alexametrics
24.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Sapi Terpaksa Diobral

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Peternak sapi di Kabupaten Mojokerto merasakan imbas dariPMK, hal itu membuat peternak berbondong-bondong menjual sapi di bawah harga normal. Kemarin, di Desa Suru, Kecamatan Dawablandong, sekitar 10 ekor sapi terjangkit PMK diangkut belantik.

Sapi-sapi kondisi sakit itu diangkut menggunakan truk. Hewan ternak dijual rata-rata sudah mengalami gejala PMK. Seperti mulut berliur dan hidung berlendir, serta tidak mampu berdiri dan benar-benar sapi tersebut tidak bertenaga.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Evi warga setempat, perempuan itu menceritakan, warga panik lantaran dua ekor sapi mati berturut-turut selama dua hari terakhir. Pada Senin (9/5), di hari ketika Disperta Kabupaten Mojokerto melakukan suntikan obat terdapat seekor sapi mati.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kemarin seekor sapi juga mati lagi, padahal sapi tersebut telah mendapatkan suntikan. Kondisi tersebut membuat warga panik. Mereka ramai-ramai menjual ternak mereka, karena takut rugi.Bahkan rela uang penjualan sapi dihutang. Sebab, pembeli kehabisan modal.”kata Evi.(*)

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Peternak sapi di Kabupaten Mojokerto merasakan imbas dariPMK, hal itu membuat peternak berbondong-bondong menjual sapi di bawah harga normal. Kemarin, di Desa Suru, Kecamatan Dawablandong, sekitar 10 ekor sapi terjangkit PMK diangkut belantik.

Sapi-sapi kondisi sakit itu diangkut menggunakan truk. Hewan ternak dijual rata-rata sudah mengalami gejala PMK. Seperti mulut berliur dan hidung berlendir, serta tidak mampu berdiri dan benar-benar sapi tersebut tidak bertenaga.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Evi warga setempat, perempuan itu menceritakan, warga panik lantaran dua ekor sapi mati berturut-turut selama dua hari terakhir. Pada Senin (9/5), di hari ketika Disperta Kabupaten Mojokerto melakukan suntikan obat terdapat seekor sapi mati.

“Kemarin seekor sapi juga mati lagi, padahal sapi tersebut telah mendapatkan suntikan. Kondisi tersebut membuat warga panik. Mereka ramai-ramai menjual ternak mereka, karena takut rugi.Bahkan rela uang penjualan sapi dihutang. Sebab, pembeli kehabisan modal.”kata Evi.(*)

RADARJEMBER.ID – Peternak sapi di Kabupaten Mojokerto merasakan imbas dariPMK, hal itu membuat peternak berbondong-bondong menjual sapi di bawah harga normal. Kemarin, di Desa Suru, Kecamatan Dawablandong, sekitar 10 ekor sapi terjangkit PMK diangkut belantik.

Sapi-sapi kondisi sakit itu diangkut menggunakan truk. Hewan ternak dijual rata-rata sudah mengalami gejala PMK. Seperti mulut berliur dan hidung berlendir, serta tidak mampu berdiri dan benar-benar sapi tersebut tidak bertenaga.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Evi warga setempat, perempuan itu menceritakan, warga panik lantaran dua ekor sapi mati berturut-turut selama dua hari terakhir. Pada Senin (9/5), di hari ketika Disperta Kabupaten Mojokerto melakukan suntikan obat terdapat seekor sapi mati.

“Kemarin seekor sapi juga mati lagi, padahal sapi tersebut telah mendapatkan suntikan. Kondisi tersebut membuat warga panik. Mereka ramai-ramai menjual ternak mereka, karena takut rugi.Bahkan rela uang penjualan sapi dihutang. Sebab, pembeli kehabisan modal.”kata Evi.(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/