alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Ribuan Pekerja Migran Butuh Pekerjaan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penanganan Covid-19 terkait dengan pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi fokus utama saat ini. Hal serupa juga dilakukan di daerah-daerah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember. Pemerintah berupaya menekan penambahan kasus Covid-19, terutama dengan munculnya kasus varian baru.

Namun, ada hal lain yang perlu dilakukan oleh tiap-tiap daerah selain penanggulangan Covid-19. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Ir Artono menyatakan bahwa sejumlah 6.870 PMI dipulangkan mulai 28 April hingga 17 Mei. Sementara di Jember, ada sebanyak 439 orang yang sudah pulang, berdasarkan data notifikasi Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Meski begitu, masih ada ratusan lainnya. Mengingat, total yang diberangkatkan sebanyak 1.147 PMI.

Artono menyatakan bahwa pemulangan itu demi mencegah penambahan kasus memang penting. “Namun, penanganan setelahnya juga tak kalah penting,” katanya. Karena itu, pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyiapkan regulasi terkait dengan penanganan pasca-pemulangan itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti diketahui, lanjutnya, ada peningkatan jumlah pengangguran sebanyak 450 ribu hingga 500 ribu per tahun di Jatim dari lulusan SMK/SMA yang belum mendapatkan pekerjaan. “Karena itu, jangan sampai ada penambahan pengangguran dari para pekerja migran ini,” ulasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa para pekerja migran itu merupakan pahlawan devisa. Jadi, sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus setelah mereka dipulangkan juga karena dampak dari Covid-19. “Pergi nggak bawa uang, mereka pulang bisa membawa uang,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penanganan Covid-19 terkait dengan pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi fokus utama saat ini. Hal serupa juga dilakukan di daerah-daerah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember. Pemerintah berupaya menekan penambahan kasus Covid-19, terutama dengan munculnya kasus varian baru.

Namun, ada hal lain yang perlu dilakukan oleh tiap-tiap daerah selain penanggulangan Covid-19. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Ir Artono menyatakan bahwa sejumlah 6.870 PMI dipulangkan mulai 28 April hingga 17 Mei. Sementara di Jember, ada sebanyak 439 orang yang sudah pulang, berdasarkan data notifikasi Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Meski begitu, masih ada ratusan lainnya. Mengingat, total yang diberangkatkan sebanyak 1.147 PMI.

Artono menyatakan bahwa pemulangan itu demi mencegah penambahan kasus memang penting. “Namun, penanganan setelahnya juga tak kalah penting,” katanya. Karena itu, pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyiapkan regulasi terkait dengan penanganan pasca-pemulangan itu.

Seperti diketahui, lanjutnya, ada peningkatan jumlah pengangguran sebanyak 450 ribu hingga 500 ribu per tahun di Jatim dari lulusan SMK/SMA yang belum mendapatkan pekerjaan. “Karena itu, jangan sampai ada penambahan pengangguran dari para pekerja migran ini,” ulasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa para pekerja migran itu merupakan pahlawan devisa. Jadi, sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus setelah mereka dipulangkan juga karena dampak dari Covid-19. “Pergi nggak bawa uang, mereka pulang bisa membawa uang,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penanganan Covid-19 terkait dengan pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi fokus utama saat ini. Hal serupa juga dilakukan di daerah-daerah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember. Pemerintah berupaya menekan penambahan kasus Covid-19, terutama dengan munculnya kasus varian baru.

Namun, ada hal lain yang perlu dilakukan oleh tiap-tiap daerah selain penanggulangan Covid-19. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Ir Artono menyatakan bahwa sejumlah 6.870 PMI dipulangkan mulai 28 April hingga 17 Mei. Sementara di Jember, ada sebanyak 439 orang yang sudah pulang, berdasarkan data notifikasi Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Meski begitu, masih ada ratusan lainnya. Mengingat, total yang diberangkatkan sebanyak 1.147 PMI.

Artono menyatakan bahwa pemulangan itu demi mencegah penambahan kasus memang penting. “Namun, penanganan setelahnya juga tak kalah penting,” katanya. Karena itu, pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyiapkan regulasi terkait dengan penanganan pasca-pemulangan itu.

Seperti diketahui, lanjutnya, ada peningkatan jumlah pengangguran sebanyak 450 ribu hingga 500 ribu per tahun di Jatim dari lulusan SMK/SMA yang belum mendapatkan pekerjaan. “Karena itu, jangan sampai ada penambahan pengangguran dari para pekerja migran ini,” ulasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa para pekerja migran itu merupakan pahlawan devisa. Jadi, sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus setelah mereka dipulangkan juga karena dampak dari Covid-19. “Pergi nggak bawa uang, mereka pulang bisa membawa uang,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/