25.5 C
Jember
Saturday, 10 June 2023

Bisnis Tanam Selada yang Menggiurkan

Mobile_AP_Rectangle 1

Dirancang dengan skala produksi, hidroponik yang dikelola Aji menggunakan sistem nutrient film technique (NFT). Yaitu sistem hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi air yang kaya kandungan unsur hara dengan aliran yang tipis. Keunggualannya yakni mempunyai masa panen yang relatif cepat. Sehingga cocok untuk hidroponik skala produksi.

Selama ini, Aji masih fokus menanam sayur selada. Menurutnya, sayuran tersebut memiliki pasar yang luas. Berbeda dengan sawi, kangkung, dan lainnya. Dengan kisaran harga Rp 20 ribu per kilogram, Aji memasarkan hasil kebunnya di berbagai lokasi. “Pasar saya biasanya di pasar-pasar tradisional sekitaran Jember. Kalau tidak, ya, di rumah makan,” ungkapnya.

Aji melanjutkan, selama dia membuka kebun hidroponik, tak sedikit mahasiswa Jember yang melakukan observasi di kebun miliknya. Selain itu, terkadang juga ada beberapa orang yang hendak belajar untuk mulai menjalankan usaha hidroponik. Jadi, selain menghasilkan cuan, secara langsung Aji juga mengenalkan pertanian hidroponik kepada masyarakat. Khususnya masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian. (qal/c2/bud)

- Advertisement -

Dirancang dengan skala produksi, hidroponik yang dikelola Aji menggunakan sistem nutrient film technique (NFT). Yaitu sistem hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi air yang kaya kandungan unsur hara dengan aliran yang tipis. Keunggualannya yakni mempunyai masa panen yang relatif cepat. Sehingga cocok untuk hidroponik skala produksi.

Selama ini, Aji masih fokus menanam sayur selada. Menurutnya, sayuran tersebut memiliki pasar yang luas. Berbeda dengan sawi, kangkung, dan lainnya. Dengan kisaran harga Rp 20 ribu per kilogram, Aji memasarkan hasil kebunnya di berbagai lokasi. “Pasar saya biasanya di pasar-pasar tradisional sekitaran Jember. Kalau tidak, ya, di rumah makan,” ungkapnya.

Aji melanjutkan, selama dia membuka kebun hidroponik, tak sedikit mahasiswa Jember yang melakukan observasi di kebun miliknya. Selain itu, terkadang juga ada beberapa orang yang hendak belajar untuk mulai menjalankan usaha hidroponik. Jadi, selain menghasilkan cuan, secara langsung Aji juga mengenalkan pertanian hidroponik kepada masyarakat. Khususnya masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian. (qal/c2/bud)

Dirancang dengan skala produksi, hidroponik yang dikelola Aji menggunakan sistem nutrient film technique (NFT). Yaitu sistem hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi air yang kaya kandungan unsur hara dengan aliran yang tipis. Keunggualannya yakni mempunyai masa panen yang relatif cepat. Sehingga cocok untuk hidroponik skala produksi.

Selama ini, Aji masih fokus menanam sayur selada. Menurutnya, sayuran tersebut memiliki pasar yang luas. Berbeda dengan sawi, kangkung, dan lainnya. Dengan kisaran harga Rp 20 ribu per kilogram, Aji memasarkan hasil kebunnya di berbagai lokasi. “Pasar saya biasanya di pasar-pasar tradisional sekitaran Jember. Kalau tidak, ya, di rumah makan,” ungkapnya.

Aji melanjutkan, selama dia membuka kebun hidroponik, tak sedikit mahasiswa Jember yang melakukan observasi di kebun miliknya. Selain itu, terkadang juga ada beberapa orang yang hendak belajar untuk mulai menjalankan usaha hidroponik. Jadi, selain menghasilkan cuan, secara langsung Aji juga mengenalkan pertanian hidroponik kepada masyarakat. Khususnya masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian. (qal/c2/bud)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca