alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Sehari Terkirim Rp 500 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aturan pelarangan mudik rupanya berdampak banyak pada sektor jasa pengiriman barang. Tren pengiriman barang melonjak dibanding hari-hari biasa. Termasuk pengiriman uang melalui jasa wesel pos. Diprediksi, masyarakat yang tidak mudik memilih mengirimkan barang atau uang kepada sanak saudaranya di kampung halaman melalui jasa ekspedisi.

Manajer Penjualan Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia di Jember Astried Nadia Mayasari mengungkapkan, aktivitas pengiriman barang mengalami peningkatan sebanyak 35-50 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Pengiriman masih didominasi oleh aktivitas konsumsi masyarakat melalui e-commerce, baik pengiriman lokal maupun luar daerah. Umumnya, barang berupa baju dan jenis busana lainnya. “Masih didominasi oleh aktivitas jual beli barang-barang online,” ungkap Astried, kemarin (11/5).

Selain jenis sandang, lanjut Astried, barang-barang yang umum dikirim berupa paket makanan. Ekspedisi luar negeri juga meningkat. Didominasi oleh pengiriman uang melalui wasel pos. “Banyak TKI yang tidak bisa pulang. Akhirnya, hanya mengirimkan uang melalui pos. Ini hampir setiap hari ada,” tambah Astried.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam sehari, Astried mengungkapkan, pengambilan uang melalui wesel bisa mencapai Rp 500 juta. Jumlah ini bisa meningkat tajam menjelang Lebaran. Meski di internal, jelas Lebaran ini SDM yang beroperasi cenderung berkurang. “Namun masih teratasi. Jadi, pakai sistem shifting. Dan walaupun libur, masih masuk. Sampai saat ini kami mengoptimalkan sumber daya yang ada,” tuturnya.

Mengantisipasi kurangnya kendaraan, Astried menuturkan, pihaknya mengoptimalkan armada yang ada untuk beroperasi. “Mungkin bisa sampai dua kali pengiriman. Jadi, kami benar-benar memaksimalkannya,” imbuhnya.

Hal serupa juga terjadi pada penyedia jasa distribusi yang lain. Head Sales Marketing JNE Agung Fathur Rahman menjelaskan, pengiriman mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Jumlahnya bisa mencapai 17-18 persen. Jika dibandingkan bulan puasa tahun lalu, saat ini juga mengalami peningkatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aturan pelarangan mudik rupanya berdampak banyak pada sektor jasa pengiriman barang. Tren pengiriman barang melonjak dibanding hari-hari biasa. Termasuk pengiriman uang melalui jasa wesel pos. Diprediksi, masyarakat yang tidak mudik memilih mengirimkan barang atau uang kepada sanak saudaranya di kampung halaman melalui jasa ekspedisi.

Manajer Penjualan Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia di Jember Astried Nadia Mayasari mengungkapkan, aktivitas pengiriman barang mengalami peningkatan sebanyak 35-50 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Pengiriman masih didominasi oleh aktivitas konsumsi masyarakat melalui e-commerce, baik pengiriman lokal maupun luar daerah. Umumnya, barang berupa baju dan jenis busana lainnya. “Masih didominasi oleh aktivitas jual beli barang-barang online,” ungkap Astried, kemarin (11/5).

Selain jenis sandang, lanjut Astried, barang-barang yang umum dikirim berupa paket makanan. Ekspedisi luar negeri juga meningkat. Didominasi oleh pengiriman uang melalui wasel pos. “Banyak TKI yang tidak bisa pulang. Akhirnya, hanya mengirimkan uang melalui pos. Ini hampir setiap hari ada,” tambah Astried.

Dalam sehari, Astried mengungkapkan, pengambilan uang melalui wesel bisa mencapai Rp 500 juta. Jumlah ini bisa meningkat tajam menjelang Lebaran. Meski di internal, jelas Lebaran ini SDM yang beroperasi cenderung berkurang. “Namun masih teratasi. Jadi, pakai sistem shifting. Dan walaupun libur, masih masuk. Sampai saat ini kami mengoptimalkan sumber daya yang ada,” tuturnya.

Mengantisipasi kurangnya kendaraan, Astried menuturkan, pihaknya mengoptimalkan armada yang ada untuk beroperasi. “Mungkin bisa sampai dua kali pengiriman. Jadi, kami benar-benar memaksimalkannya,” imbuhnya.

Hal serupa juga terjadi pada penyedia jasa distribusi yang lain. Head Sales Marketing JNE Agung Fathur Rahman menjelaskan, pengiriman mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Jumlahnya bisa mencapai 17-18 persen. Jika dibandingkan bulan puasa tahun lalu, saat ini juga mengalami peningkatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aturan pelarangan mudik rupanya berdampak banyak pada sektor jasa pengiriman barang. Tren pengiriman barang melonjak dibanding hari-hari biasa. Termasuk pengiriman uang melalui jasa wesel pos. Diprediksi, masyarakat yang tidak mudik memilih mengirimkan barang atau uang kepada sanak saudaranya di kampung halaman melalui jasa ekspedisi.

Manajer Penjualan Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia di Jember Astried Nadia Mayasari mengungkapkan, aktivitas pengiriman barang mengalami peningkatan sebanyak 35-50 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Pengiriman masih didominasi oleh aktivitas konsumsi masyarakat melalui e-commerce, baik pengiriman lokal maupun luar daerah. Umumnya, barang berupa baju dan jenis busana lainnya. “Masih didominasi oleh aktivitas jual beli barang-barang online,” ungkap Astried, kemarin (11/5).

Selain jenis sandang, lanjut Astried, barang-barang yang umum dikirim berupa paket makanan. Ekspedisi luar negeri juga meningkat. Didominasi oleh pengiriman uang melalui wasel pos. “Banyak TKI yang tidak bisa pulang. Akhirnya, hanya mengirimkan uang melalui pos. Ini hampir setiap hari ada,” tambah Astried.

Dalam sehari, Astried mengungkapkan, pengambilan uang melalui wesel bisa mencapai Rp 500 juta. Jumlah ini bisa meningkat tajam menjelang Lebaran. Meski di internal, jelas Lebaran ini SDM yang beroperasi cenderung berkurang. “Namun masih teratasi. Jadi, pakai sistem shifting. Dan walaupun libur, masih masuk. Sampai saat ini kami mengoptimalkan sumber daya yang ada,” tuturnya.

Mengantisipasi kurangnya kendaraan, Astried menuturkan, pihaknya mengoptimalkan armada yang ada untuk beroperasi. “Mungkin bisa sampai dua kali pengiriman. Jadi, kami benar-benar memaksimalkannya,” imbuhnya.

Hal serupa juga terjadi pada penyedia jasa distribusi yang lain. Head Sales Marketing JNE Agung Fathur Rahman menjelaskan, pengiriman mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Jumlahnya bisa mencapai 17-18 persen. Jika dibandingkan bulan puasa tahun lalu, saat ini juga mengalami peningkatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/