alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Temukan Dua Ekor Sapi Terkena PMK Dijual

Mobile_AP_Rectangle 1

BLORA, RADARJEMBER.ID- Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora merasa keterbatasan petugas untuk mengawasi penjualan daging terjangkit PMK sehingga di ketemukan kasus peternak menjual hewan terpapar PMK.

BACA JUGA:  Mobil INCAR Pantau Pelanggaran Lalu Lintas, Langsung Ditilang

Gundala Wejasena, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Blora mengungkapkan, jumlah sapi suspek PMK per kemarin (17/6) mencapai 973 ekor. 9 ekor sapi ditemukan mati, 451 ekor sembuh. Sehingga tersisa 415 kasus masih ditangani.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gundala menjelaskan, penanganan PMK di daerah, ditemukan dua sapi suspek PMK dijual oleh peternak. Padahal, dalam proses penjualan saat terjadi wabah PMK ada syaratnya, seperti uji medis antenortem dan postmoretem.

Gundala mengaku, tidak ada kebijakan khusus terkait pelarangan penjualan daging sapi terjangkit PMK. Hanya proses sebelum penyembelihan perlu melalui pemeriksaan petugas. Larangan yakni tidak diperbolehkan menjual sapi sudah mati karena PMK.

Menurut dia, jika ada pelarangan penjualan daging sapi terjangkit PMK akan lebih merugikan para peternak. Sedangkan, para pedagang menjual daging sapi tidak terjangkit PMK juga terdampak.

- Advertisement -

BLORA, RADARJEMBER.ID- Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora merasa keterbatasan petugas untuk mengawasi penjualan daging terjangkit PMK sehingga di ketemukan kasus peternak menjual hewan terpapar PMK.

BACA JUGA:  Mobil INCAR Pantau Pelanggaran Lalu Lintas, Langsung Ditilang

Gundala Wejasena, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Blora mengungkapkan, jumlah sapi suspek PMK per kemarin (17/6) mencapai 973 ekor. 9 ekor sapi ditemukan mati, 451 ekor sembuh. Sehingga tersisa 415 kasus masih ditangani.

Gundala menjelaskan, penanganan PMK di daerah, ditemukan dua sapi suspek PMK dijual oleh peternak. Padahal, dalam proses penjualan saat terjadi wabah PMK ada syaratnya, seperti uji medis antenortem dan postmoretem.

Gundala mengaku, tidak ada kebijakan khusus terkait pelarangan penjualan daging sapi terjangkit PMK. Hanya proses sebelum penyembelihan perlu melalui pemeriksaan petugas. Larangan yakni tidak diperbolehkan menjual sapi sudah mati karena PMK.

Menurut dia, jika ada pelarangan penjualan daging sapi terjangkit PMK akan lebih merugikan para peternak. Sedangkan, para pedagang menjual daging sapi tidak terjangkit PMK juga terdampak.

BLORA, RADARJEMBER.ID- Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora merasa keterbatasan petugas untuk mengawasi penjualan daging terjangkit PMK sehingga di ketemukan kasus peternak menjual hewan terpapar PMK.

BACA JUGA:  Mobil INCAR Pantau Pelanggaran Lalu Lintas, Langsung Ditilang

Gundala Wejasena, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Blora mengungkapkan, jumlah sapi suspek PMK per kemarin (17/6) mencapai 973 ekor. 9 ekor sapi ditemukan mati, 451 ekor sembuh. Sehingga tersisa 415 kasus masih ditangani.

Gundala menjelaskan, penanganan PMK di daerah, ditemukan dua sapi suspek PMK dijual oleh peternak. Padahal, dalam proses penjualan saat terjadi wabah PMK ada syaratnya, seperti uji medis antenortem dan postmoretem.

Gundala mengaku, tidak ada kebijakan khusus terkait pelarangan penjualan daging sapi terjangkit PMK. Hanya proses sebelum penyembelihan perlu melalui pemeriksaan petugas. Larangan yakni tidak diperbolehkan menjual sapi sudah mati karena PMK.

Menurut dia, jika ada pelarangan penjualan daging sapi terjangkit PMK akan lebih merugikan para peternak. Sedangkan, para pedagang menjual daging sapi tidak terjangkit PMK juga terdampak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/