alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Stok Minim, Harga Cabai Melonjak

Mobile_AP_Rectangle 1

 RADAR JEMBER.ID – Harga kebutuhan pokok masih belum stabil. Setelah daging ayam broiler dan harga jagung mengalami naik turun, kini disusul oleh cabai rawit. Bahkan, selama sepekan terakhir, harga komoditas hortikultura itu melonjak hingga mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Melejitnya harga komoditas pedas itu membuat pedagang gelagapan. Mereka mengaku masih trauma akan kenaikan cabai seperti tahun kemarin yang mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Melangitnya harga itu biasanya dipicu stok cabai dari pengepul dan petani yang mulai berkurang. “Untuk saat ini harga cabai merah besar maupun kecil mencapai Rp 58 ribu per kilogram. Itu harga untuk kualitas super,” kata Supriyadi, salah seorang pedagang yang melapak di Pasar Tanjung, kemarin (10/7).

Menurut dia, meroketnya harga cabai rawit terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir. Pedagang asal Talangsari itu mengatakan, kenaikan itu karena kekurangan stok dari petani maupun pengepul. Padahal, sebelum naik, harga cabai masih di kisaran Rp 25-30 ribu per kilogram. Bahkan, saat Lebaran kemarin, harga cabai di bawah Rp 10 ribu per kilogram. “Mungkin saat Lebaran kemarin sedang panen raya. Sekarang sudah mulai habis. Jadi, harga cabai melambung,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Supriyadi mengambil cabai dari sejumlah pengepul. Dia meyakini, harga tinggi itu sudah dari petaninya. Pria yang mengaku telah berjualan kurang lebih lima tahun itu juga mengungkapkan, dampak kenaikan harga itu membuat para pelanggannya akhir-akhir ini membeli cabai secara eceran, biasanya hanya per ons. “Untuk eceran, saya menjual Rp 6 ribu per ons,” paparnya.

Rupanya, kenaikan itu tak termasuk pada jenis cabai hijau besar yang saat ini masih berkisar Rp 24 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan pedagang lainnya, harga komoditas tersebut cukup bervariasi. “Mungkin selisih seribu atau tiga ribu rupiah. Karena juga melihat kualitas cabai, yang super apa yang biasa,” jelasnya.

- Advertisement -

 RADAR JEMBER.ID – Harga kebutuhan pokok masih belum stabil. Setelah daging ayam broiler dan harga jagung mengalami naik turun, kini disusul oleh cabai rawit. Bahkan, selama sepekan terakhir, harga komoditas hortikultura itu melonjak hingga mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Melejitnya harga komoditas pedas itu membuat pedagang gelagapan. Mereka mengaku masih trauma akan kenaikan cabai seperti tahun kemarin yang mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Melangitnya harga itu biasanya dipicu stok cabai dari pengepul dan petani yang mulai berkurang. “Untuk saat ini harga cabai merah besar maupun kecil mencapai Rp 58 ribu per kilogram. Itu harga untuk kualitas super,” kata Supriyadi, salah seorang pedagang yang melapak di Pasar Tanjung, kemarin (10/7).

Menurut dia, meroketnya harga cabai rawit terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir. Pedagang asal Talangsari itu mengatakan, kenaikan itu karena kekurangan stok dari petani maupun pengepul. Padahal, sebelum naik, harga cabai masih di kisaran Rp 25-30 ribu per kilogram. Bahkan, saat Lebaran kemarin, harga cabai di bawah Rp 10 ribu per kilogram. “Mungkin saat Lebaran kemarin sedang panen raya. Sekarang sudah mulai habis. Jadi, harga cabai melambung,” tambahnya.

Supriyadi mengambil cabai dari sejumlah pengepul. Dia meyakini, harga tinggi itu sudah dari petaninya. Pria yang mengaku telah berjualan kurang lebih lima tahun itu juga mengungkapkan, dampak kenaikan harga itu membuat para pelanggannya akhir-akhir ini membeli cabai secara eceran, biasanya hanya per ons. “Untuk eceran, saya menjual Rp 6 ribu per ons,” paparnya.

Rupanya, kenaikan itu tak termasuk pada jenis cabai hijau besar yang saat ini masih berkisar Rp 24 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan pedagang lainnya, harga komoditas tersebut cukup bervariasi. “Mungkin selisih seribu atau tiga ribu rupiah. Karena juga melihat kualitas cabai, yang super apa yang biasa,” jelasnya.

 RADAR JEMBER.ID – Harga kebutuhan pokok masih belum stabil. Setelah daging ayam broiler dan harga jagung mengalami naik turun, kini disusul oleh cabai rawit. Bahkan, selama sepekan terakhir, harga komoditas hortikultura itu melonjak hingga mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Melejitnya harga komoditas pedas itu membuat pedagang gelagapan. Mereka mengaku masih trauma akan kenaikan cabai seperti tahun kemarin yang mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Melangitnya harga itu biasanya dipicu stok cabai dari pengepul dan petani yang mulai berkurang. “Untuk saat ini harga cabai merah besar maupun kecil mencapai Rp 58 ribu per kilogram. Itu harga untuk kualitas super,” kata Supriyadi, salah seorang pedagang yang melapak di Pasar Tanjung, kemarin (10/7).

Menurut dia, meroketnya harga cabai rawit terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir. Pedagang asal Talangsari itu mengatakan, kenaikan itu karena kekurangan stok dari petani maupun pengepul. Padahal, sebelum naik, harga cabai masih di kisaran Rp 25-30 ribu per kilogram. Bahkan, saat Lebaran kemarin, harga cabai di bawah Rp 10 ribu per kilogram. “Mungkin saat Lebaran kemarin sedang panen raya. Sekarang sudah mulai habis. Jadi, harga cabai melambung,” tambahnya.

Supriyadi mengambil cabai dari sejumlah pengepul. Dia meyakini, harga tinggi itu sudah dari petaninya. Pria yang mengaku telah berjualan kurang lebih lima tahun itu juga mengungkapkan, dampak kenaikan harga itu membuat para pelanggannya akhir-akhir ini membeli cabai secara eceran, biasanya hanya per ons. “Untuk eceran, saya menjual Rp 6 ribu per ons,” paparnya.

Rupanya, kenaikan itu tak termasuk pada jenis cabai hijau besar yang saat ini masih berkisar Rp 24 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan pedagang lainnya, harga komoditas tersebut cukup bervariasi. “Mungkin selisih seribu atau tiga ribu rupiah. Karena juga melihat kualitas cabai, yang super apa yang biasa,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/