alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Pasca-Lebaran Harga Bahan Pangan Malah Naik

Mobile_AP_Rectangle 1

Lain lagi dengan harga cabai merah kecil dan bawang merah. Diketahui dari salah satu pedagang, Katiyem, harga bahan pangan tersebut malah naik. Cabai rawit dari harga Rp 26 ribu per kilogram, sekarang menyentuh Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah yang sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram. “Setelah Lebaran stoknya menipis, sehingga harganya melonjak,” terangnya.

Leon Lazuardy, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, saat dikonfirmasi menyatakan, tidak semua bahan pokok dan penting (bapokting) dalam keadaan stabil. “Untuk bapokting yang dapat disediakan oleh BUMN, seperti beras, minyak goreng, tepung, mungkin mudah untuk distabilkan, tinggal menambah supply, membanjiri stok, atau penetrasi pasar, lalu harga akan stabil,” jelasnya melalui pesan singkat.

Dia menambahkan, untuk bapokting yang diperoleh dari petani atau peternak, tentunya akan lebih sulit dalam penstabilan harga. Bapokting ini seperti daging, telur, cabai, dan bawang. Sebab, lanjut Leon, mekanisme pembentukan harga pasar mengikuti ketersediaan atau stok yang ada. Apakah hal itu berbanding lurus dengan permintaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, dia mengatakan, Disperindag akan lebih fokus pada ketersediaan bapokting terlebih dulu pasca-Lebaran. Ini dilakukan agar supply bisa mencukupi demand. “Kami target dua minggu pasca-Lebaran harga akan berangsur normal,” tutupnya. (mg8/c2/dwi)

- Advertisement -

Lain lagi dengan harga cabai merah kecil dan bawang merah. Diketahui dari salah satu pedagang, Katiyem, harga bahan pangan tersebut malah naik. Cabai rawit dari harga Rp 26 ribu per kilogram, sekarang menyentuh Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah yang sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram. “Setelah Lebaran stoknya menipis, sehingga harganya melonjak,” terangnya.

Leon Lazuardy, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, saat dikonfirmasi menyatakan, tidak semua bahan pokok dan penting (bapokting) dalam keadaan stabil. “Untuk bapokting yang dapat disediakan oleh BUMN, seperti beras, minyak goreng, tepung, mungkin mudah untuk distabilkan, tinggal menambah supply, membanjiri stok, atau penetrasi pasar, lalu harga akan stabil,” jelasnya melalui pesan singkat.

Dia menambahkan, untuk bapokting yang diperoleh dari petani atau peternak, tentunya akan lebih sulit dalam penstabilan harga. Bapokting ini seperti daging, telur, cabai, dan bawang. Sebab, lanjut Leon, mekanisme pembentukan harga pasar mengikuti ketersediaan atau stok yang ada. Apakah hal itu berbanding lurus dengan permintaan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Disperindag akan lebih fokus pada ketersediaan bapokting terlebih dulu pasca-Lebaran. Ini dilakukan agar supply bisa mencukupi demand. “Kami target dua minggu pasca-Lebaran harga akan berangsur normal,” tutupnya. (mg8/c2/dwi)

Lain lagi dengan harga cabai merah kecil dan bawang merah. Diketahui dari salah satu pedagang, Katiyem, harga bahan pangan tersebut malah naik. Cabai rawit dari harga Rp 26 ribu per kilogram, sekarang menyentuh Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah yang sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram. “Setelah Lebaran stoknya menipis, sehingga harganya melonjak,” terangnya.

Leon Lazuardy, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, saat dikonfirmasi menyatakan, tidak semua bahan pokok dan penting (bapokting) dalam keadaan stabil. “Untuk bapokting yang dapat disediakan oleh BUMN, seperti beras, minyak goreng, tepung, mungkin mudah untuk distabilkan, tinggal menambah supply, membanjiri stok, atau penetrasi pasar, lalu harga akan stabil,” jelasnya melalui pesan singkat.

Dia menambahkan, untuk bapokting yang diperoleh dari petani atau peternak, tentunya akan lebih sulit dalam penstabilan harga. Bapokting ini seperti daging, telur, cabai, dan bawang. Sebab, lanjut Leon, mekanisme pembentukan harga pasar mengikuti ketersediaan atau stok yang ada. Apakah hal itu berbanding lurus dengan permintaan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Disperindag akan lebih fokus pada ketersediaan bapokting terlebih dulu pasca-Lebaran. Ini dilakukan agar supply bisa mencukupi demand. “Kami target dua minggu pasca-Lebaran harga akan berangsur normal,” tutupnya. (mg8/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/