alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tobatnya Pecandu Narkoba, Bisnis Ikan Asap

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gairah. Tak jarang, beberapa anak muda mengekspresikan jiwa mudanya dengan mencoba hal-hal di luar kelaziman, seperti narkoba. Salah satunya Muhammad Aqsi Mujiono, mantan pecandu narkoba yang kini tobat dan berbisnis ikan asap.

Baca Juga : Artis FF tertangkap Narkoba adalah Komika Fico Fachriza

Pria yang tinggal di Jalan Semeru, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, itu menyebut, dirinya dulu mantan pemakai sabu-sabu (SS). Bahkan, dia menjadi pecandu. “Sekarang saya sudah tobat. Dulu pas jenuh dengan mabuk-mabukan, saya mondok, bukan pondok rehab, tapi pondok pesantren biasa,” ceritanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mujiono mengatakan, dirinya sempat tidak dapat menghilangkan candu narkoba. “Tiga bulan pertama di pesantren, saya hampir tidak bisa menahan sakau. Sakit sekali seperti digebuk orang ramai-ramai,” tambahnya.

Siapa sangka, Mujiono yang saat untuk mulai melakukan ibadah salat, sakau yang dideritanya berangsur menghilang. “Anehnya, setiap saya buat salat, rasa sakau itu hilang. Saya juga gak tahu kok bisa gitu,” jelasnya.

Dikatakan, keinginan untuk bermukim di pesantren terjadi setelah dirinya mengisap sabu selama satu hari satu malam. Dia pun seperti orang gila. Tidak tahu harus melakukan apa. “Saya keliling, ke Bojonegoro, ke Sidoarjo, lah pas di Sidoarjo itu saya ndilalah pengen salat. Saya salat Ashar 3 rakaat. Saya tidak tahu kalau itu salah,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gairah. Tak jarang, beberapa anak muda mengekspresikan jiwa mudanya dengan mencoba hal-hal di luar kelaziman, seperti narkoba. Salah satunya Muhammad Aqsi Mujiono, mantan pecandu narkoba yang kini tobat dan berbisnis ikan asap.

Baca Juga : Artis FF tertangkap Narkoba adalah Komika Fico Fachriza

Pria yang tinggal di Jalan Semeru, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, itu menyebut, dirinya dulu mantan pemakai sabu-sabu (SS). Bahkan, dia menjadi pecandu. “Sekarang saya sudah tobat. Dulu pas jenuh dengan mabuk-mabukan, saya mondok, bukan pondok rehab, tapi pondok pesantren biasa,” ceritanya.

Mujiono mengatakan, dirinya sempat tidak dapat menghilangkan candu narkoba. “Tiga bulan pertama di pesantren, saya hampir tidak bisa menahan sakau. Sakit sekali seperti digebuk orang ramai-ramai,” tambahnya.

Siapa sangka, Mujiono yang saat untuk mulai melakukan ibadah salat, sakau yang dideritanya berangsur menghilang. “Anehnya, setiap saya buat salat, rasa sakau itu hilang. Saya juga gak tahu kok bisa gitu,” jelasnya.

Dikatakan, keinginan untuk bermukim di pesantren terjadi setelah dirinya mengisap sabu selama satu hari satu malam. Dia pun seperti orang gila. Tidak tahu harus melakukan apa. “Saya keliling, ke Bojonegoro, ke Sidoarjo, lah pas di Sidoarjo itu saya ndilalah pengen salat. Saya salat Ashar 3 rakaat. Saya tidak tahu kalau itu salah,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gairah. Tak jarang, beberapa anak muda mengekspresikan jiwa mudanya dengan mencoba hal-hal di luar kelaziman, seperti narkoba. Salah satunya Muhammad Aqsi Mujiono, mantan pecandu narkoba yang kini tobat dan berbisnis ikan asap.

Baca Juga : Artis FF tertangkap Narkoba adalah Komika Fico Fachriza

Pria yang tinggal di Jalan Semeru, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, itu menyebut, dirinya dulu mantan pemakai sabu-sabu (SS). Bahkan, dia menjadi pecandu. “Sekarang saya sudah tobat. Dulu pas jenuh dengan mabuk-mabukan, saya mondok, bukan pondok rehab, tapi pondok pesantren biasa,” ceritanya.

Mujiono mengatakan, dirinya sempat tidak dapat menghilangkan candu narkoba. “Tiga bulan pertama di pesantren, saya hampir tidak bisa menahan sakau. Sakit sekali seperti digebuk orang ramai-ramai,” tambahnya.

Siapa sangka, Mujiono yang saat untuk mulai melakukan ibadah salat, sakau yang dideritanya berangsur menghilang. “Anehnya, setiap saya buat salat, rasa sakau itu hilang. Saya juga gak tahu kok bisa gitu,” jelasnya.

Dikatakan, keinginan untuk bermukim di pesantren terjadi setelah dirinya mengisap sabu selama satu hari satu malam. Dia pun seperti orang gila. Tidak tahu harus melakukan apa. “Saya keliling, ke Bojonegoro, ke Sidoarjo, lah pas di Sidoarjo itu saya ndilalah pengen salat. Saya salat Ashar 3 rakaat. Saya tidak tahu kalau itu salah,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/