alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Ini Dia Madu yang Tidak Biasa, Hingga Tenaga Medis Ikut Pesan

Penjualan Madu Jahe Meningkat Layani Penjualan hingga Luar Pulau

Mobile_AP_Rectangle 1

GEBANG, RADARJEMBER.ID – Menjalankan bisnis di saat pandemi memang bukanlah hal mudah. Namun, jika berusaha mencari peluang bisnis dengan tepat, maka tetap bisa bertahan. Seperti halnya bisnis penjualan madu. Saat ini, permintaan akan produk ini justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Nah, inovasi ini dilakukan oleh Muhammad Arif Ismail Sugiarto. Pengusaha UMKM yang beralamat di Jalan Merak 64, Gebang, ini patut diacungi jempol. Kekayaan alam berupa madu dan jahe dia olah menjadi minuman herbal yang sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Madu yang berasal dari Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, dan Desa Cumedak, Kecamatan Ledokombo, dia campur dengan tanaman jahe. Dan hasilnya luar biasa. Minuman madu yang dicampur jahe terasa hangat di badan saat kita meminumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pada awalnya saya melakukan inovasi mencampur madu dan jahe untuk kebutuhan keluarga. Namun, setelah terasa khasiatnya, saya mencoba memasarkan produk saya ke konsumen. Alhamdulillah, tanggapan konsumen luar biasa,” ungkap Arif.

Saat ini, permintaan produksi madu jahe sudah mencapai luar daerah, bahkan sampai ke Bali. Konsumennya tidak saja dari masyarakat biasa, namun beberapa tenaga medis juga banyak yang memesannya.

- Advertisement -

GEBANG, RADARJEMBER.ID – Menjalankan bisnis di saat pandemi memang bukanlah hal mudah. Namun, jika berusaha mencari peluang bisnis dengan tepat, maka tetap bisa bertahan. Seperti halnya bisnis penjualan madu. Saat ini, permintaan akan produk ini justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Nah, inovasi ini dilakukan oleh Muhammad Arif Ismail Sugiarto. Pengusaha UMKM yang beralamat di Jalan Merak 64, Gebang, ini patut diacungi jempol. Kekayaan alam berupa madu dan jahe dia olah menjadi minuman herbal yang sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Madu yang berasal dari Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, dan Desa Cumedak, Kecamatan Ledokombo, dia campur dengan tanaman jahe. Dan hasilnya luar biasa. Minuman madu yang dicampur jahe terasa hangat di badan saat kita meminumnya.

“Pada awalnya saya melakukan inovasi mencampur madu dan jahe untuk kebutuhan keluarga. Namun, setelah terasa khasiatnya, saya mencoba memasarkan produk saya ke konsumen. Alhamdulillah, tanggapan konsumen luar biasa,” ungkap Arif.

Saat ini, permintaan produksi madu jahe sudah mencapai luar daerah, bahkan sampai ke Bali. Konsumennya tidak saja dari masyarakat biasa, namun beberapa tenaga medis juga banyak yang memesannya.

GEBANG, RADARJEMBER.ID – Menjalankan bisnis di saat pandemi memang bukanlah hal mudah. Namun, jika berusaha mencari peluang bisnis dengan tepat, maka tetap bisa bertahan. Seperti halnya bisnis penjualan madu. Saat ini, permintaan akan produk ini justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Nah, inovasi ini dilakukan oleh Muhammad Arif Ismail Sugiarto. Pengusaha UMKM yang beralamat di Jalan Merak 64, Gebang, ini patut diacungi jempol. Kekayaan alam berupa madu dan jahe dia olah menjadi minuman herbal yang sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Madu yang berasal dari Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, dan Desa Cumedak, Kecamatan Ledokombo, dia campur dengan tanaman jahe. Dan hasilnya luar biasa. Minuman madu yang dicampur jahe terasa hangat di badan saat kita meminumnya.

“Pada awalnya saya melakukan inovasi mencampur madu dan jahe untuk kebutuhan keluarga. Namun, setelah terasa khasiatnya, saya mencoba memasarkan produk saya ke konsumen. Alhamdulillah, tanggapan konsumen luar biasa,” ungkap Arif.

Saat ini, permintaan produksi madu jahe sudah mencapai luar daerah, bahkan sampai ke Bali. Konsumennya tidak saja dari masyarakat biasa, namun beberapa tenaga medis juga banyak yang memesannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/