alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Perlu Event Tingkatkan Okupansi Hotel

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, tingkat hunian hotel memang sangat dipengaruhi oleh kegiatan tertentu yang dilaksanakan oleh pemerintah, atau berkaitan dengan hari aktif kerja dan lain-lain. “Jadi, memang kita berpatokan pada jadwal event dari pemerintah, sehingga teman-teman di perhotelan sudah siap ketika ada lonjakan pengunjung hotel,” terangnya.

Terlebih, saat ini kondisi pandemi Covid-19 sudah melandai. Aktivitas masyarakat mulai dari wisata hingga perjalanan sudah tidak lagi dibatasi. “Jadi, cukup menjadi indikator naiknya jumlah TPK di Jember,” paparnya.

Dia mengatakan, memang setiap tahun pada bulan Februari jumlah TPK selalu mengalami penurunan, termasuk pada tahun ini. Hal tersebut berkaitan dengan aktivitas masyarakat, seperti hari kerja, seminar, rapat, dan lainnya. “Setiap tahun pada Februari jumlah TPK memang turun. Jadi, siklusnya Januari naik, Februari turun, baru Maret naik, kemudian memasuki bulan puasa mengalami penurunan, baru mendekati Idul Fitri naik lagi,” pungkasnya. (mg6/c2/dwi)

Mobile_AP_Rectangle 2

 

- Advertisement -

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, tingkat hunian hotel memang sangat dipengaruhi oleh kegiatan tertentu yang dilaksanakan oleh pemerintah, atau berkaitan dengan hari aktif kerja dan lain-lain. “Jadi, memang kita berpatokan pada jadwal event dari pemerintah, sehingga teman-teman di perhotelan sudah siap ketika ada lonjakan pengunjung hotel,” terangnya.

Terlebih, saat ini kondisi pandemi Covid-19 sudah melandai. Aktivitas masyarakat mulai dari wisata hingga perjalanan sudah tidak lagi dibatasi. “Jadi, cukup menjadi indikator naiknya jumlah TPK di Jember,” paparnya.

Dia mengatakan, memang setiap tahun pada bulan Februari jumlah TPK selalu mengalami penurunan, termasuk pada tahun ini. Hal tersebut berkaitan dengan aktivitas masyarakat, seperti hari kerja, seminar, rapat, dan lainnya. “Setiap tahun pada Februari jumlah TPK memang turun. Jadi, siklusnya Januari naik, Februari turun, baru Maret naik, kemudian memasuki bulan puasa mengalami penurunan, baru mendekati Idul Fitri naik lagi,” pungkasnya. (mg6/c2/dwi)

 

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, tingkat hunian hotel memang sangat dipengaruhi oleh kegiatan tertentu yang dilaksanakan oleh pemerintah, atau berkaitan dengan hari aktif kerja dan lain-lain. “Jadi, memang kita berpatokan pada jadwal event dari pemerintah, sehingga teman-teman di perhotelan sudah siap ketika ada lonjakan pengunjung hotel,” terangnya.

Terlebih, saat ini kondisi pandemi Covid-19 sudah melandai. Aktivitas masyarakat mulai dari wisata hingga perjalanan sudah tidak lagi dibatasi. “Jadi, cukup menjadi indikator naiknya jumlah TPK di Jember,” paparnya.

Dia mengatakan, memang setiap tahun pada bulan Februari jumlah TPK selalu mengalami penurunan, termasuk pada tahun ini. Hal tersebut berkaitan dengan aktivitas masyarakat, seperti hari kerja, seminar, rapat, dan lainnya. “Setiap tahun pada Februari jumlah TPK memang turun. Jadi, siklusnya Januari naik, Februari turun, baru Maret naik, kemudian memasuki bulan puasa mengalami penurunan, baru mendekati Idul Fitri naik lagi,” pungkasnya. (mg6/c2/dwi)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/