alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Zonasi Tidak Ada, Perda Tidak Berlaku

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember – Berdasarkan Perda Nomor 9 Tahun 2016, pendirian toko-toko modern di Jember dipertanyakan keabsahannya. Apalagi, di dalamnya ada zonasi yang mengatur jarak. Seperti yang dapat dilihat secara riil, terdapat banyak toko modern yang berjarak dekat, bersebelahan, atau berhadap-hadapan dengan toko kelontong, pasar tradisional, juga dengan mal-mal.

BACA JUGA : Film Satria Dewa Gatotkaca Gunakan Efek Tiga Dimensi

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember Arief Thjahjono terkait hal itu, sejak perda dibuat, tidak pernah ada undang-undang yang mengaturnya. Sementara kini, ada Undang-Undang Cipta Kerja. “Dalam Undang-Undang Cipta Kerja tidak boleh membatasi,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakan, pemberian izin kepada toko-toko modern tidak ada hubungannya dengan zonasi yang sebelumnya diberlakukan dalam perda. Dia menambahkan, sekarang sudah banyak berkembang toko-toko peracangan, baik yang berjejaring maupun yang tidak, hingga masuk ke desa-desa. Saat ini, tidak ada bedanya antara toko modern dengan toko kecil, karena cara penyajian dan penjualannya sama. Pembeli mengambil barangnya sendiri.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember – Berdasarkan Perda Nomor 9 Tahun 2016, pendirian toko-toko modern di Jember dipertanyakan keabsahannya. Apalagi, di dalamnya ada zonasi yang mengatur jarak. Seperti yang dapat dilihat secara riil, terdapat banyak toko modern yang berjarak dekat, bersebelahan, atau berhadap-hadapan dengan toko kelontong, pasar tradisional, juga dengan mal-mal.

BACA JUGA : Film Satria Dewa Gatotkaca Gunakan Efek Tiga Dimensi

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember Arief Thjahjono terkait hal itu, sejak perda dibuat, tidak pernah ada undang-undang yang mengaturnya. Sementara kini, ada Undang-Undang Cipta Kerja. “Dalam Undang-Undang Cipta Kerja tidak boleh membatasi,” tegasnya.

Dikatakan, pemberian izin kepada toko-toko modern tidak ada hubungannya dengan zonasi yang sebelumnya diberlakukan dalam perda. Dia menambahkan, sekarang sudah banyak berkembang toko-toko peracangan, baik yang berjejaring maupun yang tidak, hingga masuk ke desa-desa. Saat ini, tidak ada bedanya antara toko modern dengan toko kecil, karena cara penyajian dan penjualannya sama. Pembeli mengambil barangnya sendiri.

KALIWATES, Radar Jember – Berdasarkan Perda Nomor 9 Tahun 2016, pendirian toko-toko modern di Jember dipertanyakan keabsahannya. Apalagi, di dalamnya ada zonasi yang mengatur jarak. Seperti yang dapat dilihat secara riil, terdapat banyak toko modern yang berjarak dekat, bersebelahan, atau berhadap-hadapan dengan toko kelontong, pasar tradisional, juga dengan mal-mal.

BACA JUGA : Film Satria Dewa Gatotkaca Gunakan Efek Tiga Dimensi

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember Arief Thjahjono terkait hal itu, sejak perda dibuat, tidak pernah ada undang-undang yang mengaturnya. Sementara kini, ada Undang-Undang Cipta Kerja. “Dalam Undang-Undang Cipta Kerja tidak boleh membatasi,” tegasnya.

Dikatakan, pemberian izin kepada toko-toko modern tidak ada hubungannya dengan zonasi yang sebelumnya diberlakukan dalam perda. Dia menambahkan, sekarang sudah banyak berkembang toko-toko peracangan, baik yang berjejaring maupun yang tidak, hingga masuk ke desa-desa. Saat ini, tidak ada bedanya antara toko modern dengan toko kecil, karena cara penyajian dan penjualannya sama. Pembeli mengambil barangnya sendiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/