alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

PAD Anjlok, Pariwisata Didorong Bangkit

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020 dari sektor pariwisata anjlok. Ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar antara Komisi B DPRD Jember dan Dinas Pariwisata Jember, kemarin (10/3).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi B Iqbal Wilda Perdana Putra itu langsung memberi kesempatan kepada Kepala Dinas Pariwisata Jember Arief Tjahjono untuk menyampaikan seputar pariwisata. Arif pun menyebut, PAD tahun 2020 dari sektor pariwisata Jember turun dibandingkan dengan tahun 2019.

“PAD tahun 2020 turun menjadi Rp 17 miliar. Sebelumnya pada 2019, PAD sektor pariwisata sempat mencapai Rp 39 miliar,” kata Arif dalam rapat tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, faktor anjloknya PAD tidak lain akibat wabah korona. Sektor pariwisata sangat terdampak karena semasa korona aktivitas orang terbatas. Mereka tidak bisa ke mana-mana. Akibatnya, sektor pariwisata yang meliputi restoran dan perhotelan juga mengalami nasib serupa.

Agar sektor pariwisata bangkit, maka pada tahun 2021 ini, dinas pariwisata memproyeksikan usulan pendanaan sebesar Rp 12 miliar. Perincian kasarnya, sebesar Rp 3,2 miliar lebih untuk gaji ASN, gaji pegawai non-ASN sekitar Rp 4 miliar lebih, pelestarian budaya tradisional sekitar Rp 500 juta, ekonomi kreatif berkisar Rp 430 juta, dan beberapa rencana lain seperti pengembangan hotel di Rembangan serta pariwisata yang lain.

Iqbal yang memimpin jalannya rapat kemudian meminta agar semua potensi pariwisata digarap serius. Tak hanya itu, dia juga diminta melakukan terobosan untuk menopang tempat pariwisata agar membantu peningkatan PAD. “Misalnya sirkuit bisa ditaruh di sekitar pariwisata Watu Ulo,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020 dari sektor pariwisata anjlok. Ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar antara Komisi B DPRD Jember dan Dinas Pariwisata Jember, kemarin (10/3).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi B Iqbal Wilda Perdana Putra itu langsung memberi kesempatan kepada Kepala Dinas Pariwisata Jember Arief Tjahjono untuk menyampaikan seputar pariwisata. Arif pun menyebut, PAD tahun 2020 dari sektor pariwisata Jember turun dibandingkan dengan tahun 2019.

“PAD tahun 2020 turun menjadi Rp 17 miliar. Sebelumnya pada 2019, PAD sektor pariwisata sempat mencapai Rp 39 miliar,” kata Arif dalam rapat tersebut.

Menurut dia, faktor anjloknya PAD tidak lain akibat wabah korona. Sektor pariwisata sangat terdampak karena semasa korona aktivitas orang terbatas. Mereka tidak bisa ke mana-mana. Akibatnya, sektor pariwisata yang meliputi restoran dan perhotelan juga mengalami nasib serupa.

Agar sektor pariwisata bangkit, maka pada tahun 2021 ini, dinas pariwisata memproyeksikan usulan pendanaan sebesar Rp 12 miliar. Perincian kasarnya, sebesar Rp 3,2 miliar lebih untuk gaji ASN, gaji pegawai non-ASN sekitar Rp 4 miliar lebih, pelestarian budaya tradisional sekitar Rp 500 juta, ekonomi kreatif berkisar Rp 430 juta, dan beberapa rencana lain seperti pengembangan hotel di Rembangan serta pariwisata yang lain.

Iqbal yang memimpin jalannya rapat kemudian meminta agar semua potensi pariwisata digarap serius. Tak hanya itu, dia juga diminta melakukan terobosan untuk menopang tempat pariwisata agar membantu peningkatan PAD. “Misalnya sirkuit bisa ditaruh di sekitar pariwisata Watu Ulo,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020 dari sektor pariwisata anjlok. Ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar antara Komisi B DPRD Jember dan Dinas Pariwisata Jember, kemarin (10/3).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi B Iqbal Wilda Perdana Putra itu langsung memberi kesempatan kepada Kepala Dinas Pariwisata Jember Arief Tjahjono untuk menyampaikan seputar pariwisata. Arif pun menyebut, PAD tahun 2020 dari sektor pariwisata Jember turun dibandingkan dengan tahun 2019.

“PAD tahun 2020 turun menjadi Rp 17 miliar. Sebelumnya pada 2019, PAD sektor pariwisata sempat mencapai Rp 39 miliar,” kata Arif dalam rapat tersebut.

Menurut dia, faktor anjloknya PAD tidak lain akibat wabah korona. Sektor pariwisata sangat terdampak karena semasa korona aktivitas orang terbatas. Mereka tidak bisa ke mana-mana. Akibatnya, sektor pariwisata yang meliputi restoran dan perhotelan juga mengalami nasib serupa.

Agar sektor pariwisata bangkit, maka pada tahun 2021 ini, dinas pariwisata memproyeksikan usulan pendanaan sebesar Rp 12 miliar. Perincian kasarnya, sebesar Rp 3,2 miliar lebih untuk gaji ASN, gaji pegawai non-ASN sekitar Rp 4 miliar lebih, pelestarian budaya tradisional sekitar Rp 500 juta, ekonomi kreatif berkisar Rp 430 juta, dan beberapa rencana lain seperti pengembangan hotel di Rembangan serta pariwisata yang lain.

Iqbal yang memimpin jalannya rapat kemudian meminta agar semua potensi pariwisata digarap serius. Tak hanya itu, dia juga diminta melakukan terobosan untuk menopang tempat pariwisata agar membantu peningkatan PAD. “Misalnya sirkuit bisa ditaruh di sekitar pariwisata Watu Ulo,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/