alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Banyak Permintaan ke Luar Kota

Pengiriman Kelapa Meningkat di Bulan Puasa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Buka puasa, paling enak menikmati minuman manis dan segar. Salah satunya es kelapa muda. Tak heran jika sejak awal puasa ini permintaan kelapa di berbagai daerah mulai mengalami peningkatan. Termasuk di Jember.

Kondisi ini dirasakan oleh Muhammad Yadi, 48, warga Dusun Kebun Gunung, Desa Kejayan, Kecamatan Mayang. Pedagang buah kelapa ini cukup kewalahan meladeni permintaan dari berbagai tempat yang mulai meningkat. Bahkan sejak sebelum memasuki bulan Ramadan.

Meski tak menjelaskan secara detail berapa peningkatannya, namun peningkatan ini dirasakan dari segi jumlah pengiriman. Misalnya untuk pengiriman ke Surabaya. Jika biasanya dia memberangkatkan buah kelapa satu kali dalam sepekan dengan truk, saat ini bisa dua hingga tiga kali dalam sepekan. “Untuk jumlah kelapa yang dikirim sekarang ini jumlah lebih banyak dibanding hari-hari biasanya,” kata Yadi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yadi mengaku harus mendatangkan buah kelapa dari Banyuwangi dan Bondowoso untuk bisa membantu pemenuhan permintaan masyarakat. Sementara di Jember sendiri, dia mendapatkan kelapa dari Kecamatan Mayang, Silo, dan Kalisat. “Ini dilakukan untuk memenuhi permintaan dari orang Surabaya,” imbuhnya.

Dengan tingginya permintaan kelapa, dia juga mengerahkan tenaga tambahan untuk mengupas buah kelapa tersebut. Menurut Yadi, dalam kurun waktu setengah hari, satu orang bisa menyelesaikan pengupasan kulit kelapa itu hingga 1.500 butir. “Biasanya kalau mengirim ke Surabaya menggunakan truk, yang baru pulang dari Banyuwangi atau Bali. Istilahnya balen,” terang Yadi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Buka puasa, paling enak menikmati minuman manis dan segar. Salah satunya es kelapa muda. Tak heran jika sejak awal puasa ini permintaan kelapa di berbagai daerah mulai mengalami peningkatan. Termasuk di Jember.

Kondisi ini dirasakan oleh Muhammad Yadi, 48, warga Dusun Kebun Gunung, Desa Kejayan, Kecamatan Mayang. Pedagang buah kelapa ini cukup kewalahan meladeni permintaan dari berbagai tempat yang mulai meningkat. Bahkan sejak sebelum memasuki bulan Ramadan.

Meski tak menjelaskan secara detail berapa peningkatannya, namun peningkatan ini dirasakan dari segi jumlah pengiriman. Misalnya untuk pengiriman ke Surabaya. Jika biasanya dia memberangkatkan buah kelapa satu kali dalam sepekan dengan truk, saat ini bisa dua hingga tiga kali dalam sepekan. “Untuk jumlah kelapa yang dikirim sekarang ini jumlah lebih banyak dibanding hari-hari biasanya,” kata Yadi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Yadi mengaku harus mendatangkan buah kelapa dari Banyuwangi dan Bondowoso untuk bisa membantu pemenuhan permintaan masyarakat. Sementara di Jember sendiri, dia mendapatkan kelapa dari Kecamatan Mayang, Silo, dan Kalisat. “Ini dilakukan untuk memenuhi permintaan dari orang Surabaya,” imbuhnya.

Dengan tingginya permintaan kelapa, dia juga mengerahkan tenaga tambahan untuk mengupas buah kelapa tersebut. Menurut Yadi, dalam kurun waktu setengah hari, satu orang bisa menyelesaikan pengupasan kulit kelapa itu hingga 1.500 butir. “Biasanya kalau mengirim ke Surabaya menggunakan truk, yang baru pulang dari Banyuwangi atau Bali. Istilahnya balen,” terang Yadi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Buka puasa, paling enak menikmati minuman manis dan segar. Salah satunya es kelapa muda. Tak heran jika sejak awal puasa ini permintaan kelapa di berbagai daerah mulai mengalami peningkatan. Termasuk di Jember.

Kondisi ini dirasakan oleh Muhammad Yadi, 48, warga Dusun Kebun Gunung, Desa Kejayan, Kecamatan Mayang. Pedagang buah kelapa ini cukup kewalahan meladeni permintaan dari berbagai tempat yang mulai meningkat. Bahkan sejak sebelum memasuki bulan Ramadan.

Meski tak menjelaskan secara detail berapa peningkatannya, namun peningkatan ini dirasakan dari segi jumlah pengiriman. Misalnya untuk pengiriman ke Surabaya. Jika biasanya dia memberangkatkan buah kelapa satu kali dalam sepekan dengan truk, saat ini bisa dua hingga tiga kali dalam sepekan. “Untuk jumlah kelapa yang dikirim sekarang ini jumlah lebih banyak dibanding hari-hari biasanya,” kata Yadi kepada Jawa Pos Radar Jember.

Yadi mengaku harus mendatangkan buah kelapa dari Banyuwangi dan Bondowoso untuk bisa membantu pemenuhan permintaan masyarakat. Sementara di Jember sendiri, dia mendapatkan kelapa dari Kecamatan Mayang, Silo, dan Kalisat. “Ini dilakukan untuk memenuhi permintaan dari orang Surabaya,” imbuhnya.

Dengan tingginya permintaan kelapa, dia juga mengerahkan tenaga tambahan untuk mengupas buah kelapa tersebut. Menurut Yadi, dalam kurun waktu setengah hari, satu orang bisa menyelesaikan pengupasan kulit kelapa itu hingga 1.500 butir. “Biasanya kalau mengirim ke Surabaya menggunakan truk, yang baru pulang dari Banyuwangi atau Bali. Istilahnya balen,” terang Yadi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/