alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Nelayan Protes Penutupan Jalan Pesisir

Geruduk Lokasi hingga Pasang Banner Penolakan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu perusakan lingkungan di sekitar pesisir selatan Jember kembali menghangat. Kamis kemarin (15/7), sebuah kawasan pantai di Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, tiba-tiba terpasang sebuah kayu yang menghalangi jalan menuju laut. Belum diketahui siapa yang menutup jalan tersebut. Namun, ditengarai adalah orang-orang yang bekerja untuk tambak modern di kawasan setempat.

Blokade akses jalan itu seketika menggegerkan warga setempat, utamanya bagi nelayan. Mereka merasa dirugikan atas penutupan akses jalan itu. Sebab, saat hendak ke laut, mereka harus memutar lebih jauh.

Merasa tak terima, warga dan nelayan sempat mendatangi lokasi penutupan akses jalan itu, dan mendapati sejumlah orang tampak berjaga. Kondisi sempat memanas saat warga meminta pembongkaran atas blokade jalan tersebut. Bahkan, mereka sempat cekcok dengan penjaga. Beruntung, sejumlah perangkat desa setempat mendatangi mereka. “Akhirnya, warga hanya memasang banner bertuliskan penolakan di jalan yang ditutup itu,” kata Mukhlas, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kepanjen Gumukmas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski kekecewaan warga itu ditumpahkan melalui sebuah banner penolakan, namun hingga kemarin belum ada kabar akan adanya rencana mediasi. Warga setempat juga menilai keberadaan akses jalan itu diakui sudah lama ada. Bahkan, jauh sebelum ada aktivitas perusahan tambak modern di sekitar dusun tersebut.

Informasi dari warga setempat, lanjut Muhklas, penutupan akses jalan itu direncanakan akan dipindah ke sebelah ujung barat, tetap di kawasan Dusun Jeni, Desa Kepanjen, yang wilayahnya hampir berbatasan dengan Dusun Krajan, Desa Kepanjen. “Jalan itu akan dipindah ke sebelah barat karena warga tidak terima. Selain warga harus memutar lebih jauh, jalan itu juga diakui sudah lama ada,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu perusakan lingkungan di sekitar pesisir selatan Jember kembali menghangat. Kamis kemarin (15/7), sebuah kawasan pantai di Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, tiba-tiba terpasang sebuah kayu yang menghalangi jalan menuju laut. Belum diketahui siapa yang menutup jalan tersebut. Namun, ditengarai adalah orang-orang yang bekerja untuk tambak modern di kawasan setempat.

Blokade akses jalan itu seketika menggegerkan warga setempat, utamanya bagi nelayan. Mereka merasa dirugikan atas penutupan akses jalan itu. Sebab, saat hendak ke laut, mereka harus memutar lebih jauh.

Merasa tak terima, warga dan nelayan sempat mendatangi lokasi penutupan akses jalan itu, dan mendapati sejumlah orang tampak berjaga. Kondisi sempat memanas saat warga meminta pembongkaran atas blokade jalan tersebut. Bahkan, mereka sempat cekcok dengan penjaga. Beruntung, sejumlah perangkat desa setempat mendatangi mereka. “Akhirnya, warga hanya memasang banner bertuliskan penolakan di jalan yang ditutup itu,” kata Mukhlas, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kepanjen Gumukmas.

Meski kekecewaan warga itu ditumpahkan melalui sebuah banner penolakan, namun hingga kemarin belum ada kabar akan adanya rencana mediasi. Warga setempat juga menilai keberadaan akses jalan itu diakui sudah lama ada. Bahkan, jauh sebelum ada aktivitas perusahan tambak modern di sekitar dusun tersebut.

Informasi dari warga setempat, lanjut Muhklas, penutupan akses jalan itu direncanakan akan dipindah ke sebelah ujung barat, tetap di kawasan Dusun Jeni, Desa Kepanjen, yang wilayahnya hampir berbatasan dengan Dusun Krajan, Desa Kepanjen. “Jalan itu akan dipindah ke sebelah barat karena warga tidak terima. Selain warga harus memutar lebih jauh, jalan itu juga diakui sudah lama ada,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu perusakan lingkungan di sekitar pesisir selatan Jember kembali menghangat. Kamis kemarin (15/7), sebuah kawasan pantai di Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, tiba-tiba terpasang sebuah kayu yang menghalangi jalan menuju laut. Belum diketahui siapa yang menutup jalan tersebut. Namun, ditengarai adalah orang-orang yang bekerja untuk tambak modern di kawasan setempat.

Blokade akses jalan itu seketika menggegerkan warga setempat, utamanya bagi nelayan. Mereka merasa dirugikan atas penutupan akses jalan itu. Sebab, saat hendak ke laut, mereka harus memutar lebih jauh.

Merasa tak terima, warga dan nelayan sempat mendatangi lokasi penutupan akses jalan itu, dan mendapati sejumlah orang tampak berjaga. Kondisi sempat memanas saat warga meminta pembongkaran atas blokade jalan tersebut. Bahkan, mereka sempat cekcok dengan penjaga. Beruntung, sejumlah perangkat desa setempat mendatangi mereka. “Akhirnya, warga hanya memasang banner bertuliskan penolakan di jalan yang ditutup itu,” kata Mukhlas, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kepanjen Gumukmas.

Meski kekecewaan warga itu ditumpahkan melalui sebuah banner penolakan, namun hingga kemarin belum ada kabar akan adanya rencana mediasi. Warga setempat juga menilai keberadaan akses jalan itu diakui sudah lama ada. Bahkan, jauh sebelum ada aktivitas perusahan tambak modern di sekitar dusun tersebut.

Informasi dari warga setempat, lanjut Muhklas, penutupan akses jalan itu direncanakan akan dipindah ke sebelah ujung barat, tetap di kawasan Dusun Jeni, Desa Kepanjen, yang wilayahnya hampir berbatasan dengan Dusun Krajan, Desa Kepanjen. “Jalan itu akan dipindah ke sebelah barat karena warga tidak terima. Selain warga harus memutar lebih jauh, jalan itu juga diakui sudah lama ada,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/