alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

PO Terpaksa Kandangkan Bus

Hanya Operasikan Sebagian Armada

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perusahaan otobus (PO) terpaksa harus gigit jari lagi kala memasuki musim Lebaran tahun ini. Sebab, sejauh ini, jumlah armada yang beroperasi di jalan masih tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang mereka angkut. Imbasnya, sebagian bus harus ngandang alias tidak melaju di jalan.

Ya, para pengusaha bus terpaksa membatasi jumlah armada yang dioperasikan. Jika biasanya dalam sehari jumlah armada dalam satu PO bisa mengoperasikan 60 hingga 80 armadanya, kini rata-rata hanya mampu menjalankan belasan armada saja. “Karena keberangkatan penumpang sepi, maka jumlah bus yang keluar dari garasi juga semakin sedikit,” ungkap Kepala Garasi PO Borobudur Yanto.

Jumlah itu pun, lanjut dia, harus berbagi dengan PO lainnya yang juga mengalami nasib serupa dalam mendapatkan penumpang. Pengurangan jumlah operasional armada itu, menurutnya, juga berpengaruh terhadap nasib para sopir dan kondektur bus. Karena dirasa semakin menyulitkan mereka mendapatkan penumpang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terlebih, memasuki musim Lebaran saat ini, mereka seharusnya bisa memanen jumlah penumpang. Namun, harapan itu sepertinya masih redup. “Tidak jarang, di tengah jalan tidak dapat penumpang, atau penumpang hanya sedikit. Mau tidak mau harus kembali lagi ke garasi, atau dioper,” kara Syaiful, sopir pada bus trayek Jember-Surabaya itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perusahaan otobus (PO) terpaksa harus gigit jari lagi kala memasuki musim Lebaran tahun ini. Sebab, sejauh ini, jumlah armada yang beroperasi di jalan masih tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang mereka angkut. Imbasnya, sebagian bus harus ngandang alias tidak melaju di jalan.

Ya, para pengusaha bus terpaksa membatasi jumlah armada yang dioperasikan. Jika biasanya dalam sehari jumlah armada dalam satu PO bisa mengoperasikan 60 hingga 80 armadanya, kini rata-rata hanya mampu menjalankan belasan armada saja. “Karena keberangkatan penumpang sepi, maka jumlah bus yang keluar dari garasi juga semakin sedikit,” ungkap Kepala Garasi PO Borobudur Yanto.

Jumlah itu pun, lanjut dia, harus berbagi dengan PO lainnya yang juga mengalami nasib serupa dalam mendapatkan penumpang. Pengurangan jumlah operasional armada itu, menurutnya, juga berpengaruh terhadap nasib para sopir dan kondektur bus. Karena dirasa semakin menyulitkan mereka mendapatkan penumpang.

Terlebih, memasuki musim Lebaran saat ini, mereka seharusnya bisa memanen jumlah penumpang. Namun, harapan itu sepertinya masih redup. “Tidak jarang, di tengah jalan tidak dapat penumpang, atau penumpang hanya sedikit. Mau tidak mau harus kembali lagi ke garasi, atau dioper,” kara Syaiful, sopir pada bus trayek Jember-Surabaya itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perusahaan otobus (PO) terpaksa harus gigit jari lagi kala memasuki musim Lebaran tahun ini. Sebab, sejauh ini, jumlah armada yang beroperasi di jalan masih tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang mereka angkut. Imbasnya, sebagian bus harus ngandang alias tidak melaju di jalan.

Ya, para pengusaha bus terpaksa membatasi jumlah armada yang dioperasikan. Jika biasanya dalam sehari jumlah armada dalam satu PO bisa mengoperasikan 60 hingga 80 armadanya, kini rata-rata hanya mampu menjalankan belasan armada saja. “Karena keberangkatan penumpang sepi, maka jumlah bus yang keluar dari garasi juga semakin sedikit,” ungkap Kepala Garasi PO Borobudur Yanto.

Jumlah itu pun, lanjut dia, harus berbagi dengan PO lainnya yang juga mengalami nasib serupa dalam mendapatkan penumpang. Pengurangan jumlah operasional armada itu, menurutnya, juga berpengaruh terhadap nasib para sopir dan kondektur bus. Karena dirasa semakin menyulitkan mereka mendapatkan penumpang.

Terlebih, memasuki musim Lebaran saat ini, mereka seharusnya bisa memanen jumlah penumpang. Namun, harapan itu sepertinya masih redup. “Tidak jarang, di tengah jalan tidak dapat penumpang, atau penumpang hanya sedikit. Mau tidak mau harus kembali lagi ke garasi, atau dioper,” kara Syaiful, sopir pada bus trayek Jember-Surabaya itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/