alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Minta Suplai Material dari Jember Saja

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah sopir truk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Semen Imasco Asiatic di Gedung DPRD Jember, kemarin (9/6). Rapat yang difasilitasi DPRD itu membahas tentang nasib para sopir yang biasa mengirim material ke pabrik semen di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, itu.

Ketua Paguyuban Insan Transportasi (Pintar) Siswoyo mengatakan, para sopir truk material di Puger dan sekitarnya membutuhkan perhatian pemerintah. Salah satunya meminta agar material yang masuk ke Imasco dari Jember saja. “Selama ini yang kami tahu juga ada dari Probolinggo. Salah satunya tanah liat,” katanya.

Untuk itulah, para sopir berharap agar ke depan material seperti tanah liat bisa dimaksimalkan dengan mengambil dari Jember saja. “Agar para sopir bisa tetap bekerja dengan keberadaan Imasco,” imbuh Siswoyo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah seorang sopir truk menyebut, para sopir truk itu rata-rata adalah warga yang ngesub material ke perusahaan. Terkadang mereka ada yang dibayar terlalu minim. Namun, kasus yang dikeluhkan sopir ini tidak berkaitan dengan PT Imasco. Sebab, perhitungan material di perusahan yang memproduksi semen Singa Merah itu sudah jelas.

Para sopir berharap, investasi PT Imasco selayaknya mengangkat perekonomian warga sekitar. Ini artinya, penyerapan tenaga kerja hingga suplai materialnya diharapkan semaksimal mungkin berasal dari Jember saja. Bukan dari daerah lain.

Mendengar apa yang disampaikan warga, Heru, utusan PT Semen Imasco Asiatic, menjelaskan, dirinya datang ke dewan untuk mengikuti rapat dan mendengar apa yang menjadi keluh kesah warga. Terutama para sopir truk itu. Hasil rapat yang digelar di ruang musyawarah DPRD Jember ini nantinya akan dia sampaikan kepada manajemen PT Imasco. “Jadi, kami tidak hanya mendapat keluhan, tetapi juga forum resmi,” papar Heru, yang menyebut semua masukan akan disampaikan kepada pimpinannya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah sopir truk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Semen Imasco Asiatic di Gedung DPRD Jember, kemarin (9/6). Rapat yang difasilitasi DPRD itu membahas tentang nasib para sopir yang biasa mengirim material ke pabrik semen di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, itu.

Ketua Paguyuban Insan Transportasi (Pintar) Siswoyo mengatakan, para sopir truk material di Puger dan sekitarnya membutuhkan perhatian pemerintah. Salah satunya meminta agar material yang masuk ke Imasco dari Jember saja. “Selama ini yang kami tahu juga ada dari Probolinggo. Salah satunya tanah liat,” katanya.

Untuk itulah, para sopir berharap agar ke depan material seperti tanah liat bisa dimaksimalkan dengan mengambil dari Jember saja. “Agar para sopir bisa tetap bekerja dengan keberadaan Imasco,” imbuh Siswoyo.

Salah seorang sopir truk menyebut, para sopir truk itu rata-rata adalah warga yang ngesub material ke perusahaan. Terkadang mereka ada yang dibayar terlalu minim. Namun, kasus yang dikeluhkan sopir ini tidak berkaitan dengan PT Imasco. Sebab, perhitungan material di perusahan yang memproduksi semen Singa Merah itu sudah jelas.

Para sopir berharap, investasi PT Imasco selayaknya mengangkat perekonomian warga sekitar. Ini artinya, penyerapan tenaga kerja hingga suplai materialnya diharapkan semaksimal mungkin berasal dari Jember saja. Bukan dari daerah lain.

Mendengar apa yang disampaikan warga, Heru, utusan PT Semen Imasco Asiatic, menjelaskan, dirinya datang ke dewan untuk mengikuti rapat dan mendengar apa yang menjadi keluh kesah warga. Terutama para sopir truk itu. Hasil rapat yang digelar di ruang musyawarah DPRD Jember ini nantinya akan dia sampaikan kepada manajemen PT Imasco. “Jadi, kami tidak hanya mendapat keluhan, tetapi juga forum resmi,” papar Heru, yang menyebut semua masukan akan disampaikan kepada pimpinannya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah sopir truk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Semen Imasco Asiatic di Gedung DPRD Jember, kemarin (9/6). Rapat yang difasilitasi DPRD itu membahas tentang nasib para sopir yang biasa mengirim material ke pabrik semen di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, itu.

Ketua Paguyuban Insan Transportasi (Pintar) Siswoyo mengatakan, para sopir truk material di Puger dan sekitarnya membutuhkan perhatian pemerintah. Salah satunya meminta agar material yang masuk ke Imasco dari Jember saja. “Selama ini yang kami tahu juga ada dari Probolinggo. Salah satunya tanah liat,” katanya.

Untuk itulah, para sopir berharap agar ke depan material seperti tanah liat bisa dimaksimalkan dengan mengambil dari Jember saja. “Agar para sopir bisa tetap bekerja dengan keberadaan Imasco,” imbuh Siswoyo.

Salah seorang sopir truk menyebut, para sopir truk itu rata-rata adalah warga yang ngesub material ke perusahaan. Terkadang mereka ada yang dibayar terlalu minim. Namun, kasus yang dikeluhkan sopir ini tidak berkaitan dengan PT Imasco. Sebab, perhitungan material di perusahan yang memproduksi semen Singa Merah itu sudah jelas.

Para sopir berharap, investasi PT Imasco selayaknya mengangkat perekonomian warga sekitar. Ini artinya, penyerapan tenaga kerja hingga suplai materialnya diharapkan semaksimal mungkin berasal dari Jember saja. Bukan dari daerah lain.

Mendengar apa yang disampaikan warga, Heru, utusan PT Semen Imasco Asiatic, menjelaskan, dirinya datang ke dewan untuk mengikuti rapat dan mendengar apa yang menjadi keluh kesah warga. Terutama para sopir truk itu. Hasil rapat yang digelar di ruang musyawarah DPRD Jember ini nantinya akan dia sampaikan kepada manajemen PT Imasco. “Jadi, kami tidak hanya mendapat keluhan, tetapi juga forum resmi,” papar Heru, yang menyebut semua masukan akan disampaikan kepada pimpinannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/