Bingung Memulai Usaha ? Pilih Bisnis Ini Saja

Budidaya Perikanan Pilihan M. Arif Sugiartani

JOMBANG, RADARJEMBER.ID – SEJAK adanya Covid-19, semua sektor ekonomi terkena imbasnya. Tapi, ada bisnis mujarab yang tangguh di segala kondisi. Bahkan di masa paceklik sekalipun. Termasuk di musim Covid-19 ini.

Seperti yang dijalankan oleh M Arif Sugiartani ini, misalnya. Pria asal Dusun Krajan, Desa Keting, Kecamatan Jombang, itu memiliki bisnis di bidang budi daya perikanan. Bahkan, ia telah membina dan membangun kemitraan dengan 100 lebih warga yang masing-masing dari mereka memiliki kolam di sekitar rumahnya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, pria 39 tahun ini mengisahkan perjalanan merintis bisnisnya itu. Pada 2012 lalu, Arif awalnya hanya menjalankan bisnis pakan ikan. Inisiatif itu muncul karena pakan ikan di pasaran kala itu terbilang mahal.

Seiring berjalannya waktu, ia juga mulai menggandeng pihak ketiga dari perbankan untuk menjalankan program kemitraan terpadu. “Karena budi daya ikan sebagai bagian dari kebutuhan pokok, saya melihat ini ada peluang besar,” katanya.

Benar saja, tepat pada 2018 lalu, bisnisnya mulai berkembang. Dari yang sebelumnya penjual pakan ikan, juga menjadi pembudi daya ikan. Bahkan. ia bekerja sama dan mendapat pembinaan khusus dari Dinas Perikanan Budi Daya Air Payau Jepara, Jawa Tengah. Dari situ ia mulai mendapatkan model budi daya secara lebih modern dengan teknologi budi daya ikan. “Awalnya pembinaan di kami itu kelompok. Lambat laun makin berkembang. Bahkan saya awalnya hanya berupa CV, kini berganti PT,” ujar pria yang juga direktur atas perusahaannya yang bernama PT Timoer Mandiri itu.

Tak berhenti di situ. Selang setahun berikutnya, bisnisnya juga merambah ke teknologi budi daya, pembenihan, pembesaran, produksi, dan pakan. Nah, ketika ada Covid-19, Maret 2020 lalu, Arif mengaku bisnisnya sempat goyah. Namun, dua tiga bulan kemudian ia sudah kembali tancap gas. Dari situlah ide tentang kampung ikan itu muncul. Yakni, Arif melibatkan puluhan warga sekitar rumahnya dalam hal budi daya. Dan kebanyakan dari mereka merasakan dampak pandemi.

Tak hanya menggerakkan warga di sekitar rumah, berkat jaringan yang dimiliki Arif menghubungkan warga binaannya itu ke salah satu bank konvensional yang memiliki program pinjaman lunak dengan bunga jauh lebih ringan. Tak ketinggalan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemerintah desa setempat juga ia libatkan. Dari situ, Arif menyediakan tenaga khusus yang memberikan pendampingan terhadap warga di sekitarnya.