alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Harga Minyak Lebih Dari Rp 20 Ribu/Liter, Pemerintah Pasrah Harga Pasar

Dampak HET Minyak Goreng Dicabut

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah pusat sepertinya angkat tangan untuk urusan minyak goreng (minyak goreng). Bagaimana tidak, kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) telah dicabut dan diserahkan sesuai mekanisme pasar. Harga minyak goreng kemasan pun diprediksi akan melejit.

Baca Juga : Cabuli Gadis Belia, Pemuda Pengangguran di Jember Ini Meringkuk di Penjara

Secara bersamaan, pemerintah pusat juga menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp 14 ribu per liter. Padahal, sebelumnya HET minyak goreng kemasan harganya sebesar itu. Lantas, berapakah harga minyak goreng kemasan di pasaran? Tentu ikut harga pasar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kebijakan nasional itu berimbas pada pasokan minyak goreng kemasan di berbagai daerah. Tak terkecuali di Jember. Bambang Saputro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, menyebut, kebijakan itu langsung dari pemerintah pusat. “Pemerintah telah menetapkan HET minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan (yang sederhana maupun premium), harganya diserahkan ke mekanisme pasar, dan mulai berlaku 16 Maret 2022 kemarin,” katanya, kemarin.

Kebijakan anyar itu tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Nomor 9 Tahun 2022 tentang Relaksasi Penerapan Harga Minyak Goreng Sawit Kemasan Sederhana dan Kemasan Premium.

Menurut Bambang, kondisi yang terjadi di Jember sebelum adanya kebijakan baru tersebut, pasokan minyak goreng kemasan diakuinya ada. Dan sejak kemarin, mulai terpantau penerapan HET baru, rata-rata sudah di atas Rp 20 ribu per liter, dengan selisih harga bergantung pada merek.

Kondisi itu diakuinya terjadi di toko-toko modern maupun pasar-pasar tradisional di Jember. “Yang kita pantau tiap hari seperti itu, karena ada transisi kebijakan ini,” kata Bambang.

Di tengah kebutuhan akan minyak goreng yang kerap kali dikeluhkan, regulasi anyar justru mengatur soal harga. Bukan soal ketersediaan. Namun demikian, Bambang menyebut, sebenarnya pasokan minyak goreng kemasan untuk daerah kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk di Jember, diakuinya sudah cukup.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah pusat sepertinya angkat tangan untuk urusan minyak goreng (minyak goreng). Bagaimana tidak, kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) telah dicabut dan diserahkan sesuai mekanisme pasar. Harga minyak goreng kemasan pun diprediksi akan melejit.

Baca Juga : Cabuli Gadis Belia, Pemuda Pengangguran di Jember Ini Meringkuk di Penjara

Secara bersamaan, pemerintah pusat juga menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp 14 ribu per liter. Padahal, sebelumnya HET minyak goreng kemasan harganya sebesar itu. Lantas, berapakah harga minyak goreng kemasan di pasaran? Tentu ikut harga pasar.

Kebijakan nasional itu berimbas pada pasokan minyak goreng kemasan di berbagai daerah. Tak terkecuali di Jember. Bambang Saputro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, menyebut, kebijakan itu langsung dari pemerintah pusat. “Pemerintah telah menetapkan HET minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan (yang sederhana maupun premium), harganya diserahkan ke mekanisme pasar, dan mulai berlaku 16 Maret 2022 kemarin,” katanya, kemarin.

Kebijakan anyar itu tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Nomor 9 Tahun 2022 tentang Relaksasi Penerapan Harga Minyak Goreng Sawit Kemasan Sederhana dan Kemasan Premium.

Menurut Bambang, kondisi yang terjadi di Jember sebelum adanya kebijakan baru tersebut, pasokan minyak goreng kemasan diakuinya ada. Dan sejak kemarin, mulai terpantau penerapan HET baru, rata-rata sudah di atas Rp 20 ribu per liter, dengan selisih harga bergantung pada merek.

Kondisi itu diakuinya terjadi di toko-toko modern maupun pasar-pasar tradisional di Jember. “Yang kita pantau tiap hari seperti itu, karena ada transisi kebijakan ini,” kata Bambang.

Di tengah kebutuhan akan minyak goreng yang kerap kali dikeluhkan, regulasi anyar justru mengatur soal harga. Bukan soal ketersediaan. Namun demikian, Bambang menyebut, sebenarnya pasokan minyak goreng kemasan untuk daerah kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk di Jember, diakuinya sudah cukup.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah pusat sepertinya angkat tangan untuk urusan minyak goreng (minyak goreng). Bagaimana tidak, kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) telah dicabut dan diserahkan sesuai mekanisme pasar. Harga minyak goreng kemasan pun diprediksi akan melejit.

Baca Juga : Cabuli Gadis Belia, Pemuda Pengangguran di Jember Ini Meringkuk di Penjara

Secara bersamaan, pemerintah pusat juga menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp 14 ribu per liter. Padahal, sebelumnya HET minyak goreng kemasan harganya sebesar itu. Lantas, berapakah harga minyak goreng kemasan di pasaran? Tentu ikut harga pasar.

Kebijakan nasional itu berimbas pada pasokan minyak goreng kemasan di berbagai daerah. Tak terkecuali di Jember. Bambang Saputro, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, menyebut, kebijakan itu langsung dari pemerintah pusat. “Pemerintah telah menetapkan HET minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan (yang sederhana maupun premium), harganya diserahkan ke mekanisme pasar, dan mulai berlaku 16 Maret 2022 kemarin,” katanya, kemarin.

Kebijakan anyar itu tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Nomor 9 Tahun 2022 tentang Relaksasi Penerapan Harga Minyak Goreng Sawit Kemasan Sederhana dan Kemasan Premium.

Menurut Bambang, kondisi yang terjadi di Jember sebelum adanya kebijakan baru tersebut, pasokan minyak goreng kemasan diakuinya ada. Dan sejak kemarin, mulai terpantau penerapan HET baru, rata-rata sudah di atas Rp 20 ribu per liter, dengan selisih harga bergantung pada merek.

Kondisi itu diakuinya terjadi di toko-toko modern maupun pasar-pasar tradisional di Jember. “Yang kita pantau tiap hari seperti itu, karena ada transisi kebijakan ini,” kata Bambang.

Di tengah kebutuhan akan minyak goreng yang kerap kali dikeluhkan, regulasi anyar justru mengatur soal harga. Bukan soal ketersediaan. Namun demikian, Bambang menyebut, sebenarnya pasokan minyak goreng kemasan untuk daerah kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk di Jember, diakuinya sudah cukup.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/