alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Jember Buka Keran Investasi untuk Masyarakat

"Bupati sudah memberikan seluruh wewenang perizinan kepada PTSP, sehingga investasi lebih mudah dan cepat." Hadi Mulyono - Kepala Bappeda Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peningkatan angka pengangguran pada tahun 2020 menjadi pekerjaan rumah yang harus diseriusi Pemkab Jember ke depan. Bila tidak, bisa berdampak pada angka kemiskinan yang terus bertambah dan akan banyak pula warga yang kurang sejahtera dari sisi ekonomi.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan, banyaknya pengangguran pada 2020 sebagian besar memang terjadi akibat pandemi Covid-19. Namun, Halim memandang, meningkatnya pengangguran juga terjadi karena program pemerintah sebelumnya yang tidak memiliki perencanaan matang dalam hal penyediaan lapangan kerja.

Apa yang terjadi pada masa lalu, kiranya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah yang sekarang. “Bagaimanapun, meningkatnya angka pengangguran karena kegagalan pemerintah sebelumnya. Tidak ada konsep perencanaan dalam penyediaan lapangan kerja dan minim perlindungan tenaga kerja,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati M Balya Firjaun Barlaman menanggung beban akibat hal itu, namun Halim menyebut, ke depan perlu langkah serius dengan program yang jelas. “Komitmen untuk menyejahterakan rakyat, salah satunya dengan membuka lowongan kerja. Hal itu tentu harus dengan program,” ulasnya.

Politisi Partai Gerinda itu meminta agar Pemkab Jember serius dalam membuka peluang investasi. “Kalau ada investasi, loker pasti terbuka. Investasi itu banyak macam, misalnya membuat badan usaha baru, memaksimalkan pariwisata, atau hal lain yang membuat warga bisa bekerja,” tuturnya.

Salah satu penopang perputaran ekonomi, lanjut Halim, yakni menggenjot serapan anggaran dari APBD. Semakin minim serapan anggaran, maka program dan serapan tenaga kerjanya juga akan kecil. “Misalnya pembangunan fisik, itu akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Tetapi, kalau serapan anggaran lemah, Silpa akan besar dan kegiatan di masyarakat semakin sedikit,” paparnya.

Pentingnya serapan anggaran juga disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember Hadi Mulyono. Menurutnya, seluruh kegiatan fisik yang bersumber dari APBD akan banyak membutuhkan tenaga kerja. “Kalau semua kegiatan pembangunan jalan, serapan tenaga kerja akan besar. Makanya, Pemkab Jember terus menggenjot serapan anggaran untuk melaksanakan pembangunan. Misalnya infrastruktur jalan, pasti membutuhkan tenaga kerja,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (12/9).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peningkatan angka pengangguran pada tahun 2020 menjadi pekerjaan rumah yang harus diseriusi Pemkab Jember ke depan. Bila tidak, bisa berdampak pada angka kemiskinan yang terus bertambah dan akan banyak pula warga yang kurang sejahtera dari sisi ekonomi.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan, banyaknya pengangguran pada 2020 sebagian besar memang terjadi akibat pandemi Covid-19. Namun, Halim memandang, meningkatnya pengangguran juga terjadi karena program pemerintah sebelumnya yang tidak memiliki perencanaan matang dalam hal penyediaan lapangan kerja.

Apa yang terjadi pada masa lalu, kiranya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah yang sekarang. “Bagaimanapun, meningkatnya angka pengangguran karena kegagalan pemerintah sebelumnya. Tidak ada konsep perencanaan dalam penyediaan lapangan kerja dan minim perlindungan tenaga kerja,” katanya.

Kendati Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati M Balya Firjaun Barlaman menanggung beban akibat hal itu, namun Halim menyebut, ke depan perlu langkah serius dengan program yang jelas. “Komitmen untuk menyejahterakan rakyat, salah satunya dengan membuka lowongan kerja. Hal itu tentu harus dengan program,” ulasnya.

Politisi Partai Gerinda itu meminta agar Pemkab Jember serius dalam membuka peluang investasi. “Kalau ada investasi, loker pasti terbuka. Investasi itu banyak macam, misalnya membuat badan usaha baru, memaksimalkan pariwisata, atau hal lain yang membuat warga bisa bekerja,” tuturnya.

Salah satu penopang perputaran ekonomi, lanjut Halim, yakni menggenjot serapan anggaran dari APBD. Semakin minim serapan anggaran, maka program dan serapan tenaga kerjanya juga akan kecil. “Misalnya pembangunan fisik, itu akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Tetapi, kalau serapan anggaran lemah, Silpa akan besar dan kegiatan di masyarakat semakin sedikit,” paparnya.

Pentingnya serapan anggaran juga disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember Hadi Mulyono. Menurutnya, seluruh kegiatan fisik yang bersumber dari APBD akan banyak membutuhkan tenaga kerja. “Kalau semua kegiatan pembangunan jalan, serapan tenaga kerja akan besar. Makanya, Pemkab Jember terus menggenjot serapan anggaran untuk melaksanakan pembangunan. Misalnya infrastruktur jalan, pasti membutuhkan tenaga kerja,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (12/9).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peningkatan angka pengangguran pada tahun 2020 menjadi pekerjaan rumah yang harus diseriusi Pemkab Jember ke depan. Bila tidak, bisa berdampak pada angka kemiskinan yang terus bertambah dan akan banyak pula warga yang kurang sejahtera dari sisi ekonomi.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan, banyaknya pengangguran pada 2020 sebagian besar memang terjadi akibat pandemi Covid-19. Namun, Halim memandang, meningkatnya pengangguran juga terjadi karena program pemerintah sebelumnya yang tidak memiliki perencanaan matang dalam hal penyediaan lapangan kerja.

Apa yang terjadi pada masa lalu, kiranya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah yang sekarang. “Bagaimanapun, meningkatnya angka pengangguran karena kegagalan pemerintah sebelumnya. Tidak ada konsep perencanaan dalam penyediaan lapangan kerja dan minim perlindungan tenaga kerja,” katanya.

Kendati Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati M Balya Firjaun Barlaman menanggung beban akibat hal itu, namun Halim menyebut, ke depan perlu langkah serius dengan program yang jelas. “Komitmen untuk menyejahterakan rakyat, salah satunya dengan membuka lowongan kerja. Hal itu tentu harus dengan program,” ulasnya.

Politisi Partai Gerinda itu meminta agar Pemkab Jember serius dalam membuka peluang investasi. “Kalau ada investasi, loker pasti terbuka. Investasi itu banyak macam, misalnya membuat badan usaha baru, memaksimalkan pariwisata, atau hal lain yang membuat warga bisa bekerja,” tuturnya.

Salah satu penopang perputaran ekonomi, lanjut Halim, yakni menggenjot serapan anggaran dari APBD. Semakin minim serapan anggaran, maka program dan serapan tenaga kerjanya juga akan kecil. “Misalnya pembangunan fisik, itu akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Tetapi, kalau serapan anggaran lemah, Silpa akan besar dan kegiatan di masyarakat semakin sedikit,” paparnya.

Pentingnya serapan anggaran juga disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember Hadi Mulyono. Menurutnya, seluruh kegiatan fisik yang bersumber dari APBD akan banyak membutuhkan tenaga kerja. “Kalau semua kegiatan pembangunan jalan, serapan tenaga kerja akan besar. Makanya, Pemkab Jember terus menggenjot serapan anggaran untuk melaksanakan pembangunan. Misalnya infrastruktur jalan, pasti membutuhkan tenaga kerja,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (12/9).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/