alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pasar Subuh di Jalan Samanhudi, Meluber sampai Pojok Jompo

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak zaman dulu, pasar menjadi pusat perputaran ekonomi bagi kehidupan di mana saja. Keberadaannya menjadi magnet tersendiri bagi pedagang kaki lima (PKL) maupun masyarakat. Kondisinya yang selalu ramai hingga pedagangnya meluber ke jalan-jalan, bukan hal baru yang harus dirisaukan. Tetapi, penataan ke depan layak untuk terus diperbaiki.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah pedagang sayur atau PKL lain banyak yang mangkal di pinggir Jalan Samanhudi. Ini terjadi karena lokasi itu dekat dengan Pasar Tanjung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Tak heran, para pedagang pun meluber hingga ke pojok jembatan Jompo.

Kondisi itu bisa dibilang rutin terjadi hampir setiap malam hingga dini hari. Bahkan ada yang sampai pagi. Di pinggir-pinggir jalan inilah banyak orang bertransaksi untuk saling memberi keuntungan dan bertukar kebutuhan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Melubernya pasar dini hari, menurut Ahmad Nasir, pria yang kadang ngopi di sekitar pasar, terjadi hampir setiap hari. “Siang sampai tengah malam tidak seramai dini hari, subuh itu ramai,” tuturnya.

Beberapa PKL di lokasi itu rata-rata berjualan sayur. Kondisi itu tidak jauh berbeda dengan dagangan yang dijual banyak pedagang di pinggir jalan depan Pasar Kepatihan, serta beberapa pinggir jalan pasar lain. “Kalau di sini, kendaraan roda empat yang mengangkut sayur biasanya ada yang parkir di jembatan Jompo (Jalan Sultan Agung, Red),” imbuhnya.

Keberadaan pedagang yang demikian memang sulit disalahkan. Apalagi, luas Pasar Tanjung untuk saat ini juga tidak mungkin menampung banyaknya pedagang. Untuk itu, orang tak perlu risau. Hal yang dibutuhkan yakni sama-sama tertib serta penataan ke depan yang perlu dilakukan oleh pemerintah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak zaman dulu, pasar menjadi pusat perputaran ekonomi bagi kehidupan di mana saja. Keberadaannya menjadi magnet tersendiri bagi pedagang kaki lima (PKL) maupun masyarakat. Kondisinya yang selalu ramai hingga pedagangnya meluber ke jalan-jalan, bukan hal baru yang harus dirisaukan. Tetapi, penataan ke depan layak untuk terus diperbaiki.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah pedagang sayur atau PKL lain banyak yang mangkal di pinggir Jalan Samanhudi. Ini terjadi karena lokasi itu dekat dengan Pasar Tanjung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Tak heran, para pedagang pun meluber hingga ke pojok jembatan Jompo.

Kondisi itu bisa dibilang rutin terjadi hampir setiap malam hingga dini hari. Bahkan ada yang sampai pagi. Di pinggir-pinggir jalan inilah banyak orang bertransaksi untuk saling memberi keuntungan dan bertukar kebutuhan.

Melubernya pasar dini hari, menurut Ahmad Nasir, pria yang kadang ngopi di sekitar pasar, terjadi hampir setiap hari. “Siang sampai tengah malam tidak seramai dini hari, subuh itu ramai,” tuturnya.

Beberapa PKL di lokasi itu rata-rata berjualan sayur. Kondisi itu tidak jauh berbeda dengan dagangan yang dijual banyak pedagang di pinggir jalan depan Pasar Kepatihan, serta beberapa pinggir jalan pasar lain. “Kalau di sini, kendaraan roda empat yang mengangkut sayur biasanya ada yang parkir di jembatan Jompo (Jalan Sultan Agung, Red),” imbuhnya.

Keberadaan pedagang yang demikian memang sulit disalahkan. Apalagi, luas Pasar Tanjung untuk saat ini juga tidak mungkin menampung banyaknya pedagang. Untuk itu, orang tak perlu risau. Hal yang dibutuhkan yakni sama-sama tertib serta penataan ke depan yang perlu dilakukan oleh pemerintah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak zaman dulu, pasar menjadi pusat perputaran ekonomi bagi kehidupan di mana saja. Keberadaannya menjadi magnet tersendiri bagi pedagang kaki lima (PKL) maupun masyarakat. Kondisinya yang selalu ramai hingga pedagangnya meluber ke jalan-jalan, bukan hal baru yang harus dirisaukan. Tetapi, penataan ke depan layak untuk terus diperbaiki.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah pedagang sayur atau PKL lain banyak yang mangkal di pinggir Jalan Samanhudi. Ini terjadi karena lokasi itu dekat dengan Pasar Tanjung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Tak heran, para pedagang pun meluber hingga ke pojok jembatan Jompo.

Kondisi itu bisa dibilang rutin terjadi hampir setiap malam hingga dini hari. Bahkan ada yang sampai pagi. Di pinggir-pinggir jalan inilah banyak orang bertransaksi untuk saling memberi keuntungan dan bertukar kebutuhan.

Melubernya pasar dini hari, menurut Ahmad Nasir, pria yang kadang ngopi di sekitar pasar, terjadi hampir setiap hari. “Siang sampai tengah malam tidak seramai dini hari, subuh itu ramai,” tuturnya.

Beberapa PKL di lokasi itu rata-rata berjualan sayur. Kondisi itu tidak jauh berbeda dengan dagangan yang dijual banyak pedagang di pinggir jalan depan Pasar Kepatihan, serta beberapa pinggir jalan pasar lain. “Kalau di sini, kendaraan roda empat yang mengangkut sayur biasanya ada yang parkir di jembatan Jompo (Jalan Sultan Agung, Red),” imbuhnya.

Keberadaan pedagang yang demikian memang sulit disalahkan. Apalagi, luas Pasar Tanjung untuk saat ini juga tidak mungkin menampung banyaknya pedagang. Untuk itu, orang tak perlu risau. Hal yang dibutuhkan yakni sama-sama tertib serta penataan ke depan yang perlu dilakukan oleh pemerintah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/