alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Kelegaan Para Pedagang Daging Sapi

Harga Naik, Permintaan Tinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lintas di sekitaran Pasar Tanjung begitu macet, kemarin (11/5) siang. Terik matahari begitu menyengat tak membuat masyarakat patah semangat untuk tetap berjibaku membeli barang-barang persiapan Lebaran. Otomatis, hal itu juga terjadi di dalam pasar. Begitu ramai meski matahari tepat di atas kepala.

Siang itu, Amah, salah seorang pedagang daging sapi, tampak kewalahan meladeni pembeli yang berdatangan tanpa jeda. Bahkan, tak tampak daging yang digantung lantaran sudah ludes terjual. “Berapa dagingnya, Bu?” tanya salah seorang pembeli. “Rp 135 ribu, monggo mau beli berapa,” timpalnya.

Warga di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kepatihan, itu menjelaskan bahwa jumlah pembeli mulai meningkat sejak Senin (10/5) lalu. Warga kelahiran 1959 tersebut menerangkan, harga daging sapi baru naik menjelang Lebaran ini. Padahal, biasanya harganya tetap stabil.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, kemarin pihaknya harus lembur untuk memenuhi kebutuhan para pembeli. “Biasanya mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul 15.00 sore. Tapi, kemarin lembur sampai pukul 21.00 malam,” ulasnya. Bahkan, dagingnya harus didatangkan dari luar kecamatan, yakni Kecamatan Sukorambi.

Amah menerangkan bahwa para pedagang daging sapi bisa bernapas lega kali ini. Sebab, daya beli masyarakat naik jika dibandingkan pada saat pandemi. “Sebenarnya pandemi ini harganya stabil, tapi daya beli menurun karena banyak orang yang takut pergi ke pasar,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lintas di sekitaran Pasar Tanjung begitu macet, kemarin (11/5) siang. Terik matahari begitu menyengat tak membuat masyarakat patah semangat untuk tetap berjibaku membeli barang-barang persiapan Lebaran. Otomatis, hal itu juga terjadi di dalam pasar. Begitu ramai meski matahari tepat di atas kepala.

Siang itu, Amah, salah seorang pedagang daging sapi, tampak kewalahan meladeni pembeli yang berdatangan tanpa jeda. Bahkan, tak tampak daging yang digantung lantaran sudah ludes terjual. “Berapa dagingnya, Bu?” tanya salah seorang pembeli. “Rp 135 ribu, monggo mau beli berapa,” timpalnya.

Warga di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kepatihan, itu menjelaskan bahwa jumlah pembeli mulai meningkat sejak Senin (10/5) lalu. Warga kelahiran 1959 tersebut menerangkan, harga daging sapi baru naik menjelang Lebaran ini. Padahal, biasanya harganya tetap stabil.

Bahkan, kemarin pihaknya harus lembur untuk memenuhi kebutuhan para pembeli. “Biasanya mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul 15.00 sore. Tapi, kemarin lembur sampai pukul 21.00 malam,” ulasnya. Bahkan, dagingnya harus didatangkan dari luar kecamatan, yakni Kecamatan Sukorambi.

Amah menerangkan bahwa para pedagang daging sapi bisa bernapas lega kali ini. Sebab, daya beli masyarakat naik jika dibandingkan pada saat pandemi. “Sebenarnya pandemi ini harganya stabil, tapi daya beli menurun karena banyak orang yang takut pergi ke pasar,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lalu lintas di sekitaran Pasar Tanjung begitu macet, kemarin (11/5) siang. Terik matahari begitu menyengat tak membuat masyarakat patah semangat untuk tetap berjibaku membeli barang-barang persiapan Lebaran. Otomatis, hal itu juga terjadi di dalam pasar. Begitu ramai meski matahari tepat di atas kepala.

Siang itu, Amah, salah seorang pedagang daging sapi, tampak kewalahan meladeni pembeli yang berdatangan tanpa jeda. Bahkan, tak tampak daging yang digantung lantaran sudah ludes terjual. “Berapa dagingnya, Bu?” tanya salah seorang pembeli. “Rp 135 ribu, monggo mau beli berapa,” timpalnya.

Warga di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kepatihan, itu menjelaskan bahwa jumlah pembeli mulai meningkat sejak Senin (10/5) lalu. Warga kelahiran 1959 tersebut menerangkan, harga daging sapi baru naik menjelang Lebaran ini. Padahal, biasanya harganya tetap stabil.

Bahkan, kemarin pihaknya harus lembur untuk memenuhi kebutuhan para pembeli. “Biasanya mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul 15.00 sore. Tapi, kemarin lembur sampai pukul 21.00 malam,” ulasnya. Bahkan, dagingnya harus didatangkan dari luar kecamatan, yakni Kecamatan Sukorambi.

Amah menerangkan bahwa para pedagang daging sapi bisa bernapas lega kali ini. Sebab, daya beli masyarakat naik jika dibandingkan pada saat pandemi. “Sebenarnya pandemi ini harganya stabil, tapi daya beli menurun karena banyak orang yang takut pergi ke pasar,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/