alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Bagaimana Cara Bangkit Bagi Kehidupan Di Terminal, Ada Solusi ?

Kehidupan Terminal Kembang Kempis

Mobile_AP_Rectangle 1

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Hal itu membuat banyak sektor kembang kempis. Salah satunya jasa transportasi darat di Terminal Arjasa. Bahkan, terminal yang melayani jurusan Jember-Bondowoso-Situbondo itu kondisinya nyaris mati suri akibat minimnya penumpang.

Sunaryo, seorang pegawai lepas di Terminal Arjasa Jember, menyebut, di masa pandemi ini, bus yang berangkat dan datang hanya empat armada. “Biasanya banyak armada dan mereka PP sampai dua tiga kali. Sekarang sekali PP, itu pun hanya empat bus,” ungkapnya.

Pria yang setiap hari ada di terminal Arjasa Jember menuturkan, hingga pukul 15.00, baru tiga bus yang datang. “Sisa satu lagi, biasanya datang pukul 17.00,” papar Sunaryo. Kedatangan maupun keberangkatan bus hanya mengangkut satu sampai sekitar lima orang penumpang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sepinya terminal Arjasa Jember membuat armada tidak dioperasikan seluruhnya. Bus yang sudah datang di Terminal Arjasa Jember itu pun dipastikan akan masuk ke garasi. “Para sopir yang tidak kerja sesekali main ke sini melihat keadaan,” ulasnya.

Sunaryo yang sudah berada di terminal Arjasa Jember sejak sebelum terminal dikelola pemerintah provinsi mengungkapkan, pandemi korona memang membuat penumpang bus anjlok. Selama pandemi, kursi penumpang tidak pernah terisi separuhnya. “Tujuh orang itu sudah bagus. Di jalan memang dapat penumpang, tapi satu dua orang,” paparnya.

- Advertisement -

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Hal itu membuat banyak sektor kembang kempis. Salah satunya jasa transportasi darat di Terminal Arjasa. Bahkan, terminal yang melayani jurusan Jember-Bondowoso-Situbondo itu kondisinya nyaris mati suri akibat minimnya penumpang.

Sunaryo, seorang pegawai lepas di Terminal Arjasa Jember, menyebut, di masa pandemi ini, bus yang berangkat dan datang hanya empat armada. “Biasanya banyak armada dan mereka PP sampai dua tiga kali. Sekarang sekali PP, itu pun hanya empat bus,” ungkapnya.

Pria yang setiap hari ada di terminal Arjasa Jember menuturkan, hingga pukul 15.00, baru tiga bus yang datang. “Sisa satu lagi, biasanya datang pukul 17.00,” papar Sunaryo. Kedatangan maupun keberangkatan bus hanya mengangkut satu sampai sekitar lima orang penumpang.

Sepinya terminal Arjasa Jember membuat armada tidak dioperasikan seluruhnya. Bus yang sudah datang di Terminal Arjasa Jember itu pun dipastikan akan masuk ke garasi. “Para sopir yang tidak kerja sesekali main ke sini melihat keadaan,” ulasnya.

Sunaryo yang sudah berada di terminal Arjasa Jember sejak sebelum terminal dikelola pemerintah provinsi mengungkapkan, pandemi korona memang membuat penumpang bus anjlok. Selama pandemi, kursi penumpang tidak pernah terisi separuhnya. “Tujuh orang itu sudah bagus. Di jalan memang dapat penumpang, tapi satu dua orang,” paparnya.

ARJASA, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Hal itu membuat banyak sektor kembang kempis. Salah satunya jasa transportasi darat di Terminal Arjasa. Bahkan, terminal yang melayani jurusan Jember-Bondowoso-Situbondo itu kondisinya nyaris mati suri akibat minimnya penumpang.

Sunaryo, seorang pegawai lepas di Terminal Arjasa Jember, menyebut, di masa pandemi ini, bus yang berangkat dan datang hanya empat armada. “Biasanya banyak armada dan mereka PP sampai dua tiga kali. Sekarang sekali PP, itu pun hanya empat bus,” ungkapnya.

Pria yang setiap hari ada di terminal Arjasa Jember menuturkan, hingga pukul 15.00, baru tiga bus yang datang. “Sisa satu lagi, biasanya datang pukul 17.00,” papar Sunaryo. Kedatangan maupun keberangkatan bus hanya mengangkut satu sampai sekitar lima orang penumpang.

Sepinya terminal Arjasa Jember membuat armada tidak dioperasikan seluruhnya. Bus yang sudah datang di Terminal Arjasa Jember itu pun dipastikan akan masuk ke garasi. “Para sopir yang tidak kerja sesekali main ke sini melihat keadaan,” ulasnya.

Sunaryo yang sudah berada di terminal Arjasa Jember sejak sebelum terminal dikelola pemerintah provinsi mengungkapkan, pandemi korona memang membuat penumpang bus anjlok. Selama pandemi, kursi penumpang tidak pernah terisi separuhnya. “Tujuh orang itu sudah bagus. Di jalan memang dapat penumpang, tapi satu dua orang,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/