alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Mengenai Harga Minyak Mahal, Kewenangan Disperindag Sebatas Pengawasan

Tak Terima karena Ibunya Sering Dimarahi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kelangkaan minyak goreng menjadi masalah baru. Salah satunya disebabkan oleh kebijakan pemerintah menghapus harga eceran tertinggi (HET) dan tidak adanya jaminan ketersediaan stok di pasaran.

Baca Juga : Harga Minyak Lebih Dari Rp 20 Ribu/Liter, Pemerintah Pasrah Harga Pasar

Siti Nur Hayyah, pemilik toko di Pasar Gebang, Kecamatan Patrang, menjelaskan, sudah 5 hari ini dirinya tidak mendapatkan pasokan minyak goreng dari distributor. “Biasanya 3 hari sekali ada kiriman dari distributor,” kata Siti.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perempuan itu menambahkan, akibat kelangkaan minyak goreng, harga di pasaran juga menjadi mahal. “Per liter sekarang Rp 24 ribu,” ujar Siti. Padahal sebelumnya hanya Rp 14 ribu untuk minyak kemasan.

Bambang Saputro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, menjelaskan, pasokan minyak nasional sebenarnya sudah cukup. Ada sekitar 300.27 juta liter per bulan. Sementara, Jawa Timur mendapatkan 60 juta liter atau 20 persen dari pasokan nasional.

Meski begitu, ketersediaan minyak goreng di pasaran banyak yang kosong. Disperindag pun berupaya untuk mengatasinya, namun tidak memiliki kewenangan untuk mengembalikan ke harga semula. “Tugas kami dalam rangka pengawasan ketersediaan minyak dan harga minyak di pasaran,” ungkap Bambang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kelangkaan minyak goreng menjadi masalah baru. Salah satunya disebabkan oleh kebijakan pemerintah menghapus harga eceran tertinggi (HET) dan tidak adanya jaminan ketersediaan stok di pasaran.

Baca Juga : Harga Minyak Lebih Dari Rp 20 Ribu/Liter, Pemerintah Pasrah Harga Pasar

Siti Nur Hayyah, pemilik toko di Pasar Gebang, Kecamatan Patrang, menjelaskan, sudah 5 hari ini dirinya tidak mendapatkan pasokan minyak goreng dari distributor. “Biasanya 3 hari sekali ada kiriman dari distributor,” kata Siti.

Perempuan itu menambahkan, akibat kelangkaan minyak goreng, harga di pasaran juga menjadi mahal. “Per liter sekarang Rp 24 ribu,” ujar Siti. Padahal sebelumnya hanya Rp 14 ribu untuk minyak kemasan.

Bambang Saputro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, menjelaskan, pasokan minyak nasional sebenarnya sudah cukup. Ada sekitar 300.27 juta liter per bulan. Sementara, Jawa Timur mendapatkan 60 juta liter atau 20 persen dari pasokan nasional.

Meski begitu, ketersediaan minyak goreng di pasaran banyak yang kosong. Disperindag pun berupaya untuk mengatasinya, namun tidak memiliki kewenangan untuk mengembalikan ke harga semula. “Tugas kami dalam rangka pengawasan ketersediaan minyak dan harga minyak di pasaran,” ungkap Bambang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kelangkaan minyak goreng menjadi masalah baru. Salah satunya disebabkan oleh kebijakan pemerintah menghapus harga eceran tertinggi (HET) dan tidak adanya jaminan ketersediaan stok di pasaran.

Baca Juga : Harga Minyak Lebih Dari Rp 20 Ribu/Liter, Pemerintah Pasrah Harga Pasar

Siti Nur Hayyah, pemilik toko di Pasar Gebang, Kecamatan Patrang, menjelaskan, sudah 5 hari ini dirinya tidak mendapatkan pasokan minyak goreng dari distributor. “Biasanya 3 hari sekali ada kiriman dari distributor,” kata Siti.

Perempuan itu menambahkan, akibat kelangkaan minyak goreng, harga di pasaran juga menjadi mahal. “Per liter sekarang Rp 24 ribu,” ujar Siti. Padahal sebelumnya hanya Rp 14 ribu untuk minyak kemasan.

Bambang Saputro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, menjelaskan, pasokan minyak nasional sebenarnya sudah cukup. Ada sekitar 300.27 juta liter per bulan. Sementara, Jawa Timur mendapatkan 60 juta liter atau 20 persen dari pasokan nasional.

Meski begitu, ketersediaan minyak goreng di pasaran banyak yang kosong. Disperindag pun berupaya untuk mengatasinya, namun tidak memiliki kewenangan untuk mengembalikan ke harga semula. “Tugas kami dalam rangka pengawasan ketersediaan minyak dan harga minyak di pasaran,” ungkap Bambang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/