alexametrics
32 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

Berkat Rasa Bosan, Ayah tiga anak ini Hasilkan Karya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TAK sedikit tenaga pendidik, mulai dari guru hingga dosen, yang mengaku bosan mengajar secara daring. Namun, rupanya rasa suntuk di rumah dan keterbatasan ruang gerak itu justru membuat Hasan Basri, dosen yang juga guru di Kecamatan Mayang Jember, semakin kreatif. Dia memanfaatkan waktu luang tersebut untuk membuat kerajinan hingga laku dijual.

Ayah tiga anak ini membuat rak buku dan kursi kayu untuk mengisi waktunya saat berada di rumah. Di sela-sela waktu mengajar, dia mencoba berkreasi di halaman rumahnya dengan alat dan bahan seadanya. Karya yang dia buat lantaran rasa bosan itu justru menjelma menjadi pundi-pundi rupiah tanpa disengaja.

“Ini awalnya bikin kursi kayu untuk dipakai sendiri. Tak taruh di depan rumah. Ternyata banyak yang tanya harganya berapa. Dan beberapa sudah ada yang mulai pesan juga,” tutur lelaki yang akrab disapa Hasba ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Begitu pula dengan rak pohon atau rak buku berbentuk pohon bercabang yang terbuat dari kayu, juga banyak yang meminta untuk dibuatkan. Awalnya, dia hanya menggarap satu rak buku untuk dipakai anaknya sendiri. Rak tersebut beberapa kali difoto di media sosial (medsos) dan mendapat respons positif dari pengguna medsos.

“Sama anak saya di-posting, ternyata ada temannya yang pesan. Akhirnya sekalian saja saya jualan,” kata dosen Sekolah Tinggi Ilmu Agama Al-Qodiri (Staiqod) tersebut. Sejak itu, pemesanan mulai berdatangan dan penjualan terus berjalan hingga sekarang. Dibantu anaknya, kini usaha dadakan itu mulai diantar ke berbagai wilayah di Kabupaten Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TAK sedikit tenaga pendidik, mulai dari guru hingga dosen, yang mengaku bosan mengajar secara daring. Namun, rupanya rasa suntuk di rumah dan keterbatasan ruang gerak itu justru membuat Hasan Basri, dosen yang juga guru di Kecamatan Mayang Jember, semakin kreatif. Dia memanfaatkan waktu luang tersebut untuk membuat kerajinan hingga laku dijual.

Ayah tiga anak ini membuat rak buku dan kursi kayu untuk mengisi waktunya saat berada di rumah. Di sela-sela waktu mengajar, dia mencoba berkreasi di halaman rumahnya dengan alat dan bahan seadanya. Karya yang dia buat lantaran rasa bosan itu justru menjelma menjadi pundi-pundi rupiah tanpa disengaja.

“Ini awalnya bikin kursi kayu untuk dipakai sendiri. Tak taruh di depan rumah. Ternyata banyak yang tanya harganya berapa. Dan beberapa sudah ada yang mulai pesan juga,” tutur lelaki yang akrab disapa Hasba ini.

Begitu pula dengan rak pohon atau rak buku berbentuk pohon bercabang yang terbuat dari kayu, juga banyak yang meminta untuk dibuatkan. Awalnya, dia hanya menggarap satu rak buku untuk dipakai anaknya sendiri. Rak tersebut beberapa kali difoto di media sosial (medsos) dan mendapat respons positif dari pengguna medsos.

“Sama anak saya di-posting, ternyata ada temannya yang pesan. Akhirnya sekalian saja saya jualan,” kata dosen Sekolah Tinggi Ilmu Agama Al-Qodiri (Staiqod) tersebut. Sejak itu, pemesanan mulai berdatangan dan penjualan terus berjalan hingga sekarang. Dibantu anaknya, kini usaha dadakan itu mulai diantar ke berbagai wilayah di Kabupaten Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TAK sedikit tenaga pendidik, mulai dari guru hingga dosen, yang mengaku bosan mengajar secara daring. Namun, rupanya rasa suntuk di rumah dan keterbatasan ruang gerak itu justru membuat Hasan Basri, dosen yang juga guru di Kecamatan Mayang Jember, semakin kreatif. Dia memanfaatkan waktu luang tersebut untuk membuat kerajinan hingga laku dijual.

Ayah tiga anak ini membuat rak buku dan kursi kayu untuk mengisi waktunya saat berada di rumah. Di sela-sela waktu mengajar, dia mencoba berkreasi di halaman rumahnya dengan alat dan bahan seadanya. Karya yang dia buat lantaran rasa bosan itu justru menjelma menjadi pundi-pundi rupiah tanpa disengaja.

“Ini awalnya bikin kursi kayu untuk dipakai sendiri. Tak taruh di depan rumah. Ternyata banyak yang tanya harganya berapa. Dan beberapa sudah ada yang mulai pesan juga,” tutur lelaki yang akrab disapa Hasba ini.

Begitu pula dengan rak pohon atau rak buku berbentuk pohon bercabang yang terbuat dari kayu, juga banyak yang meminta untuk dibuatkan. Awalnya, dia hanya menggarap satu rak buku untuk dipakai anaknya sendiri. Rak tersebut beberapa kali difoto di media sosial (medsos) dan mendapat respons positif dari pengguna medsos.

“Sama anak saya di-posting, ternyata ada temannya yang pesan. Akhirnya sekalian saja saya jualan,” kata dosen Sekolah Tinggi Ilmu Agama Al-Qodiri (Staiqod) tersebut. Sejak itu, pemesanan mulai berdatangan dan penjualan terus berjalan hingga sekarang. Dibantu anaknya, kini usaha dadakan itu mulai diantar ke berbagai wilayah di Kabupaten Jember.


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca