alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Hari Ketiga Puasa, Penumpang di Terminal Tawang Alun Masih Sepi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pengemudi bus di Terminal Tawang Alun yang terletak di Jalan Dharmawangsa, Kecamatan Rambipuji, mengeluh rugi akibat sepinya penumpang.

Seperti yang dialami Muhammad Ali, 50, supir bus tujuan Surabaya ini mengaku setiap harinya hanya mendapat lima hingga tujuh penumpang saja. Padahal biasanya, sebelum memasuki bulan puasa, penumpang mulai berdatangan untuk mudik ke kampung halaman.

“Meski sepi kami harus tetap jalan. Dan saat di perjalanan itu juga belum tentu ada penumpang yang naik,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati demikian, para pengemudi tersebut masih terus menunggu penumpang yang datang ke terminal. Sebab, mereka tak punya sumber penghasilan lain selain menjadi supir bus.

“Kalau semakin diam di rumah, kami juga tambah nggak dapat apa-apa. Kalau berangkat ya pasrah saja. Untung rugi itu sudah biasa,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pengemudi bus di Terminal Tawang Alun yang terletak di Jalan Dharmawangsa, Kecamatan Rambipuji, mengeluh rugi akibat sepinya penumpang.

Seperti yang dialami Muhammad Ali, 50, supir bus tujuan Surabaya ini mengaku setiap harinya hanya mendapat lima hingga tujuh penumpang saja. Padahal biasanya, sebelum memasuki bulan puasa, penumpang mulai berdatangan untuk mudik ke kampung halaman.

“Meski sepi kami harus tetap jalan. Dan saat di perjalanan itu juga belum tentu ada penumpang yang naik,” ungkapnya.

Kendati demikian, para pengemudi tersebut masih terus menunggu penumpang yang datang ke terminal. Sebab, mereka tak punya sumber penghasilan lain selain menjadi supir bus.

“Kalau semakin diam di rumah, kami juga tambah nggak dapat apa-apa. Kalau berangkat ya pasrah saja. Untung rugi itu sudah biasa,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pengemudi bus di Terminal Tawang Alun yang terletak di Jalan Dharmawangsa, Kecamatan Rambipuji, mengeluh rugi akibat sepinya penumpang.

Seperti yang dialami Muhammad Ali, 50, supir bus tujuan Surabaya ini mengaku setiap harinya hanya mendapat lima hingga tujuh penumpang saja. Padahal biasanya, sebelum memasuki bulan puasa, penumpang mulai berdatangan untuk mudik ke kampung halaman.

“Meski sepi kami harus tetap jalan. Dan saat di perjalanan itu juga belum tentu ada penumpang yang naik,” ungkapnya.

Kendati demikian, para pengemudi tersebut masih terus menunggu penumpang yang datang ke terminal. Sebab, mereka tak punya sumber penghasilan lain selain menjadi supir bus.

“Kalau semakin diam di rumah, kami juga tambah nggak dapat apa-apa. Kalau berangkat ya pasrah saja. Untung rugi itu sudah biasa,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/