alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Pertahankan Ciri Khas Jadul Bertahan Hingga sekarang

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, RADARJEMBER.ID – Di kawasan Pecinan Kota Malang, terselip di bangunan lawas di Jalan Pasar Besar Nomor 30B, terdapat sebuah toko kue mungil dan sukses menarik hati siapa saja saat melintas di jalan tersebut.

BACA JUGA : Bila Santri Jatim Belajar ke Al-Azhar

Arsitektur vintage menjadi kesan pertama saat melihat toko kue ini. Toko Madjoe namanya, dari pertama berdiri tahun 1935, tampilan toko menjual aneka kue kering ini tidak berubah sama sekali.

Mobile_AP_Rectangle 2

Toko tersebut memiliki pintu selebar kira-kira 1,5 meter diapit jendela kaca di sebelah kanan dan kiri, baik pintu maupun jendela terbuat dari kayu namun masih terlihat awet. Lantai dari ubin kuning khas masa lalu, sengaja tidak diganti oleh pemiliki toko tersebut.

Saat menengok ke dalam toko, akan nampak rak berisi deretan toples kaca dan terkesan jadul. Bukan toples seperti biasa, pemilik Toko Madjoe menceritakan jika toples tokonya berasal dari zaman penjajahan Belanda.

Bukan tanpa alasan mengapa Toko Madjoe memilih toples jadul tersebut untuk menyimpan kue kering.Sebab toples bulat lebar yang terbuat dari kaca itu bisa membuat kue tetap fresh atau dalam bahasa Jawa biasa disebut ‘melempem”.

- Advertisement -

MALANG, RADARJEMBER.ID – Di kawasan Pecinan Kota Malang, terselip di bangunan lawas di Jalan Pasar Besar Nomor 30B, terdapat sebuah toko kue mungil dan sukses menarik hati siapa saja saat melintas di jalan tersebut.

BACA JUGA : Bila Santri Jatim Belajar ke Al-Azhar

Arsitektur vintage menjadi kesan pertama saat melihat toko kue ini. Toko Madjoe namanya, dari pertama berdiri tahun 1935, tampilan toko menjual aneka kue kering ini tidak berubah sama sekali.

Toko tersebut memiliki pintu selebar kira-kira 1,5 meter diapit jendela kaca di sebelah kanan dan kiri, baik pintu maupun jendela terbuat dari kayu namun masih terlihat awet. Lantai dari ubin kuning khas masa lalu, sengaja tidak diganti oleh pemiliki toko tersebut.

Saat menengok ke dalam toko, akan nampak rak berisi deretan toples kaca dan terkesan jadul. Bukan toples seperti biasa, pemilik Toko Madjoe menceritakan jika toples tokonya berasal dari zaman penjajahan Belanda.

Bukan tanpa alasan mengapa Toko Madjoe memilih toples jadul tersebut untuk menyimpan kue kering.Sebab toples bulat lebar yang terbuat dari kaca itu bisa membuat kue tetap fresh atau dalam bahasa Jawa biasa disebut ‘melempem”.

MALANG, RADARJEMBER.ID – Di kawasan Pecinan Kota Malang, terselip di bangunan lawas di Jalan Pasar Besar Nomor 30B, terdapat sebuah toko kue mungil dan sukses menarik hati siapa saja saat melintas di jalan tersebut.

BACA JUGA : Bila Santri Jatim Belajar ke Al-Azhar

Arsitektur vintage menjadi kesan pertama saat melihat toko kue ini. Toko Madjoe namanya, dari pertama berdiri tahun 1935, tampilan toko menjual aneka kue kering ini tidak berubah sama sekali.

Toko tersebut memiliki pintu selebar kira-kira 1,5 meter diapit jendela kaca di sebelah kanan dan kiri, baik pintu maupun jendela terbuat dari kayu namun masih terlihat awet. Lantai dari ubin kuning khas masa lalu, sengaja tidak diganti oleh pemiliki toko tersebut.

Saat menengok ke dalam toko, akan nampak rak berisi deretan toples kaca dan terkesan jadul. Bukan toples seperti biasa, pemilik Toko Madjoe menceritakan jika toples tokonya berasal dari zaman penjajahan Belanda.

Bukan tanpa alasan mengapa Toko Madjoe memilih toples jadul tersebut untuk menyimpan kue kering.Sebab toples bulat lebar yang terbuat dari kaca itu bisa membuat kue tetap fresh atau dalam bahasa Jawa biasa disebut ‘melempem”.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/