alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Pandemi Merona, Pengusaha Kos Merana

Mobile_AP_Rectangle 1

Padahal, tempat kosnya sangat strategis karena dekat dengan kampus dan memiliki suasana yang rindang. “Tapi ya mau bagaimana lagi, tak ada perkuliahan. Jadi, yang ngekos pulang dan nggak melanjutkan kosnya,” lanjutnya.

Sebenarnya, ada saja yang menginap di kos pria berusia 45 tahun tersebut. Namun, rata-rata tak lebih dari satu bulan dan hanya untuk mengurus keperluan tertentu. Misalnya mengurus dokumen kelulusan. “Nah, daripada bolak-balik, mereka ngekos. Tapi, kalau selesai ya sudah, keluar lagi,” ucapnya. Meski ada sedikit pemasukan, Dedi menegaskan bahwa itu tidak cukup jika dibandingkan dengan biaya perawatan kos-kosan.

Hal serupa juga disampaikan Novi, warga Jalan Halmahera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Wanita berusia 25 tahun yang meneruskan tempat kos-kosan milik orang tuanya itu mengungkapkan bahwa menjadi pengusaha kos di masa pandemi itu lebih banyak dukanya jika dibandingkan dengan sukanya. “Kalau dulu memang enak. Apalagi kalau semua kamar kos terisi. Ada modal yang bisa dikembangkan untuk melebarkan tempat kos,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengaku bahwa pengusaha kos di masa pandemi ini benar-benar mati kutu. “Nggak bisa tertolong selain pandemi benar-benar mereda,” tegasnya. Terlebih, belum ada kepastian kapan perkuliahan akan kembali bergulir.

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Padahal, tempat kosnya sangat strategis karena dekat dengan kampus dan memiliki suasana yang rindang. “Tapi ya mau bagaimana lagi, tak ada perkuliahan. Jadi, yang ngekos pulang dan nggak melanjutkan kosnya,” lanjutnya.

Sebenarnya, ada saja yang menginap di kos pria berusia 45 tahun tersebut. Namun, rata-rata tak lebih dari satu bulan dan hanya untuk mengurus keperluan tertentu. Misalnya mengurus dokumen kelulusan. “Nah, daripada bolak-balik, mereka ngekos. Tapi, kalau selesai ya sudah, keluar lagi,” ucapnya. Meski ada sedikit pemasukan, Dedi menegaskan bahwa itu tidak cukup jika dibandingkan dengan biaya perawatan kos-kosan.

Hal serupa juga disampaikan Novi, warga Jalan Halmahera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Wanita berusia 25 tahun yang meneruskan tempat kos-kosan milik orang tuanya itu mengungkapkan bahwa menjadi pengusaha kos di masa pandemi itu lebih banyak dukanya jika dibandingkan dengan sukanya. “Kalau dulu memang enak. Apalagi kalau semua kamar kos terisi. Ada modal yang bisa dikembangkan untuk melebarkan tempat kos,” ujarnya.

Dia mengaku bahwa pengusaha kos di masa pandemi ini benar-benar mati kutu. “Nggak bisa tertolong selain pandemi benar-benar mereda,” tegasnya. Terlebih, belum ada kepastian kapan perkuliahan akan kembali bergulir.

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Padahal, tempat kosnya sangat strategis karena dekat dengan kampus dan memiliki suasana yang rindang. “Tapi ya mau bagaimana lagi, tak ada perkuliahan. Jadi, yang ngekos pulang dan nggak melanjutkan kosnya,” lanjutnya.

Sebenarnya, ada saja yang menginap di kos pria berusia 45 tahun tersebut. Namun, rata-rata tak lebih dari satu bulan dan hanya untuk mengurus keperluan tertentu. Misalnya mengurus dokumen kelulusan. “Nah, daripada bolak-balik, mereka ngekos. Tapi, kalau selesai ya sudah, keluar lagi,” ucapnya. Meski ada sedikit pemasukan, Dedi menegaskan bahwa itu tidak cukup jika dibandingkan dengan biaya perawatan kos-kosan.

Hal serupa juga disampaikan Novi, warga Jalan Halmahera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Wanita berusia 25 tahun yang meneruskan tempat kos-kosan milik orang tuanya itu mengungkapkan bahwa menjadi pengusaha kos di masa pandemi itu lebih banyak dukanya jika dibandingkan dengan sukanya. “Kalau dulu memang enak. Apalagi kalau semua kamar kos terisi. Ada modal yang bisa dikembangkan untuk melebarkan tempat kos,” ujarnya.

Dia mengaku bahwa pengusaha kos di masa pandemi ini benar-benar mati kutu. “Nggak bisa tertolong selain pandemi benar-benar mereda,” tegasnya. Terlebih, belum ada kepastian kapan perkuliahan akan kembali bergulir.

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/