alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

Sertifikat Halal UMKM Masih Minim

“Berdasarkan data selama tiga bulan terakhir ini hanya ada 33 UMKM yang melaporkan surat izin yang dikantonginya. Dari 33 UMKM tersebut, hanya empat UMKM yang telah mengantongi sertifikat halal.” Sartin - Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM

Mobile_AP_Rectangle 1

GUMUK KERANG, Radar Jember – Sudah beberapa bulan ini Syafira terpaksa menghentikan proses produksi masker wajah. Pasalnya, dia masih belum memiliki sertifikat halal akan produknya. Sebelum ini dirinya sempat mencoba mengurus sertifikat tersebut, namun terpaksa dihentikan lantaran perizinannya rumit.

Belum lagi, dia diwajibkan menanggung biaya yang dibebankan. Akhirnya, Syarifah tidak melanjutkan bisnisnya. Lalu, mencoba menekuni kesibukan lainnya.

Kondisi seperti ini tidak hanya dialami oleh Syafira, namun juga sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai tempat di Jember. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Sartini mengungkapkan, minat pelaku UMKM untuk melakukan sertifikasi halal masih minim.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Berdasarkan data selama tiga bulan terakhir ini hanya ada 33 UMKM yang melaporkan surat izin yang dikantonginya. Dari 33 UMKM tersebut, hanya empat UMKM yang telah mengantongi sertifikat halal,” ujarnya.

Dia menuturkan, ada banyak kendala yang menyebabkannya. Di antaranya karena dampak pandemi, pengurusan yang harus melalui banyak jalur, pembiayaan yang cukup tinggi dan masih kurangnya sosialisasi.

- Advertisement -

GUMUK KERANG, Radar Jember – Sudah beberapa bulan ini Syafira terpaksa menghentikan proses produksi masker wajah. Pasalnya, dia masih belum memiliki sertifikat halal akan produknya. Sebelum ini dirinya sempat mencoba mengurus sertifikat tersebut, namun terpaksa dihentikan lantaran perizinannya rumit.

Belum lagi, dia diwajibkan menanggung biaya yang dibebankan. Akhirnya, Syarifah tidak melanjutkan bisnisnya. Lalu, mencoba menekuni kesibukan lainnya.

Kondisi seperti ini tidak hanya dialami oleh Syafira, namun juga sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai tempat di Jember. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Sartini mengungkapkan, minat pelaku UMKM untuk melakukan sertifikasi halal masih minim.

“Berdasarkan data selama tiga bulan terakhir ini hanya ada 33 UMKM yang melaporkan surat izin yang dikantonginya. Dari 33 UMKM tersebut, hanya empat UMKM yang telah mengantongi sertifikat halal,” ujarnya.

Dia menuturkan, ada banyak kendala yang menyebabkannya. Di antaranya karena dampak pandemi, pengurusan yang harus melalui banyak jalur, pembiayaan yang cukup tinggi dan masih kurangnya sosialisasi.

GUMUK KERANG, Radar Jember – Sudah beberapa bulan ini Syafira terpaksa menghentikan proses produksi masker wajah. Pasalnya, dia masih belum memiliki sertifikat halal akan produknya. Sebelum ini dirinya sempat mencoba mengurus sertifikat tersebut, namun terpaksa dihentikan lantaran perizinannya rumit.

Belum lagi, dia diwajibkan menanggung biaya yang dibebankan. Akhirnya, Syarifah tidak melanjutkan bisnisnya. Lalu, mencoba menekuni kesibukan lainnya.

Kondisi seperti ini tidak hanya dialami oleh Syafira, namun juga sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai tempat di Jember. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UMKM Sartini mengungkapkan, minat pelaku UMKM untuk melakukan sertifikasi halal masih minim.

“Berdasarkan data selama tiga bulan terakhir ini hanya ada 33 UMKM yang melaporkan surat izin yang dikantonginya. Dari 33 UMKM tersebut, hanya empat UMKM yang telah mengantongi sertifikat halal,” ujarnya.

Dia menuturkan, ada banyak kendala yang menyebabkannya. Di antaranya karena dampak pandemi, pengurusan yang harus melalui banyak jalur, pembiayaan yang cukup tinggi dan masih kurangnya sosialisasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca