya,” kata Subandi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/