alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Juragan Cantik dari Balung Jember, Sukses Bersama 5 Tukang

Awalnya Coba-Coba, Kini jadi Juragan

Mobile_AP_Rectangle 1

BALUNG, RADARJEMBER.ID – MENJADI seorang pengusaha atau bos tak hanya bisa dilakukan pria.  Kaum perempuan pun bisa. Seperti yang dijalankan oleh Dian Wiji Astuti ini.

Perempuan asal Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, ini menjalankan bisnisnya di bidang mebel. Ide awal itu muncul pada sekitar 2010 lalu. Saat itu, dia memiliki beberapa bidang tanah yang ditanami kayu, lalu dijual lagi.

Mengetahui hasilnya kurang begitu menjanjikan, akhirnya Dian mulai banting setir. “Dulu kayu di kebun itu saat langsung dijual harganya murah. Lalu, saya coba sendiri nyari tukang. Tak suruh ngukir. Bentuknya dari saya,” kata Dian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hasil awal dari ukiran tukang yang disewanya saat itu cukup menjanjikan. Dian pun mulai memutuskan menjual hasil ukiran kayu itu. “Awalnya coba menjual satu, kok laku. Lalu, tambah lagi dua ukiran sampai beberapa ukiran, ternyata laku. Dari situ, sekitar 2011 lalu, bisnis saya mulai berkembang perlahan,” ujarnya.

Sejak saat itu, Dian mengaku usahanya mulai merambah jenis lain. Dari awalnya ukiran, bertambah menjadi mebel berbagai perabotan yang semuanya dari kayu. Katanya, sejak awal dia memang suka menggambar, membuat pola mirip ukiran. Ide-ide itulah yang kemudian dituangkan oleh para tukang yang dia pekerjakan menjadi berbagai mebel yang menarik.

Mulai dari meja, kursi, lemari, perabotan dapur, hingga lainnya. “Memang hobi saya menggambar dan mengukir. Karena itu, usaha ini sebenarnya bagian dari hobi saya. Dan saya sangat menikmati,” aku perempuan 37 tahun ini.

- Advertisement -

BALUNG, RADARJEMBER.ID – MENJADI seorang pengusaha atau bos tak hanya bisa dilakukan pria.  Kaum perempuan pun bisa. Seperti yang dijalankan oleh Dian Wiji Astuti ini.

Perempuan asal Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, ini menjalankan bisnisnya di bidang mebel. Ide awal itu muncul pada sekitar 2010 lalu. Saat itu, dia memiliki beberapa bidang tanah yang ditanami kayu, lalu dijual lagi.

Mengetahui hasilnya kurang begitu menjanjikan, akhirnya Dian mulai banting setir. “Dulu kayu di kebun itu saat langsung dijual harganya murah. Lalu, saya coba sendiri nyari tukang. Tak suruh ngukir. Bentuknya dari saya,” kata Dian.

Hasil awal dari ukiran tukang yang disewanya saat itu cukup menjanjikan. Dian pun mulai memutuskan menjual hasil ukiran kayu itu. “Awalnya coba menjual satu, kok laku. Lalu, tambah lagi dua ukiran sampai beberapa ukiran, ternyata laku. Dari situ, sekitar 2011 lalu, bisnis saya mulai berkembang perlahan,” ujarnya.

Sejak saat itu, Dian mengaku usahanya mulai merambah jenis lain. Dari awalnya ukiran, bertambah menjadi mebel berbagai perabotan yang semuanya dari kayu. Katanya, sejak awal dia memang suka menggambar, membuat pola mirip ukiran. Ide-ide itulah yang kemudian dituangkan oleh para tukang yang dia pekerjakan menjadi berbagai mebel yang menarik.

Mulai dari meja, kursi, lemari, perabotan dapur, hingga lainnya. “Memang hobi saya menggambar dan mengukir. Karena itu, usaha ini sebenarnya bagian dari hobi saya. Dan saya sangat menikmati,” aku perempuan 37 tahun ini.

BALUNG, RADARJEMBER.ID – MENJADI seorang pengusaha atau bos tak hanya bisa dilakukan pria.  Kaum perempuan pun bisa. Seperti yang dijalankan oleh Dian Wiji Astuti ini.

Perempuan asal Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, ini menjalankan bisnisnya di bidang mebel. Ide awal itu muncul pada sekitar 2010 lalu. Saat itu, dia memiliki beberapa bidang tanah yang ditanami kayu, lalu dijual lagi.

Mengetahui hasilnya kurang begitu menjanjikan, akhirnya Dian mulai banting setir. “Dulu kayu di kebun itu saat langsung dijual harganya murah. Lalu, saya coba sendiri nyari tukang. Tak suruh ngukir. Bentuknya dari saya,” kata Dian.

Hasil awal dari ukiran tukang yang disewanya saat itu cukup menjanjikan. Dian pun mulai memutuskan menjual hasil ukiran kayu itu. “Awalnya coba menjual satu, kok laku. Lalu, tambah lagi dua ukiran sampai beberapa ukiran, ternyata laku. Dari situ, sekitar 2011 lalu, bisnis saya mulai berkembang perlahan,” ujarnya.

Sejak saat itu, Dian mengaku usahanya mulai merambah jenis lain. Dari awalnya ukiran, bertambah menjadi mebel berbagai perabotan yang semuanya dari kayu. Katanya, sejak awal dia memang suka menggambar, membuat pola mirip ukiran. Ide-ide itulah yang kemudian dituangkan oleh para tukang yang dia pekerjakan menjadi berbagai mebel yang menarik.

Mulai dari meja, kursi, lemari, perabotan dapur, hingga lainnya. “Memang hobi saya menggambar dan mengukir. Karena itu, usaha ini sebenarnya bagian dari hobi saya. Dan saya sangat menikmati,” aku perempuan 37 tahun ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/