alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Berhenti di Terminal, Tarik Penumpang di Trotoar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terminal sudah lama menjadi tempat pemberhentian bus. Sejak di bangku sekolah pun telah diajarkan bahwa terminal juga menjadi lokasi naik dan turunnya penumpang. Namun, pelajaran sekolah itu tidak diterapkan para orang dewasa. Seperti yang terjadi di Terminal Tawang Alun. Bukan sekali saja, tapi berkali-kali dan rasanya jadi kebiasaan.

Padahal, Terminal Tipe A Tawang Alun menjadi yang terbesar di Kabupaten Jember. Setiap harinya terdapat 500-700 orang yang menggunakan jasa angkutan di Terminal Tawang Alun. Baik tujuan luar kabupaten, maupun ke luar provinsi. Kepala Terminal Tipe A Tawang Alun Pudjiono mengatakan, armada yang tersedia di terminal hampir melayani semua tujuan, termasuk luar pulau.

Dia juga menyebut, pelayanan penumpang juga harus di dalam terminal. “Semua angkutan umum harus masuk terminal,” tegas Pudjiono. Hal ini telah diatur oleh Kementerian Perhubungan untuk semua terminal bus di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Namun, karena keterbatasan fasilitas terminal, banyak agen bus membuka pelayanan di pinggir jalan yang berada di luar terminal.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terminal sudah lama menjadi tempat pemberhentian bus. Sejak di bangku sekolah pun telah diajarkan bahwa terminal juga menjadi lokasi naik dan turunnya penumpang. Namun, pelajaran sekolah itu tidak diterapkan para orang dewasa. Seperti yang terjadi di Terminal Tawang Alun. Bukan sekali saja, tapi berkali-kali dan rasanya jadi kebiasaan.

Padahal, Terminal Tipe A Tawang Alun menjadi yang terbesar di Kabupaten Jember. Setiap harinya terdapat 500-700 orang yang menggunakan jasa angkutan di Terminal Tawang Alun. Baik tujuan luar kabupaten, maupun ke luar provinsi. Kepala Terminal Tipe A Tawang Alun Pudjiono mengatakan, armada yang tersedia di terminal hampir melayani semua tujuan, termasuk luar pulau.

Dia juga menyebut, pelayanan penumpang juga harus di dalam terminal. “Semua angkutan umum harus masuk terminal,” tegas Pudjiono. Hal ini telah diatur oleh Kementerian Perhubungan untuk semua terminal bus di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Namun, karena keterbatasan fasilitas terminal, banyak agen bus membuka pelayanan di pinggir jalan yang berada di luar terminal.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terminal sudah lama menjadi tempat pemberhentian bus. Sejak di bangku sekolah pun telah diajarkan bahwa terminal juga menjadi lokasi naik dan turunnya penumpang. Namun, pelajaran sekolah itu tidak diterapkan para orang dewasa. Seperti yang terjadi di Terminal Tawang Alun. Bukan sekali saja, tapi berkali-kali dan rasanya jadi kebiasaan.

Padahal, Terminal Tipe A Tawang Alun menjadi yang terbesar di Kabupaten Jember. Setiap harinya terdapat 500-700 orang yang menggunakan jasa angkutan di Terminal Tawang Alun. Baik tujuan luar kabupaten, maupun ke luar provinsi. Kepala Terminal Tipe A Tawang Alun Pudjiono mengatakan, armada yang tersedia di terminal hampir melayani semua tujuan, termasuk luar pulau.

Dia juga menyebut, pelayanan penumpang juga harus di dalam terminal. “Semua angkutan umum harus masuk terminal,” tegas Pudjiono. Hal ini telah diatur oleh Kementerian Perhubungan untuk semua terminal bus di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Namun, karena keterbatasan fasilitas terminal, banyak agen bus membuka pelayanan di pinggir jalan yang berada di luar terminal.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/