alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Sepi Penumpang, Sopir Sampai Hutang untuk Setoran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor transportasi umum belum juga bangkit hingga kini. Bahkan, para sopir angkutan kota (angkot) sampai berhutang untuk menutup setoran. Kondisi ini terjadi, akibat dampak pandemi.

“Gara-gara Covid-19 penumpang sepi dan pendapatan merosot dan tidak bisa melunasi setoran. Mau mundur jadi sopir tidak ada keahlian lain kecuali duduk di belakang kemudi,” ungkap Sugeng Wahono, salah seorang sopir angkot di terminal milik Provinsi Jawa Timur itu.

Koordinator Terminal Arjasa Sahroni menuturkan, saat ini di terminal itu tercatat 30 armada angkot yang beroperasi. Sebelum pandemi, jumlah angkot bisa mencapai dua kali lipat. Kini, kondisi armadanya juga sudah sangat memprihatinkan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor transportasi umum belum juga bangkit hingga kini. Bahkan, para sopir angkutan kota (angkot) sampai berhutang untuk menutup setoran. Kondisi ini terjadi, akibat dampak pandemi.

“Gara-gara Covid-19 penumpang sepi dan pendapatan merosot dan tidak bisa melunasi setoran. Mau mundur jadi sopir tidak ada keahlian lain kecuali duduk di belakang kemudi,” ungkap Sugeng Wahono, salah seorang sopir angkot di terminal milik Provinsi Jawa Timur itu.

Koordinator Terminal Arjasa Sahroni menuturkan, saat ini di terminal itu tercatat 30 armada angkot yang beroperasi. Sebelum pandemi, jumlah angkot bisa mencapai dua kali lipat. Kini, kondisi armadanya juga sudah sangat memprihatinkan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor transportasi umum belum juga bangkit hingga kini. Bahkan, para sopir angkutan kota (angkot) sampai berhutang untuk menutup setoran. Kondisi ini terjadi, akibat dampak pandemi.

“Gara-gara Covid-19 penumpang sepi dan pendapatan merosot dan tidak bisa melunasi setoran. Mau mundur jadi sopir tidak ada keahlian lain kecuali duduk di belakang kemudi,” ungkap Sugeng Wahono, salah seorang sopir angkot di terminal milik Provinsi Jawa Timur itu.

Koordinator Terminal Arjasa Sahroni menuturkan, saat ini di terminal itu tercatat 30 armada angkot yang beroperasi. Sebelum pandemi, jumlah angkot bisa mencapai dua kali lipat. Kini, kondisi armadanya juga sudah sangat memprihatinkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/