alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Februari 2018, Utang RI Turun Jadi Rp 4.880 Triliun

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID: Utang Luar Negeri (Indonesia) Februari 2018 tercatat sebesar USD 356,2 miliar atau Rp 4.880 triliun (kurs Rp 13.700). Angka itu mengalami penurunan dibanding Januari 2018 sebesar USD 358,25 atau Rp 4.907 triliun.

Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia (BI), saat ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 181,4 miliar, serta utang swasta sebesar USD 174,8 miliar.

ULN Indonesia per akhir Februari 2018 tersebut tumbuh sebesar 9,5 persen (yoy), melambat dibanding bulan sebelumnya sebesar 10,4 persen (yoy) yang disebabkan oleh melambatnya ULN baik sektor pemerintah maupun sektor swasta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hingga akhir Februari 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar USD 177,9 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar USD 121,5 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar USD 56,3 miliar.

ULN Pemerintah pada akhir Februari 2018 tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh penurunan kepemilikan asing pada SBN domestik sebesar USD 3,0 miliar. Sementara itu, biaya ULN Pemerintah semakin rendah seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia, yang didukung oleh membaiknya fundamental perekonomian dan peringkat utang Indonesia.

“Pemanfaatan ULN pemerintah diprioritaskan untuk kegiatan yang sifatnya produktif dan merupakan investasi dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi, termasuk memperkuat kemampuan membayar ULN tersebut,” demikian bunyi keterangan resmi BI.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID: Utang Luar Negeri (Indonesia) Februari 2018 tercatat sebesar USD 356,2 miliar atau Rp 4.880 triliun (kurs Rp 13.700). Angka itu mengalami penurunan dibanding Januari 2018 sebesar USD 358,25 atau Rp 4.907 triliun.

Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia (BI), saat ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 181,4 miliar, serta utang swasta sebesar USD 174,8 miliar.

ULN Indonesia per akhir Februari 2018 tersebut tumbuh sebesar 9,5 persen (yoy), melambat dibanding bulan sebelumnya sebesar 10,4 persen (yoy) yang disebabkan oleh melambatnya ULN baik sektor pemerintah maupun sektor swasta.

Hingga akhir Februari 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar USD 177,9 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar USD 121,5 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar USD 56,3 miliar.

ULN Pemerintah pada akhir Februari 2018 tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh penurunan kepemilikan asing pada SBN domestik sebesar USD 3,0 miliar. Sementara itu, biaya ULN Pemerintah semakin rendah seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia, yang didukung oleh membaiknya fundamental perekonomian dan peringkat utang Indonesia.

“Pemanfaatan ULN pemerintah diprioritaskan untuk kegiatan yang sifatnya produktif dan merupakan investasi dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi, termasuk memperkuat kemampuan membayar ULN tersebut,” demikian bunyi keterangan resmi BI.

RADARJEMBER.ID: Utang Luar Negeri (Indonesia) Februari 2018 tercatat sebesar USD 356,2 miliar atau Rp 4.880 triliun (kurs Rp 13.700). Angka itu mengalami penurunan dibanding Januari 2018 sebesar USD 358,25 atau Rp 4.907 triliun.

Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia (BI), saat ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 181,4 miliar, serta utang swasta sebesar USD 174,8 miliar.

ULN Indonesia per akhir Februari 2018 tersebut tumbuh sebesar 9,5 persen (yoy), melambat dibanding bulan sebelumnya sebesar 10,4 persen (yoy) yang disebabkan oleh melambatnya ULN baik sektor pemerintah maupun sektor swasta.

Hingga akhir Februari 2018, ULN pemerintah tercatat sebesar USD 177,9 miliar yang terdiri dari SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki oleh non-residen sebesar USD 121,5 miliar dan pinjaman kreditur asing sebesar USD 56,3 miliar.

ULN Pemerintah pada akhir Februari 2018 tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh penurunan kepemilikan asing pada SBN domestik sebesar USD 3,0 miliar. Sementara itu, biaya ULN Pemerintah semakin rendah seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia, yang didukung oleh membaiknya fundamental perekonomian dan peringkat utang Indonesia.

“Pemanfaatan ULN pemerintah diprioritaskan untuk kegiatan yang sifatnya produktif dan merupakan investasi dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi, termasuk memperkuat kemampuan membayar ULN tersebut,” demikian bunyi keterangan resmi BI.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/