alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Produksi Durian Diprediksi Turun

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Produksi durian 2020 lalu yang mencapai seratus ribu kuintal diprediksi akan menyusut tahun ini. Hal itu disebabkan banyak pohon durian di Jember gagal berbuah akibat cuaca yang tak mendukung.

Walau banyak pohon durian gagal berbuah pada awal tahun ini, tapi pantauan Jawa Pos Radar Jember, masih banyak pedagang buah durian di Jalan Raya Bondowoso-Jember di Jelbuk yang masih menjajakan buah berduri dengan aroma dan rasa legit tersebut. Bahkan, durian yang dijual tidak hanya berukuran kecil, tapi juga jumbo. Juga ada yang besarnya seukuran kepala sapi. “Kalau itu harganya Rp 550 ribu,” ucap Muhammad Munir, salah seorang pedagang buah durian.

Walau besar dan banyak durian yang dijual, ternyata rata-rata durian tersebut bukan dari Jember, melainkan dari daerah lain. “Kalau durian lokal jarang ada sekarang. Ini banyak durian montong kiriman dari Bali,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Umumnya, kata Munir, buah lokal dari Jember memasuki masa panen pada Februari. “Biasanya Februari sudah banyak dari durian lokal, tapi sekarang sedikit dan jarang berbuah,” paparnya. Hal itu disebabkan cuaca di Jember tidak memungkinkan untuk durian itu berbuah sampai besar.

Gagal berbuah tersebut, kata Munir, bukan karena musim saja. Namun, yang paling terasa adalah hujan disertai angin kencang. “Angin kencang itu yang buat bunga pohon durian rontok,” ucap pria 47 tahun itu. Selain itu, pohon durian yang sudah berbuah akhirnya jatuh terlebih dahulu sebelum matang.

Akibatnya, harga buah durian di musim puncak panen sekarang tetap tidak seperti biasanya. Jika biasanya harga durian yang saat musim panen dijual antara Rp 20-25 ribu per buah, sekarang dijual Rp 40-50 ribu per buah. Menurut Munir, diprediksikan pada tahun ini produksi buah durian di Jember mengalami penurunan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Produksi durian 2020 lalu yang mencapai seratus ribu kuintal diprediksi akan menyusut tahun ini. Hal itu disebabkan banyak pohon durian di Jember gagal berbuah akibat cuaca yang tak mendukung.

Walau banyak pohon durian gagal berbuah pada awal tahun ini, tapi pantauan Jawa Pos Radar Jember, masih banyak pedagang buah durian di Jalan Raya Bondowoso-Jember di Jelbuk yang masih menjajakan buah berduri dengan aroma dan rasa legit tersebut. Bahkan, durian yang dijual tidak hanya berukuran kecil, tapi juga jumbo. Juga ada yang besarnya seukuran kepala sapi. “Kalau itu harganya Rp 550 ribu,” ucap Muhammad Munir, salah seorang pedagang buah durian.

Walau besar dan banyak durian yang dijual, ternyata rata-rata durian tersebut bukan dari Jember, melainkan dari daerah lain. “Kalau durian lokal jarang ada sekarang. Ini banyak durian montong kiriman dari Bali,” ucapnya.

Umumnya, kata Munir, buah lokal dari Jember memasuki masa panen pada Februari. “Biasanya Februari sudah banyak dari durian lokal, tapi sekarang sedikit dan jarang berbuah,” paparnya. Hal itu disebabkan cuaca di Jember tidak memungkinkan untuk durian itu berbuah sampai besar.

Gagal berbuah tersebut, kata Munir, bukan karena musim saja. Namun, yang paling terasa adalah hujan disertai angin kencang. “Angin kencang itu yang buat bunga pohon durian rontok,” ucap pria 47 tahun itu. Selain itu, pohon durian yang sudah berbuah akhirnya jatuh terlebih dahulu sebelum matang.

Akibatnya, harga buah durian di musim puncak panen sekarang tetap tidak seperti biasanya. Jika biasanya harga durian yang saat musim panen dijual antara Rp 20-25 ribu per buah, sekarang dijual Rp 40-50 ribu per buah. Menurut Munir, diprediksikan pada tahun ini produksi buah durian di Jember mengalami penurunan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Produksi durian 2020 lalu yang mencapai seratus ribu kuintal diprediksi akan menyusut tahun ini. Hal itu disebabkan banyak pohon durian di Jember gagal berbuah akibat cuaca yang tak mendukung.

Walau banyak pohon durian gagal berbuah pada awal tahun ini, tapi pantauan Jawa Pos Radar Jember, masih banyak pedagang buah durian di Jalan Raya Bondowoso-Jember di Jelbuk yang masih menjajakan buah berduri dengan aroma dan rasa legit tersebut. Bahkan, durian yang dijual tidak hanya berukuran kecil, tapi juga jumbo. Juga ada yang besarnya seukuran kepala sapi. “Kalau itu harganya Rp 550 ribu,” ucap Muhammad Munir, salah seorang pedagang buah durian.

Walau besar dan banyak durian yang dijual, ternyata rata-rata durian tersebut bukan dari Jember, melainkan dari daerah lain. “Kalau durian lokal jarang ada sekarang. Ini banyak durian montong kiriman dari Bali,” ucapnya.

Umumnya, kata Munir, buah lokal dari Jember memasuki masa panen pada Februari. “Biasanya Februari sudah banyak dari durian lokal, tapi sekarang sedikit dan jarang berbuah,” paparnya. Hal itu disebabkan cuaca di Jember tidak memungkinkan untuk durian itu berbuah sampai besar.

Gagal berbuah tersebut, kata Munir, bukan karena musim saja. Namun, yang paling terasa adalah hujan disertai angin kencang. “Angin kencang itu yang buat bunga pohon durian rontok,” ucap pria 47 tahun itu. Selain itu, pohon durian yang sudah berbuah akhirnya jatuh terlebih dahulu sebelum matang.

Akibatnya, harga buah durian di musim puncak panen sekarang tetap tidak seperti biasanya. Jika biasanya harga durian yang saat musim panen dijual antara Rp 20-25 ribu per buah, sekarang dijual Rp 40-50 ribu per buah. Menurut Munir, diprediksikan pada tahun ini produksi buah durian di Jember mengalami penurunan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/