alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Intip Karya ini, Bekas Lampu Merah Bisa Jadi Ornamen Artistik

Pemikiran untuk sukses secara instan kerap meracuni orang. Akibatnya, mereka justru bingung memilih pekerjaan hingga akhirnya menganggur. Tapi, warga di Jalan Teratai, Kaliwates, ini berbeda. Bermodal tangan kreatif, dia berani membuka usaha dari barang bekas yang ada di sekitar. Bagaimana prosesnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

Di era serba modern ini, lanjut Agung, sudah banyak hal yang bisa dilakukan dengan barang-barang di sekitar. Menurutnya, hampir semua barang memiliki pasar tersendiri. “Sekarang banyak komunitas. Misalnya, sepeda bekas, juga banyak yang suka,” ulasnya.

Agar dapat memanfaatkan barang di sekitar dengan baik, Agung berpesan agar menguatkan literasi dan manfaat di balik bisnis yang akan digeluti. Seperti sepeda, tentu ada perbedaan harga. “Barang yang biasa bisa jadi mahal kalau banyak yang suka. Peluang-peluang ini yang membutuhkan literasi,” paparnya.

Agung berpesan, untuk bisa memulai bisnis, memang diperlukan keberanian dan kerja keras. Tanpa mencoba, orang tidak akan tahu apa yang kurang dan apa yang dapat diambil manfaat dari usaha itu. “Begitu melihat ada peluang, lakukan. Kalau takut rugi, bisa jadi akan tetap nganggur,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih

 

- Advertisement -

Di era serba modern ini, lanjut Agung, sudah banyak hal yang bisa dilakukan dengan barang-barang di sekitar. Menurutnya, hampir semua barang memiliki pasar tersendiri. “Sekarang banyak komunitas. Misalnya, sepeda bekas, juga banyak yang suka,” ulasnya.

Agar dapat memanfaatkan barang di sekitar dengan baik, Agung berpesan agar menguatkan literasi dan manfaat di balik bisnis yang akan digeluti. Seperti sepeda, tentu ada perbedaan harga. “Barang yang biasa bisa jadi mahal kalau banyak yang suka. Peluang-peluang ini yang membutuhkan literasi,” paparnya.

Agung berpesan, untuk bisa memulai bisnis, memang diperlukan keberanian dan kerja keras. Tanpa mencoba, orang tidak akan tahu apa yang kurang dan apa yang dapat diambil manfaat dari usaha itu. “Begitu melihat ada peluang, lakukan. Kalau takut rugi, bisa jadi akan tetap nganggur,” pungkasnya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih

 

Di era serba modern ini, lanjut Agung, sudah banyak hal yang bisa dilakukan dengan barang-barang di sekitar. Menurutnya, hampir semua barang memiliki pasar tersendiri. “Sekarang banyak komunitas. Misalnya, sepeda bekas, juga banyak yang suka,” ulasnya.

Agar dapat memanfaatkan barang di sekitar dengan baik, Agung berpesan agar menguatkan literasi dan manfaat di balik bisnis yang akan digeluti. Seperti sepeda, tentu ada perbedaan harga. “Barang yang biasa bisa jadi mahal kalau banyak yang suka. Peluang-peluang ini yang membutuhkan literasi,” paparnya.

Agung berpesan, untuk bisa memulai bisnis, memang diperlukan keberanian dan kerja keras. Tanpa mencoba, orang tidak akan tahu apa yang kurang dan apa yang dapat diambil manfaat dari usaha itu. “Begitu melihat ada peluang, lakukan. Kalau takut rugi, bisa jadi akan tetap nganggur,” pungkasnya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/