alexametrics
23.6 C
Jember
Wednesday, 1 December 2021

Dari SMA Sudah Gaet Orderan Sampai Negeri Jiran

Mobile_AP_Rectangle 1

IDE usaha memang beragam. Apalagi di era serba cepat hari ini. Hanya butuh kemauan, semua bisa didapatkan. Hal itu menjadi salah satu motivasi mahasiswi bernama Maharani Conilie, pengrajin aneka souvenir dan buket.

Perempuan 24 tahun itu sedari lama sudah mengawali dunia usaha membikin souvenir tersebut. Tepatnya, pada saat masih duduk di bangku SMA. Sejak saat itu, Maharani mengaku sudah mulai mencoba menjual souvenir. Misalnya, gantungan kunci, aksesoris, dan lainnya.

Hal itu berlanjut ketika dia beranjak kuliah. Tepat sekitar 2016 lalu, dia mulai merambah ke buket. “Dasarnya memang hobi dan suka bikin kerajinan. Jadinya, sekalian dibikin usaha sampai sekarang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (16/11).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengisahkan, saat awal-awal kuliah itu, dia mulai membuat aneka souvenir seperti bunga, seserahan pernikahan, souvenir bayi, dan lainnya. Kemudian, beberapa produk tersebut diunggah ke media sosial. “Banyak yang nge-DM (berkirim pesan pribadi, Red) dan minat. Dari situ, kemudian berlanjut saya jual sampai sekarang,” kata mahasiswi asal Desa Grenden, Kecamatan Puger, itu.

Selama menjalankan usahanya itu, pasang surut pernah dilaluinya. Dia sempat kesulitan mencari bahan karena harus mendatangkan bahan dari luar Jember. Terlebih, sekitar setahun berjalannya usaha, Maharani sempat sakit hingga membuatnya harus mengambil cuti kuliah selama satu semester.

- Advertisement -

IDE usaha memang beragam. Apalagi di era serba cepat hari ini. Hanya butuh kemauan, semua bisa didapatkan. Hal itu menjadi salah satu motivasi mahasiswi bernama Maharani Conilie, pengrajin aneka souvenir dan buket.

Perempuan 24 tahun itu sedari lama sudah mengawali dunia usaha membikin souvenir tersebut. Tepatnya, pada saat masih duduk di bangku SMA. Sejak saat itu, Maharani mengaku sudah mulai mencoba menjual souvenir. Misalnya, gantungan kunci, aksesoris, dan lainnya.

Hal itu berlanjut ketika dia beranjak kuliah. Tepat sekitar 2016 lalu, dia mulai merambah ke buket. “Dasarnya memang hobi dan suka bikin kerajinan. Jadinya, sekalian dibikin usaha sampai sekarang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (16/11).

Dia mengisahkan, saat awal-awal kuliah itu, dia mulai membuat aneka souvenir seperti bunga, seserahan pernikahan, souvenir bayi, dan lainnya. Kemudian, beberapa produk tersebut diunggah ke media sosial. “Banyak yang nge-DM (berkirim pesan pribadi, Red) dan minat. Dari situ, kemudian berlanjut saya jual sampai sekarang,” kata mahasiswi asal Desa Grenden, Kecamatan Puger, itu.

Selama menjalankan usahanya itu, pasang surut pernah dilaluinya. Dia sempat kesulitan mencari bahan karena harus mendatangkan bahan dari luar Jember. Terlebih, sekitar setahun berjalannya usaha, Maharani sempat sakit hingga membuatnya harus mengambil cuti kuliah selama satu semester.

IDE usaha memang beragam. Apalagi di era serba cepat hari ini. Hanya butuh kemauan, semua bisa didapatkan. Hal itu menjadi salah satu motivasi mahasiswi bernama Maharani Conilie, pengrajin aneka souvenir dan buket.

Perempuan 24 tahun itu sedari lama sudah mengawali dunia usaha membikin souvenir tersebut. Tepatnya, pada saat masih duduk di bangku SMA. Sejak saat itu, Maharani mengaku sudah mulai mencoba menjual souvenir. Misalnya, gantungan kunci, aksesoris, dan lainnya.

Hal itu berlanjut ketika dia beranjak kuliah. Tepat sekitar 2016 lalu, dia mulai merambah ke buket. “Dasarnya memang hobi dan suka bikin kerajinan. Jadinya, sekalian dibikin usaha sampai sekarang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (16/11).

Dia mengisahkan, saat awal-awal kuliah itu, dia mulai membuat aneka souvenir seperti bunga, seserahan pernikahan, souvenir bayi, dan lainnya. Kemudian, beberapa produk tersebut diunggah ke media sosial. “Banyak yang nge-DM (berkirim pesan pribadi, Red) dan minat. Dari situ, kemudian berlanjut saya jual sampai sekarang,” kata mahasiswi asal Desa Grenden, Kecamatan Puger, itu.

Selama menjalankan usahanya itu, pasang surut pernah dilaluinya. Dia sempat kesulitan mencari bahan karena harus mendatangkan bahan dari luar Jember. Terlebih, sekitar setahun berjalannya usaha, Maharani sempat sakit hingga membuatnya harus mengambil cuti kuliah selama satu semester.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca