alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Efek PMK, Pedagang Sapi Sepi Pembeli

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember –  Kerugian yang disebabkan penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak hanya dialami oleh peternak sapi. Tetapi juga dialami penjual daging sapi.  Sebab, dengan wabah ini kondisi pasar sepi, banyak dari konsumen yang memilih tidak mengkonsumsi daging sapi karena khawatir berbahaya dan tertular.

BACA JUGA : Lansia di Jember Bacok Tetangga Gara-Gara Salah Paham Batas Lahan

Seperti yang dialami salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Tanjung, Halimatussa’diyah. Dirinya mengaku dampak dari PMK sangat dirasakan betul penjual daging sapi. Banyak dari sesama pedagang daging sapi berkeluh kesah karena menurunnya jumlah konsumen di pasaran. “Sangat merugikan sekali, biasanya ramai, sekarang sepi,” jelas Halimah kepada Jawa Pos Radar Jember di Pasar Tanjung, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penurunan para pembeli pun sangat signifikan. Selain itu, saat ini konsumen pun lebih selektif dan memilih. Bila bukan pedagang langganannya, enggan untuk membeli. “Langganan saya saja tanya, ini sehat kan? Padahal sebelumnya tidak pernah tanya-tanya,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember –  Kerugian yang disebabkan penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak hanya dialami oleh peternak sapi. Tetapi juga dialami penjual daging sapi.  Sebab, dengan wabah ini kondisi pasar sepi, banyak dari konsumen yang memilih tidak mengkonsumsi daging sapi karena khawatir berbahaya dan tertular.

BACA JUGA : Lansia di Jember Bacok Tetangga Gara-Gara Salah Paham Batas Lahan

Seperti yang dialami salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Tanjung, Halimatussa’diyah. Dirinya mengaku dampak dari PMK sangat dirasakan betul penjual daging sapi. Banyak dari sesama pedagang daging sapi berkeluh kesah karena menurunnya jumlah konsumen di pasaran. “Sangat merugikan sekali, biasanya ramai, sekarang sepi,” jelas Halimah kepada Jawa Pos Radar Jember di Pasar Tanjung, kemarin.

Penurunan para pembeli pun sangat signifikan. Selain itu, saat ini konsumen pun lebih selektif dan memilih. Bila bukan pedagang langganannya, enggan untuk membeli. “Langganan saya saja tanya, ini sehat kan? Padahal sebelumnya tidak pernah tanya-tanya,” imbuhnya.

JEMBER KIDUL, Radar Jember –  Kerugian yang disebabkan penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak hanya dialami oleh peternak sapi. Tetapi juga dialami penjual daging sapi.  Sebab, dengan wabah ini kondisi pasar sepi, banyak dari konsumen yang memilih tidak mengkonsumsi daging sapi karena khawatir berbahaya dan tertular.

BACA JUGA : Lansia di Jember Bacok Tetangga Gara-Gara Salah Paham Batas Lahan

Seperti yang dialami salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Tanjung, Halimatussa’diyah. Dirinya mengaku dampak dari PMK sangat dirasakan betul penjual daging sapi. Banyak dari sesama pedagang daging sapi berkeluh kesah karena menurunnya jumlah konsumen di pasaran. “Sangat merugikan sekali, biasanya ramai, sekarang sepi,” jelas Halimah kepada Jawa Pos Radar Jember di Pasar Tanjung, kemarin.

Penurunan para pembeli pun sangat signifikan. Selain itu, saat ini konsumen pun lebih selektif dan memilih. Bila bukan pedagang langganannya, enggan untuk membeli. “Langganan saya saja tanya, ini sehat kan? Padahal sebelumnya tidak pernah tanya-tanya,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/