alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jasa Penginapan Masih Kembang Kempis

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jasa penginapan di Kabupaten Jember belum sepenuhnya pulih. Sebab, hingga kini belum ada perkembangan signifikan terkait dengan tingkat hunian setiap hotel lantaran terdampak pandemi. Meski begitu, sudah ada tren positif pada beberapa bulan terakhir selama 2021 ini.

Sore itu, tangan Rafi tampak sibuk menata seprai di salah satu kamar hotel di bilangan Jalan Kalimantan, Sumbersari. Selanjutnya, dia menyemprotkan cairan disinfektan pada setiap sudut kamar. Ini untuk menghilangkan kemungkinan adanya virus yang menempel di sela-sela kasur. “Setiap ada tamu, kami selalu melakukan penyemprotan disinfektan untuk memberikan keamanan kepada calon pengunjung,” papar warga Jalan Moch Sroedji, Kelurahan/Kecamatan Patrang, itu.

Pemilik Hotel, Ahmad Muntaha, membenarkan hal itu. Menurut dia, jasa penginapan tidak bisa berbuat apa-apa selain menjamin keamanan para pelanggannya dengan menuntaskan protokol kesehatan. Mulai dari rajin melakukan penyemprotan disinfektan hingga mengikutsertakan para karyawannya dalam program vaksinasi pelayan publik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dampak yang dialami pihaknya sangat terasa. “Awal pandemi, pendapatan merosot hingga 60 persen hingga terjun bebas menjadi 30 persen,” papar pria yang berusia 36 tahun itu. Belum lagi, tak adanya kegiatan belajar dan mengajar di kampus menjadi kesusahan tersendiri.

Sasaran penginapannya adalah sanak keluarga para mahasiswa. “Jika ada kegiatan seperti wisuda, 40 kamar yang tersedia selalu penuh,” teran warga di Jalan Tawangmangu, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, tersebut. Namun, hingga kini kampus belum kembali pulih.

Namun, kata dia, longgarnya Jember imbas dari penurunan kasus Covid-19 menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku jasa penginapan sepertinya. “Kurang lebih ada 10 kamar yang tersewa per hari,” paparnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel setara bintang di Jember pada Februari 2021 mengalami tren positif. Tingkat okupansinya mencapai 46,71 persen. Artinya, dari tiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel, sebanyak 46 hingga 47 kamar di antaranya telah terjual setiap malamnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jasa penginapan di Kabupaten Jember belum sepenuhnya pulih. Sebab, hingga kini belum ada perkembangan signifikan terkait dengan tingkat hunian setiap hotel lantaran terdampak pandemi. Meski begitu, sudah ada tren positif pada beberapa bulan terakhir selama 2021 ini.

Sore itu, tangan Rafi tampak sibuk menata seprai di salah satu kamar hotel di bilangan Jalan Kalimantan, Sumbersari. Selanjutnya, dia menyemprotkan cairan disinfektan pada setiap sudut kamar. Ini untuk menghilangkan kemungkinan adanya virus yang menempel di sela-sela kasur. “Setiap ada tamu, kami selalu melakukan penyemprotan disinfektan untuk memberikan keamanan kepada calon pengunjung,” papar warga Jalan Moch Sroedji, Kelurahan/Kecamatan Patrang, itu.

Pemilik Hotel, Ahmad Muntaha, membenarkan hal itu. Menurut dia, jasa penginapan tidak bisa berbuat apa-apa selain menjamin keamanan para pelanggannya dengan menuntaskan protokol kesehatan. Mulai dari rajin melakukan penyemprotan disinfektan hingga mengikutsertakan para karyawannya dalam program vaksinasi pelayan publik.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dampak yang dialami pihaknya sangat terasa. “Awal pandemi, pendapatan merosot hingga 60 persen hingga terjun bebas menjadi 30 persen,” papar pria yang berusia 36 tahun itu. Belum lagi, tak adanya kegiatan belajar dan mengajar di kampus menjadi kesusahan tersendiri.

Sasaran penginapannya adalah sanak keluarga para mahasiswa. “Jika ada kegiatan seperti wisuda, 40 kamar yang tersedia selalu penuh,” teran warga di Jalan Tawangmangu, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, tersebut. Namun, hingga kini kampus belum kembali pulih.

Namun, kata dia, longgarnya Jember imbas dari penurunan kasus Covid-19 menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku jasa penginapan sepertinya. “Kurang lebih ada 10 kamar yang tersewa per hari,” paparnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel setara bintang di Jember pada Februari 2021 mengalami tren positif. Tingkat okupansinya mencapai 46,71 persen. Artinya, dari tiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel, sebanyak 46 hingga 47 kamar di antaranya telah terjual setiap malamnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jasa penginapan di Kabupaten Jember belum sepenuhnya pulih. Sebab, hingga kini belum ada perkembangan signifikan terkait dengan tingkat hunian setiap hotel lantaran terdampak pandemi. Meski begitu, sudah ada tren positif pada beberapa bulan terakhir selama 2021 ini.

Sore itu, tangan Rafi tampak sibuk menata seprai di salah satu kamar hotel di bilangan Jalan Kalimantan, Sumbersari. Selanjutnya, dia menyemprotkan cairan disinfektan pada setiap sudut kamar. Ini untuk menghilangkan kemungkinan adanya virus yang menempel di sela-sela kasur. “Setiap ada tamu, kami selalu melakukan penyemprotan disinfektan untuk memberikan keamanan kepada calon pengunjung,” papar warga Jalan Moch Sroedji, Kelurahan/Kecamatan Patrang, itu.

Pemilik Hotel, Ahmad Muntaha, membenarkan hal itu. Menurut dia, jasa penginapan tidak bisa berbuat apa-apa selain menjamin keamanan para pelanggannya dengan menuntaskan protokol kesehatan. Mulai dari rajin melakukan penyemprotan disinfektan hingga mengikutsertakan para karyawannya dalam program vaksinasi pelayan publik.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dampak yang dialami pihaknya sangat terasa. “Awal pandemi, pendapatan merosot hingga 60 persen hingga terjun bebas menjadi 30 persen,” papar pria yang berusia 36 tahun itu. Belum lagi, tak adanya kegiatan belajar dan mengajar di kampus menjadi kesusahan tersendiri.

Sasaran penginapannya adalah sanak keluarga para mahasiswa. “Jika ada kegiatan seperti wisuda, 40 kamar yang tersedia selalu penuh,” teran warga di Jalan Tawangmangu, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, tersebut. Namun, hingga kini kampus belum kembali pulih.

Namun, kata dia, longgarnya Jember imbas dari penurunan kasus Covid-19 menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku jasa penginapan sepertinya. “Kurang lebih ada 10 kamar yang tersewa per hari,” paparnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel setara bintang di Jember pada Februari 2021 mengalami tren positif. Tingkat okupansinya mencapai 46,71 persen. Artinya, dari tiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel, sebanyak 46 hingga 47 kamar di antaranya telah terjual setiap malamnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/