alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

KPPN Dorong Percepatan DAK Fisik Jember-Lumajang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Total pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang diterima Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Jember Jember selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa (DD) adalah sekitar Rp 195 miliar. Total tersebut terdiri atas DAK Fisik Reguler sebesar Rp 95,4 miliar dan DAK Fisik Penugasan senilai Rp 99,5 miliar. Namun hingga 31 Maret 2021 lalu, belum ada penyaluran atau realisasi yang terjadi.

Mewakili Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Jember Arif Khuzaini, Kepala Seksi Bank dan Pejabat Pembuat Komitmen terkait dengan penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Kaswiyono menyatakan bahwa salah satu fungsi dan tugas pokok KPPN Jember adalah menyalurkan dana transfer daerah yang berupa DAK Fisik dan DD.

Berkaitan dengan evaluasi yang dilakukan bersama petugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember-Lumajang, Kaswiyono menuturkan bahwa penyerapan Kabupaten Lumajang pada triwulan kesatu dinilai cukup bagus. Namun, Kabupaten Jember mengalami kendala yang mengakibatkan realisasi dana DAK Fisik dan DD belum maksimal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti diketahui, Kabupaten Jember baru menyelesaikan hiruk pikuk politik karena pemilihan kepala daerah. Akibatnya, terjadi keterlambatan penyerapan DAK Fisik dan DD. Disinyalir kekosongan bupati sebelumnya serta mutasi besar-besaran di lingkungan pemerintahan juga menjadi kendala lain dalam penyaluran DAK Fisik dan DD di Kabupaten Jember.

Karena hal itu, lanjutnya, perlu dievaluasi. “Berkaitan dengan penyaluran, kami melakukan koordinasi untuk menyamakan persepsi. Tujuannya mendorong pemerintah Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang dalam melakukan penyaluran DAK Fisik dan DD,” paparnya.

Lebih lanjut, Staf Penyaluran DAK fisik dan Dana Desa David Andriyan mengungkapkan bahwa Jember dan Lumajang sudah menyalurkan sebanyak 8 persen dana untuk penanganan Covid-19. “Masing-masing sebesar 24,9 miliar dan 15,8 miliar,” terangnya.

Sementara itu, upaya Kabupaten Lumajang dinilai lebih baik lantaran sudah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa kepada 99 desa dari 198 desa. Jadi, kurang 50 persen. “Dana desa regular ke 99 desa juga sudah,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Total pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang diterima Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Jember Jember selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa (DD) adalah sekitar Rp 195 miliar. Total tersebut terdiri atas DAK Fisik Reguler sebesar Rp 95,4 miliar dan DAK Fisik Penugasan senilai Rp 99,5 miliar. Namun hingga 31 Maret 2021 lalu, belum ada penyaluran atau realisasi yang terjadi.

Mewakili Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Jember Arif Khuzaini, Kepala Seksi Bank dan Pejabat Pembuat Komitmen terkait dengan penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Kaswiyono menyatakan bahwa salah satu fungsi dan tugas pokok KPPN Jember adalah menyalurkan dana transfer daerah yang berupa DAK Fisik dan DD.

Berkaitan dengan evaluasi yang dilakukan bersama petugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember-Lumajang, Kaswiyono menuturkan bahwa penyerapan Kabupaten Lumajang pada triwulan kesatu dinilai cukup bagus. Namun, Kabupaten Jember mengalami kendala yang mengakibatkan realisasi dana DAK Fisik dan DD belum maksimal.

Seperti diketahui, Kabupaten Jember baru menyelesaikan hiruk pikuk politik karena pemilihan kepala daerah. Akibatnya, terjadi keterlambatan penyerapan DAK Fisik dan DD. Disinyalir kekosongan bupati sebelumnya serta mutasi besar-besaran di lingkungan pemerintahan juga menjadi kendala lain dalam penyaluran DAK Fisik dan DD di Kabupaten Jember.

Karena hal itu, lanjutnya, perlu dievaluasi. “Berkaitan dengan penyaluran, kami melakukan koordinasi untuk menyamakan persepsi. Tujuannya mendorong pemerintah Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang dalam melakukan penyaluran DAK Fisik dan DD,” paparnya.

Lebih lanjut, Staf Penyaluran DAK fisik dan Dana Desa David Andriyan mengungkapkan bahwa Jember dan Lumajang sudah menyalurkan sebanyak 8 persen dana untuk penanganan Covid-19. “Masing-masing sebesar 24,9 miliar dan 15,8 miliar,” terangnya.

Sementara itu, upaya Kabupaten Lumajang dinilai lebih baik lantaran sudah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa kepada 99 desa dari 198 desa. Jadi, kurang 50 persen. “Dana desa regular ke 99 desa juga sudah,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Total pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang diterima Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Jember Jember selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa (DD) adalah sekitar Rp 195 miliar. Total tersebut terdiri atas DAK Fisik Reguler sebesar Rp 95,4 miliar dan DAK Fisik Penugasan senilai Rp 99,5 miliar. Namun hingga 31 Maret 2021 lalu, belum ada penyaluran atau realisasi yang terjadi.

Mewakili Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Jember Arif Khuzaini, Kepala Seksi Bank dan Pejabat Pembuat Komitmen terkait dengan penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Kaswiyono menyatakan bahwa salah satu fungsi dan tugas pokok KPPN Jember adalah menyalurkan dana transfer daerah yang berupa DAK Fisik dan DD.

Berkaitan dengan evaluasi yang dilakukan bersama petugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember-Lumajang, Kaswiyono menuturkan bahwa penyerapan Kabupaten Lumajang pada triwulan kesatu dinilai cukup bagus. Namun, Kabupaten Jember mengalami kendala yang mengakibatkan realisasi dana DAK Fisik dan DD belum maksimal.

Seperti diketahui, Kabupaten Jember baru menyelesaikan hiruk pikuk politik karena pemilihan kepala daerah. Akibatnya, terjadi keterlambatan penyerapan DAK Fisik dan DD. Disinyalir kekosongan bupati sebelumnya serta mutasi besar-besaran di lingkungan pemerintahan juga menjadi kendala lain dalam penyaluran DAK Fisik dan DD di Kabupaten Jember.

Karena hal itu, lanjutnya, perlu dievaluasi. “Berkaitan dengan penyaluran, kami melakukan koordinasi untuk menyamakan persepsi. Tujuannya mendorong pemerintah Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang dalam melakukan penyaluran DAK Fisik dan DD,” paparnya.

Lebih lanjut, Staf Penyaluran DAK fisik dan Dana Desa David Andriyan mengungkapkan bahwa Jember dan Lumajang sudah menyalurkan sebanyak 8 persen dana untuk penanganan Covid-19. “Masing-masing sebesar 24,9 miliar dan 15,8 miliar,” terangnya.

Sementara itu, upaya Kabupaten Lumajang dinilai lebih baik lantaran sudah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa kepada 99 desa dari 198 desa. Jadi, kurang 50 persen. “Dana desa regular ke 99 desa juga sudah,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/