alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Inflasi Tinggi, Rupiah Melemah

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Posisi nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, melemah di tengah tekanan inflasi global yang masih tinggi pada Selasa pagi.

BACA JUGA : Senam Artistik Pesimistis Tatap Porprov 2023

Rupiah pagi ini bergerak melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.985 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.975 per dolar AS.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Nilai tukar rupiah mungkin bisa melemah terhadap dolar AS hari ini dengan sentimen The Fed yang makin menguat dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi meninggi,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ariston mengatakan, pelaku pasar berekspektasi besar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada Juli ini sebesar 75 basis poin dan pada September 50 basis poin.

“Tekanan inflasi yang masih tinggi dan situasi ketenagakerjaan yang membaik di AS mendorong ekspektasi tersebut,” ujarnya.

Data inflasi konsumen AS pada Juni yang akan dirilis hari Kamis ini diekspektasi akan mencetak rekor tertinggi baru dalam 49 tahun yaitu sebesar 8,8 persen.

Ariston menilai agresivitas The Fed dalam menaikkan suku bunga itu melebihi bank sentral lainnya, mendorong penguatan dolar AS.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Posisi nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, melemah di tengah tekanan inflasi global yang masih tinggi pada Selasa pagi.

BACA JUGA : Senam Artistik Pesimistis Tatap Porprov 2023

Rupiah pagi ini bergerak melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.985 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.975 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah mungkin bisa melemah terhadap dolar AS hari ini dengan sentimen The Fed yang makin menguat dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi meninggi,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ariston mengatakan, pelaku pasar berekspektasi besar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada Juli ini sebesar 75 basis poin dan pada September 50 basis poin.

“Tekanan inflasi yang masih tinggi dan situasi ketenagakerjaan yang membaik di AS mendorong ekspektasi tersebut,” ujarnya.

Data inflasi konsumen AS pada Juni yang akan dirilis hari Kamis ini diekspektasi akan mencetak rekor tertinggi baru dalam 49 tahun yaitu sebesar 8,8 persen.

Ariston menilai agresivitas The Fed dalam menaikkan suku bunga itu melebihi bank sentral lainnya, mendorong penguatan dolar AS.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Posisi nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, melemah di tengah tekanan inflasi global yang masih tinggi pada Selasa pagi.

BACA JUGA : Senam Artistik Pesimistis Tatap Porprov 2023

Rupiah pagi ini bergerak melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.985 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.975 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah mungkin bisa melemah terhadap dolar AS hari ini dengan sentimen The Fed yang makin menguat dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi meninggi,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ariston mengatakan, pelaku pasar berekspektasi besar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), akan kembali menaikkan suku bunga acuannya pada Juli ini sebesar 75 basis poin dan pada September 50 basis poin.

“Tekanan inflasi yang masih tinggi dan situasi ketenagakerjaan yang membaik di AS mendorong ekspektasi tersebut,” ujarnya.

Data inflasi konsumen AS pada Juni yang akan dirilis hari Kamis ini diekspektasi akan mencetak rekor tertinggi baru dalam 49 tahun yaitu sebesar 8,8 persen.

Ariston menilai agresivitas The Fed dalam menaikkan suku bunga itu melebihi bank sentral lainnya, mendorong penguatan dolar AS.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/