alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Cara Aman Petani Cabai Atasi Naik Turunnya Harga

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Jember menjadi salah satu kabupaten yang cukup besar dalam produksi cabai rawit. Meski produktivitasnya bisa dikatakan cukup tinggi, tetap tidak bisa membendung gejolak naik turunnya harga di pasar.

BACA JUGA : Cerita di Balik Pembuatan Galaxy Movie Studio 2022 “Seperti Sediakala”

Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember Henik Prayuningsih menjelaskan alasan mengapa harga cabai selalu fluktuatif atau naik turun. Yaitu harganya sangat mahal jika turun bisa sangat anjlok. “Salah satu faktornya adalah kondisi alam atau cuaca,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Henik mengatakan bahwa petani cabai sangat rentan mengalami risiko gagal panen. Di sisi lain juga memiliki peluang besar untuk untung besar ketika cuaca mendukung. Ketika terjadi gagal panen, kata dia, supply dan demand atau permintaan menjadi sangat jauh posisinya. Sehingga, harga cabai sangat tinggi dan tidak bisa dihindari. Begitu juga sebaliknya jika harganya sedang anjlok, maka terjadi over supply.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Jember menjadi salah satu kabupaten yang cukup besar dalam produksi cabai rawit. Meski produktivitasnya bisa dikatakan cukup tinggi, tetap tidak bisa membendung gejolak naik turunnya harga di pasar.

BACA JUGA : Cerita di Balik Pembuatan Galaxy Movie Studio 2022 “Seperti Sediakala”

Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember Henik Prayuningsih menjelaskan alasan mengapa harga cabai selalu fluktuatif atau naik turun. Yaitu harganya sangat mahal jika turun bisa sangat anjlok. “Salah satu faktornya adalah kondisi alam atau cuaca,” terangnya.

Henik mengatakan bahwa petani cabai sangat rentan mengalami risiko gagal panen. Di sisi lain juga memiliki peluang besar untuk untung besar ketika cuaca mendukung. Ketika terjadi gagal panen, kata dia, supply dan demand atau permintaan menjadi sangat jauh posisinya. Sehingga, harga cabai sangat tinggi dan tidak bisa dihindari. Begitu juga sebaliknya jika harganya sedang anjlok, maka terjadi over supply.

SUMBERSARI, Radar Jember – Jember menjadi salah satu kabupaten yang cukup besar dalam produksi cabai rawit. Meski produktivitasnya bisa dikatakan cukup tinggi, tetap tidak bisa membendung gejolak naik turunnya harga di pasar.

BACA JUGA : Cerita di Balik Pembuatan Galaxy Movie Studio 2022 “Seperti Sediakala”

Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Jember Henik Prayuningsih menjelaskan alasan mengapa harga cabai selalu fluktuatif atau naik turun. Yaitu harganya sangat mahal jika turun bisa sangat anjlok. “Salah satu faktornya adalah kondisi alam atau cuaca,” terangnya.

Henik mengatakan bahwa petani cabai sangat rentan mengalami risiko gagal panen. Di sisi lain juga memiliki peluang besar untuk untung besar ketika cuaca mendukung. Ketika terjadi gagal panen, kata dia, supply dan demand atau permintaan menjadi sangat jauh posisinya. Sehingga, harga cabai sangat tinggi dan tidak bisa dihindari. Begitu juga sebaliknya jika harganya sedang anjlok, maka terjadi over supply.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/