alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Pandemi Dongrak Jumlah Penggemar Kopi

Mobile_AP_Rectangle 1

SOLO, RADARJEMBER.ID – Konsumsi kopi selama pandemi Covid-19 terus meningkat. Kebijakan work from home yang sempat diterapkan di awal pandemi justru semakin menumbuhkan awareness masyarakat terhadap kopi. Kondisi ini membuat kopi semakin populer. Sekaligus menciptakan semakin banyak pecinta kopi.

BACA JUGA : Jelang Idul Adha, Lalu lintas Pengiriman Hewan di Jember Diperketat

“Awareness masyarakat soal kopi ini berbanding lurus dengan tingkat penjualan yang terus meningkat. Kami mencatat selama masa pandemi, permintaan produk kopi kami terus bertumbuh. Ini menunjukkan peminat kopi naik. Peningkatannya signifikan, terutama pembelian secara online,” beber Head of Corporate Communication PT Kapal Api Global, Pangesti Boedhiman kepada Jawa Pos Radar Solo usai Coffee Class for Media di Excelso Solo Paragon Lifestyle Mall, Selasa (7/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Cici, sapaan akrab Pangesti, mengaku pihaknya tak gentar dengan gempuran menjamurnya coffeeshop lokal di Kota Bengawan. Fenomena ini semakin membuktikan bahwa kopi sudah semakin diterima berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari kopi klasik sampai kopi olahan kekinian punya pangsa pasarnya masing-masing.

“Kami menghadapi coffeeshop lokal dengan persaingan sehat. Karena tujuannya kan coffee for all. Kopi untuk semua orang. Bisa kopi warung sampai kopi di kedai yang high end. Maka kami harus menunjukkan unique selling produk kami. Selama ini kami mengenalkan dan mengunggulkan kopi terbaik di Indonesia. Kopi Luwak dan Kalosi Toraja andalannya, karena dihasilkan kebun kami sendiri,” jelasnya.

- Advertisement -

SOLO, RADARJEMBER.ID – Konsumsi kopi selama pandemi Covid-19 terus meningkat. Kebijakan work from home yang sempat diterapkan di awal pandemi justru semakin menumbuhkan awareness masyarakat terhadap kopi. Kondisi ini membuat kopi semakin populer. Sekaligus menciptakan semakin banyak pecinta kopi.

BACA JUGA : Jelang Idul Adha, Lalu lintas Pengiriman Hewan di Jember Diperketat

“Awareness masyarakat soal kopi ini berbanding lurus dengan tingkat penjualan yang terus meningkat. Kami mencatat selama masa pandemi, permintaan produk kopi kami terus bertumbuh. Ini menunjukkan peminat kopi naik. Peningkatannya signifikan, terutama pembelian secara online,” beber Head of Corporate Communication PT Kapal Api Global, Pangesti Boedhiman kepada Jawa Pos Radar Solo usai Coffee Class for Media di Excelso Solo Paragon Lifestyle Mall, Selasa (7/6).

Cici, sapaan akrab Pangesti, mengaku pihaknya tak gentar dengan gempuran menjamurnya coffeeshop lokal di Kota Bengawan. Fenomena ini semakin membuktikan bahwa kopi sudah semakin diterima berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari kopi klasik sampai kopi olahan kekinian punya pangsa pasarnya masing-masing.

“Kami menghadapi coffeeshop lokal dengan persaingan sehat. Karena tujuannya kan coffee for all. Kopi untuk semua orang. Bisa kopi warung sampai kopi di kedai yang high end. Maka kami harus menunjukkan unique selling produk kami. Selama ini kami mengenalkan dan mengunggulkan kopi terbaik di Indonesia. Kopi Luwak dan Kalosi Toraja andalannya, karena dihasilkan kebun kami sendiri,” jelasnya.

SOLO, RADARJEMBER.ID – Konsumsi kopi selama pandemi Covid-19 terus meningkat. Kebijakan work from home yang sempat diterapkan di awal pandemi justru semakin menumbuhkan awareness masyarakat terhadap kopi. Kondisi ini membuat kopi semakin populer. Sekaligus menciptakan semakin banyak pecinta kopi.

BACA JUGA : Jelang Idul Adha, Lalu lintas Pengiriman Hewan di Jember Diperketat

“Awareness masyarakat soal kopi ini berbanding lurus dengan tingkat penjualan yang terus meningkat. Kami mencatat selama masa pandemi, permintaan produk kopi kami terus bertumbuh. Ini menunjukkan peminat kopi naik. Peningkatannya signifikan, terutama pembelian secara online,” beber Head of Corporate Communication PT Kapal Api Global, Pangesti Boedhiman kepada Jawa Pos Radar Solo usai Coffee Class for Media di Excelso Solo Paragon Lifestyle Mall, Selasa (7/6).

Cici, sapaan akrab Pangesti, mengaku pihaknya tak gentar dengan gempuran menjamurnya coffeeshop lokal di Kota Bengawan. Fenomena ini semakin membuktikan bahwa kopi sudah semakin diterima berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari kopi klasik sampai kopi olahan kekinian punya pangsa pasarnya masing-masing.

“Kami menghadapi coffeeshop lokal dengan persaingan sehat. Karena tujuannya kan coffee for all. Kopi untuk semua orang. Bisa kopi warung sampai kopi di kedai yang high end. Maka kami harus menunjukkan unique selling produk kami. Selama ini kami mengenalkan dan mengunggulkan kopi terbaik di Indonesia. Kopi Luwak dan Kalosi Toraja andalannya, karena dihasilkan kebun kami sendiri,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/