alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Kerajinan Makrame Diminati Hingga Pasar Luar Negeri

Ekspor Australia dan Belanda

Mobile_AP_Rectangle 1

LAMPEJI, Radar Jember – Industri kerajinan memiliki jenis yang beragam. Mulai dari industri kerajinan tanah liat, kayu, serat alam, logam, hingga barang bekas. Salah satu kerajinan tangan yang sedang diminati saat ini yaitu makrame. Kerajinan makrame adalah kerajinan tangan yang menggunakan tali dengan membuat simpul-simpul sehingga terbentuk motif-motif tertentu. Motif-motif tersebut bermacam-macam, ada yang kotak-kotak, panah, tengahnya berwarna, dan lain-lain yang terbentuk dari hasil kreativitas masing-masing perajin.

BACA JUGA : Tak Ada Bukti Kesalahan Juri, Hakim Tolak Banding Amber Heard

Salah satu perajin makrame di Desa Lampeji, Mumbulsari, adalah Meli Andani, 37, yang berhasil melebarkan sayap produknya hingga pasar luar negeri. Meli mulai merintis pembuatan makrame sejak tahun 2015 silam. Awalnya Meli merantau ke Pulau Bali dan terinspirasi dari kerajinan warga lokal. Meli pun berburu bahan dasarnya mulai dari perak, kerang, sampai batok kelapa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meli pun bertekad membuat makrame sendiri. “Saya terinspirasi dari kerajinan di Bali. Seperti melukis, mengukir, menganyam, dan masih banyak lagi. Makrame ini jenis kerajinan tangan dari bahan dasar benang katun,” ujarnya.

Berkat jerih payahnya, Meli mulai mendapatkan pundi-pundi omzet hingga ratusan juta. Satu makrame dia jual dengan harga bervariasi. Mulai dari paling murah Rp 5 ribu sampai ada yang dibanderol Rp 2 juta. Semakin mahal makrame, makin rumit pula tingkat pembuatannya.

- Advertisement -

LAMPEJI, Radar Jember – Industri kerajinan memiliki jenis yang beragam. Mulai dari industri kerajinan tanah liat, kayu, serat alam, logam, hingga barang bekas. Salah satu kerajinan tangan yang sedang diminati saat ini yaitu makrame. Kerajinan makrame adalah kerajinan tangan yang menggunakan tali dengan membuat simpul-simpul sehingga terbentuk motif-motif tertentu. Motif-motif tersebut bermacam-macam, ada yang kotak-kotak, panah, tengahnya berwarna, dan lain-lain yang terbentuk dari hasil kreativitas masing-masing perajin.

BACA JUGA : Tak Ada Bukti Kesalahan Juri, Hakim Tolak Banding Amber Heard

Salah satu perajin makrame di Desa Lampeji, Mumbulsari, adalah Meli Andani, 37, yang berhasil melebarkan sayap produknya hingga pasar luar negeri. Meli mulai merintis pembuatan makrame sejak tahun 2015 silam. Awalnya Meli merantau ke Pulau Bali dan terinspirasi dari kerajinan warga lokal. Meli pun berburu bahan dasarnya mulai dari perak, kerang, sampai batok kelapa.

Meli pun bertekad membuat makrame sendiri. “Saya terinspirasi dari kerajinan di Bali. Seperti melukis, mengukir, menganyam, dan masih banyak lagi. Makrame ini jenis kerajinan tangan dari bahan dasar benang katun,” ujarnya.

Berkat jerih payahnya, Meli mulai mendapatkan pundi-pundi omzet hingga ratusan juta. Satu makrame dia jual dengan harga bervariasi. Mulai dari paling murah Rp 5 ribu sampai ada yang dibanderol Rp 2 juta. Semakin mahal makrame, makin rumit pula tingkat pembuatannya.

LAMPEJI, Radar Jember – Industri kerajinan memiliki jenis yang beragam. Mulai dari industri kerajinan tanah liat, kayu, serat alam, logam, hingga barang bekas. Salah satu kerajinan tangan yang sedang diminati saat ini yaitu makrame. Kerajinan makrame adalah kerajinan tangan yang menggunakan tali dengan membuat simpul-simpul sehingga terbentuk motif-motif tertentu. Motif-motif tersebut bermacam-macam, ada yang kotak-kotak, panah, tengahnya berwarna, dan lain-lain yang terbentuk dari hasil kreativitas masing-masing perajin.

BACA JUGA : Tak Ada Bukti Kesalahan Juri, Hakim Tolak Banding Amber Heard

Salah satu perajin makrame di Desa Lampeji, Mumbulsari, adalah Meli Andani, 37, yang berhasil melebarkan sayap produknya hingga pasar luar negeri. Meli mulai merintis pembuatan makrame sejak tahun 2015 silam. Awalnya Meli merantau ke Pulau Bali dan terinspirasi dari kerajinan warga lokal. Meli pun berburu bahan dasarnya mulai dari perak, kerang, sampai batok kelapa.

Meli pun bertekad membuat makrame sendiri. “Saya terinspirasi dari kerajinan di Bali. Seperti melukis, mengukir, menganyam, dan masih banyak lagi. Makrame ini jenis kerajinan tangan dari bahan dasar benang katun,” ujarnya.

Berkat jerih payahnya, Meli mulai mendapatkan pundi-pundi omzet hingga ratusan juta. Satu makrame dia jual dengan harga bervariasi. Mulai dari paling murah Rp 5 ribu sampai ada yang dibanderol Rp 2 juta. Semakin mahal makrame, makin rumit pula tingkat pembuatannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/