alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Lilitkan Kawat, Bentuk Karakternya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanaman bonsai yang baik dan menarik akan menghasilkan bunga dan buah yang unik. Salah satu dari tanaman tersebut adalah bonsai mirten. Jenis tanaman perdu ini memiliki batang tidak terlalu besar dan rajin berbunga, meskipun di dalam pot.

BACA JUGA : Jember Fashion Carnaval, Kenalkan Beragam Budaya Indonesia hingga Dunia

Tanaman bonsai mirten ini memang sering dicari oleh para pencinta bonsai. Hal itu karena karakteristiknya yang banyak disukai orang. Tanaman ini memiliki batang yang tidak begitu besar, namun keras. Rantingya kecil, menjulur, dan memanjang. Daunnya tumbuh padat, terlihat rimbun, dan bentuknya kecil bergelombang. Daunnya berwarna hijau yang kadang hijau tua atau bisa juga hijau muda, dan umumnya bergerigi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu pehobi tanaman bonsai asal Desa/Kecamatan Mumbulsari adalah Ahmad Fatoni. Laki-laki itu kerap mengoleksi tanaman bonsai hasil produksinya sendiri. Sepanjang pinggiran halaman rumahnya dipenuhi tanaman hias, bunga, dan kebanyakan tanaman bonsai. “Dari dulu setelah berhenti merantau suka memburu tanaman yang cocok untuk dijadikan bonsai,” ucap laki-laki yang pernah merantau ke Kalimantan tersebut.

Untuk dapat melakukan teknik merawat bonsai, para pehobi, khususnya pemula, harus paham cara merawat tanaman bonsai agar dapat memiliki unsur seni. Fatoni menuturkan, hal yang paling mendasar adalah media tanam. Untuk dapat menciptakan bonsai yang bagus, kebanyakan para pehobi ataupun petani bonsai menggunakan pot sebagai media tanam dan tanah subur dari kebun.

Pehobi biasanya merawat tanaman dari nol, seperti mendongkel tanaman di gunung, atau dengan media pembibitan. Beda lagi halnya dengan kolektor. Biasanya mereka langsung membeli bonsai yang sudah bagus dan pernah menang dalam ajang pameran bonsai.

Perawatan bonsai mirten yaitu dengan cara menyediakan media tanam pot, menyiram tanaman di waktu pagi dan sore, dan dipupuk sesuai kondisi. Proses pemupukan harus sesuai dengan kondisi tanaman. Sebab, jika memupuk tanpa melihat kondisi, yang terjadi adalah daun bonsai mirten akan rontok jika terlalu banyak pupuk. “Biasanya menggunakan NPK. Itu pun jika perkembangan batang dan akar pohon mengurang,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kemudian, untuk dapat membentuk bonsai mirten agar mempunyai nilai seni, dia menggunakan kawat untuk membentuk ranting sesuai keinginan. Kawat tersebut dililitkan pada ranting dengan hati-hati agar tidak patah. Kemudian, daun, bunga, dan akar bonsai mirten biasanya terbentuk secara natural. Tergantung pemberian nutrisi pada tanaman bonsai tersebut. (mg5/c2/nur)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanaman bonsai yang baik dan menarik akan menghasilkan bunga dan buah yang unik. Salah satu dari tanaman tersebut adalah bonsai mirten. Jenis tanaman perdu ini memiliki batang tidak terlalu besar dan rajin berbunga, meskipun di dalam pot.

BACA JUGA : Jember Fashion Carnaval, Kenalkan Beragam Budaya Indonesia hingga Dunia

Tanaman bonsai mirten ini memang sering dicari oleh para pencinta bonsai. Hal itu karena karakteristiknya yang banyak disukai orang. Tanaman ini memiliki batang yang tidak begitu besar, namun keras. Rantingya kecil, menjulur, dan memanjang. Daunnya tumbuh padat, terlihat rimbun, dan bentuknya kecil bergelombang. Daunnya berwarna hijau yang kadang hijau tua atau bisa juga hijau muda, dan umumnya bergerigi.

Salah satu pehobi tanaman bonsai asal Desa/Kecamatan Mumbulsari adalah Ahmad Fatoni. Laki-laki itu kerap mengoleksi tanaman bonsai hasil produksinya sendiri. Sepanjang pinggiran halaman rumahnya dipenuhi tanaman hias, bunga, dan kebanyakan tanaman bonsai. “Dari dulu setelah berhenti merantau suka memburu tanaman yang cocok untuk dijadikan bonsai,” ucap laki-laki yang pernah merantau ke Kalimantan tersebut.

Untuk dapat melakukan teknik merawat bonsai, para pehobi, khususnya pemula, harus paham cara merawat tanaman bonsai agar dapat memiliki unsur seni. Fatoni menuturkan, hal yang paling mendasar adalah media tanam. Untuk dapat menciptakan bonsai yang bagus, kebanyakan para pehobi ataupun petani bonsai menggunakan pot sebagai media tanam dan tanah subur dari kebun.

Pehobi biasanya merawat tanaman dari nol, seperti mendongkel tanaman di gunung, atau dengan media pembibitan. Beda lagi halnya dengan kolektor. Biasanya mereka langsung membeli bonsai yang sudah bagus dan pernah menang dalam ajang pameran bonsai.

Perawatan bonsai mirten yaitu dengan cara menyediakan media tanam pot, menyiram tanaman di waktu pagi dan sore, dan dipupuk sesuai kondisi. Proses pemupukan harus sesuai dengan kondisi tanaman. Sebab, jika memupuk tanpa melihat kondisi, yang terjadi adalah daun bonsai mirten akan rontok jika terlalu banyak pupuk. “Biasanya menggunakan NPK. Itu pun jika perkembangan batang dan akar pohon mengurang,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kemudian, untuk dapat membentuk bonsai mirten agar mempunyai nilai seni, dia menggunakan kawat untuk membentuk ranting sesuai keinginan. Kawat tersebut dililitkan pada ranting dengan hati-hati agar tidak patah. Kemudian, daun, bunga, dan akar bonsai mirten biasanya terbentuk secara natural. Tergantung pemberian nutrisi pada tanaman bonsai tersebut. (mg5/c2/nur)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanaman bonsai yang baik dan menarik akan menghasilkan bunga dan buah yang unik. Salah satu dari tanaman tersebut adalah bonsai mirten. Jenis tanaman perdu ini memiliki batang tidak terlalu besar dan rajin berbunga, meskipun di dalam pot.

BACA JUGA : Jember Fashion Carnaval, Kenalkan Beragam Budaya Indonesia hingga Dunia

Tanaman bonsai mirten ini memang sering dicari oleh para pencinta bonsai. Hal itu karena karakteristiknya yang banyak disukai orang. Tanaman ini memiliki batang yang tidak begitu besar, namun keras. Rantingya kecil, menjulur, dan memanjang. Daunnya tumbuh padat, terlihat rimbun, dan bentuknya kecil bergelombang. Daunnya berwarna hijau yang kadang hijau tua atau bisa juga hijau muda, dan umumnya bergerigi.

Salah satu pehobi tanaman bonsai asal Desa/Kecamatan Mumbulsari adalah Ahmad Fatoni. Laki-laki itu kerap mengoleksi tanaman bonsai hasil produksinya sendiri. Sepanjang pinggiran halaman rumahnya dipenuhi tanaman hias, bunga, dan kebanyakan tanaman bonsai. “Dari dulu setelah berhenti merantau suka memburu tanaman yang cocok untuk dijadikan bonsai,” ucap laki-laki yang pernah merantau ke Kalimantan tersebut.

Untuk dapat melakukan teknik merawat bonsai, para pehobi, khususnya pemula, harus paham cara merawat tanaman bonsai agar dapat memiliki unsur seni. Fatoni menuturkan, hal yang paling mendasar adalah media tanam. Untuk dapat menciptakan bonsai yang bagus, kebanyakan para pehobi ataupun petani bonsai menggunakan pot sebagai media tanam dan tanah subur dari kebun.

Pehobi biasanya merawat tanaman dari nol, seperti mendongkel tanaman di gunung, atau dengan media pembibitan. Beda lagi halnya dengan kolektor. Biasanya mereka langsung membeli bonsai yang sudah bagus dan pernah menang dalam ajang pameran bonsai.

Perawatan bonsai mirten yaitu dengan cara menyediakan media tanam pot, menyiram tanaman di waktu pagi dan sore, dan dipupuk sesuai kondisi. Proses pemupukan harus sesuai dengan kondisi tanaman. Sebab, jika memupuk tanpa melihat kondisi, yang terjadi adalah daun bonsai mirten akan rontok jika terlalu banyak pupuk. “Biasanya menggunakan NPK. Itu pun jika perkembangan batang dan akar pohon mengurang,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kemudian, untuk dapat membentuk bonsai mirten agar mempunyai nilai seni, dia menggunakan kawat untuk membentuk ranting sesuai keinginan. Kawat tersebut dililitkan pada ranting dengan hati-hati agar tidak patah. Kemudian, daun, bunga, dan akar bonsai mirten biasanya terbentuk secara natural. Tergantung pemberian nutrisi pada tanaman bonsai tersebut. (mg5/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/