alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Setelah Momen Idul Adha, Harga Ayam Berangsur Turun

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pada musim Lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, ayam potong sudah menjadi lauk andalan untuk dihidangkan saat perayaannya. Meski pada Hari Raya Kurban, harga ayam potong melejit hingga tak masuk akal. Para pembeli mengeluhkan hal itu. namun, para penjual juga terbatas pada ketersediaan.

BACA JUGA : Omzet Belum Naik, Penggiling Daging Belum Banyak Orderan

Abdul Hasyim, pedagang ayam di Pasar Tanjung, mengatakan, harga satu kilogram ayam potong tembus Rp 45 ribu, kemarin. Harga itu, kata dia, sudah mengalami penurunan dari Rp 50 ribu per kilogram, sehari sebelumnya Idul Adha. “Kemarin sore (Sabtu, Red) masih tinggi-tingginya harga ayam,” ujarnya, kemarin (10/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan bahwa tingginya harga ayam karena minimnya pasokan. Banyak peternak dan pabrik ayam yang tutup, dan untuk sementara tidak mendistribusikan ayam. Karenanya, stok yang ada di pasar sedikit. kemudian, harga menjadi tidak terkendali lantaran permintaan meningkat.

Rita, yang juga merupakan pedagang ayam di Pasar Tanjung, mengatakan bahwa dirinya menjual ayam dengan harga Rp 45 ribu per kilogram. “Kemarin menjelang Idul Adha banyak yang mencari,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pada musim Lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, ayam potong sudah menjadi lauk andalan untuk dihidangkan saat perayaannya. Meski pada Hari Raya Kurban, harga ayam potong melejit hingga tak masuk akal. Para pembeli mengeluhkan hal itu. namun, para penjual juga terbatas pada ketersediaan.

BACA JUGA : Omzet Belum Naik, Penggiling Daging Belum Banyak Orderan

Abdul Hasyim, pedagang ayam di Pasar Tanjung, mengatakan, harga satu kilogram ayam potong tembus Rp 45 ribu, kemarin. Harga itu, kata dia, sudah mengalami penurunan dari Rp 50 ribu per kilogram, sehari sebelumnya Idul Adha. “Kemarin sore (Sabtu, Red) masih tinggi-tingginya harga ayam,” ujarnya, kemarin (10/7).

Dia mengungkapkan bahwa tingginya harga ayam karena minimnya pasokan. Banyak peternak dan pabrik ayam yang tutup, dan untuk sementara tidak mendistribusikan ayam. Karenanya, stok yang ada di pasar sedikit. kemudian, harga menjadi tidak terkendali lantaran permintaan meningkat.

Rita, yang juga merupakan pedagang ayam di Pasar Tanjung, mengatakan bahwa dirinya menjual ayam dengan harga Rp 45 ribu per kilogram. “Kemarin menjelang Idul Adha banyak yang mencari,” tuturnya.

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Pada musim Lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, ayam potong sudah menjadi lauk andalan untuk dihidangkan saat perayaannya. Meski pada Hari Raya Kurban, harga ayam potong melejit hingga tak masuk akal. Para pembeli mengeluhkan hal itu. namun, para penjual juga terbatas pada ketersediaan.

BACA JUGA : Omzet Belum Naik, Penggiling Daging Belum Banyak Orderan

Abdul Hasyim, pedagang ayam di Pasar Tanjung, mengatakan, harga satu kilogram ayam potong tembus Rp 45 ribu, kemarin. Harga itu, kata dia, sudah mengalami penurunan dari Rp 50 ribu per kilogram, sehari sebelumnya Idul Adha. “Kemarin sore (Sabtu, Red) masih tinggi-tingginya harga ayam,” ujarnya, kemarin (10/7).

Dia mengungkapkan bahwa tingginya harga ayam karena minimnya pasokan. Banyak peternak dan pabrik ayam yang tutup, dan untuk sementara tidak mendistribusikan ayam. Karenanya, stok yang ada di pasar sedikit. kemudian, harga menjadi tidak terkendali lantaran permintaan meningkat.

Rita, yang juga merupakan pedagang ayam di Pasar Tanjung, mengatakan bahwa dirinya menjual ayam dengan harga Rp 45 ribu per kilogram. “Kemarin menjelang Idul Adha banyak yang mencari,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/