alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Masih Malas Berusaha ? Malu lihat Karya Sepanjang Masa Ini

Usia Bukan Penghalang Kerja

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATE, RADARJEMBER.ID – SEMANGAT juang Nenek Sugiarti bisa ditiru siapa saja. Di usianya yang genap seperti Kemerdekaan Indonesia, 76 tahun, dia tetap menjalani aktivitas sebagai seorang penjahit. Salah satu fokus yang dikerjakan adalah membuat keset di rumahnya, Jalan Kenanga Gang VII Blok 3 nomor 45, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates Jember.

Pekerjaan menjahit seperti dilakukan Sugiarti memang bukan jenis pekerjaan baru. Namun, bagi dia, tergolong anyar karena baru terjun ke dunia bisnis jahit keset saat usianya menginjak 70 tahun. “Mau kerja di luar sudah tidak kuat, akhirnya saya putuskan untuk kerja menjahit. Jadi, kerjanya di rumah,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bagi Sugiarti, usianya yang sudah 76 tahun bukanlah sebuah penghalang untuk berhenti bekerja. Walaupun untuk melihat saja, pancaindranya sudah tidak seperti saat muda dulu. “Sekarang untuk memasukkan benang, ya, pakai alat bantu,” tuturnya.

Perempuan enam anak itu mengaku, keset hasil jahitannya selama ini hanya dijual dengan cara manual, yakni dari mulut ke mulut. Pembelinya juga hanya orang lokal di sekitar Kabupaten Jember. “Kadang dari tetangga. Katanya ada yang pesan,” ujarnya.

Apabila ada pesanan, Sugiarti mengaku bisa menyelesaikan pekerjaan satu keset antara satu sampai dua jam. Terkecuali pesanan banyak, tentunya membutuhkan waktu lebih lama. “Belum pernah ada yang pesan banyak. Sebenarnya ingin menjual lebih banyak, tetapi jualnya hanya dari mulut ke mulut,” ungkapnya.

- Advertisement -

KALIWATE, RADARJEMBER.ID – SEMANGAT juang Nenek Sugiarti bisa ditiru siapa saja. Di usianya yang genap seperti Kemerdekaan Indonesia, 76 tahun, dia tetap menjalani aktivitas sebagai seorang penjahit. Salah satu fokus yang dikerjakan adalah membuat keset di rumahnya, Jalan Kenanga Gang VII Blok 3 nomor 45, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates Jember.

Pekerjaan menjahit seperti dilakukan Sugiarti memang bukan jenis pekerjaan baru. Namun, bagi dia, tergolong anyar karena baru terjun ke dunia bisnis jahit keset saat usianya menginjak 70 tahun. “Mau kerja di luar sudah tidak kuat, akhirnya saya putuskan untuk kerja menjahit. Jadi, kerjanya di rumah,” ucapnya.

Bagi Sugiarti, usianya yang sudah 76 tahun bukanlah sebuah penghalang untuk berhenti bekerja. Walaupun untuk melihat saja, pancaindranya sudah tidak seperti saat muda dulu. “Sekarang untuk memasukkan benang, ya, pakai alat bantu,” tuturnya.

Perempuan enam anak itu mengaku, keset hasil jahitannya selama ini hanya dijual dengan cara manual, yakni dari mulut ke mulut. Pembelinya juga hanya orang lokal di sekitar Kabupaten Jember. “Kadang dari tetangga. Katanya ada yang pesan,” ujarnya.

Apabila ada pesanan, Sugiarti mengaku bisa menyelesaikan pekerjaan satu keset antara satu sampai dua jam. Terkecuali pesanan banyak, tentunya membutuhkan waktu lebih lama. “Belum pernah ada yang pesan banyak. Sebenarnya ingin menjual lebih banyak, tetapi jualnya hanya dari mulut ke mulut,” ungkapnya.

KALIWATE, RADARJEMBER.ID – SEMANGAT juang Nenek Sugiarti bisa ditiru siapa saja. Di usianya yang genap seperti Kemerdekaan Indonesia, 76 tahun, dia tetap menjalani aktivitas sebagai seorang penjahit. Salah satu fokus yang dikerjakan adalah membuat keset di rumahnya, Jalan Kenanga Gang VII Blok 3 nomor 45, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates Jember.

Pekerjaan menjahit seperti dilakukan Sugiarti memang bukan jenis pekerjaan baru. Namun, bagi dia, tergolong anyar karena baru terjun ke dunia bisnis jahit keset saat usianya menginjak 70 tahun. “Mau kerja di luar sudah tidak kuat, akhirnya saya putuskan untuk kerja menjahit. Jadi, kerjanya di rumah,” ucapnya.

Bagi Sugiarti, usianya yang sudah 76 tahun bukanlah sebuah penghalang untuk berhenti bekerja. Walaupun untuk melihat saja, pancaindranya sudah tidak seperti saat muda dulu. “Sekarang untuk memasukkan benang, ya, pakai alat bantu,” tuturnya.

Perempuan enam anak itu mengaku, keset hasil jahitannya selama ini hanya dijual dengan cara manual, yakni dari mulut ke mulut. Pembelinya juga hanya orang lokal di sekitar Kabupaten Jember. “Kadang dari tetangga. Katanya ada yang pesan,” ujarnya.

Apabila ada pesanan, Sugiarti mengaku bisa menyelesaikan pekerjaan satu keset antara satu sampai dua jam. Terkecuali pesanan banyak, tentunya membutuhkan waktu lebih lama. “Belum pernah ada yang pesan banyak. Sebenarnya ingin menjual lebih banyak, tetapi jualnya hanya dari mulut ke mulut,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/