alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Bus di Terminal Tawang Alung, Meski Sepi Tetap Beroperasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Akibat dampak Covid-19, di terminal Rambipuji jumlah armada maupun penumpang mengalami penurunan drastis. Hal ini akibat pandemi yang masih terjadi. Meskipun mengalami penurunan yang signifikan, aktivitas terus berjalan seperti biasanya.

Pudjiono, Kepala Terminal Tawang Alun, menuturkan, ada sekitar 300 lebih unit bus armada yang beroperasi sebelum masa pandemi. Akan tetapi, mengalami penurunan secara drastis sampai tahun 2022. Yaitu hanya sekitar 200 bus yang beroperasi. Tentunya, anjloknya armada yang beroperasi disebabkan jumlah penumpang yang turun.

Dikatakan, menjelang tahun baru, jumlah pengunjung hanya diizinkan sekitar 75 persen. Faktanya, jumlah penumpang tidak mencapai angka tersebut. Namun demikian, setiap bus memiliki jadwal berangkat yang konsisten. Karenanya, meski sepi penumpang, mereka harus tetap jalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Misalnya ada bus dari Banyuwangi dan bannya bocor di Pakusari, maka sampai di sini langsung berangkat, karena jam operasionalnya sudah habis,” tegas Pudjiono. Pada dasarnya, jam operasional setiap armada tidak sama. Hal ini diatur oleh provinsi untuk AKDP. Ini dilakukan untuk mengatur jarak antarbus atau waktu tempuh bus.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Akibat dampak Covid-19, di terminal Rambipuji jumlah armada maupun penumpang mengalami penurunan drastis. Hal ini akibat pandemi yang masih terjadi. Meskipun mengalami penurunan yang signifikan, aktivitas terus berjalan seperti biasanya.

Pudjiono, Kepala Terminal Tawang Alun, menuturkan, ada sekitar 300 lebih unit bus armada yang beroperasi sebelum masa pandemi. Akan tetapi, mengalami penurunan secara drastis sampai tahun 2022. Yaitu hanya sekitar 200 bus yang beroperasi. Tentunya, anjloknya armada yang beroperasi disebabkan jumlah penumpang yang turun.

Dikatakan, menjelang tahun baru, jumlah pengunjung hanya diizinkan sekitar 75 persen. Faktanya, jumlah penumpang tidak mencapai angka tersebut. Namun demikian, setiap bus memiliki jadwal berangkat yang konsisten. Karenanya, meski sepi penumpang, mereka harus tetap jalan.

“Misalnya ada bus dari Banyuwangi dan bannya bocor di Pakusari, maka sampai di sini langsung berangkat, karena jam operasionalnya sudah habis,” tegas Pudjiono. Pada dasarnya, jam operasional setiap armada tidak sama. Hal ini diatur oleh provinsi untuk AKDP. Ini dilakukan untuk mengatur jarak antarbus atau waktu tempuh bus.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Akibat dampak Covid-19, di terminal Rambipuji jumlah armada maupun penumpang mengalami penurunan drastis. Hal ini akibat pandemi yang masih terjadi. Meskipun mengalami penurunan yang signifikan, aktivitas terus berjalan seperti biasanya.

Pudjiono, Kepala Terminal Tawang Alun, menuturkan, ada sekitar 300 lebih unit bus armada yang beroperasi sebelum masa pandemi. Akan tetapi, mengalami penurunan secara drastis sampai tahun 2022. Yaitu hanya sekitar 200 bus yang beroperasi. Tentunya, anjloknya armada yang beroperasi disebabkan jumlah penumpang yang turun.

Dikatakan, menjelang tahun baru, jumlah pengunjung hanya diizinkan sekitar 75 persen. Faktanya, jumlah penumpang tidak mencapai angka tersebut. Namun demikian, setiap bus memiliki jadwal berangkat yang konsisten. Karenanya, meski sepi penumpang, mereka harus tetap jalan.

“Misalnya ada bus dari Banyuwangi dan bannya bocor di Pakusari, maka sampai di sini langsung berangkat, karena jam operasionalnya sudah habis,” tegas Pudjiono. Pada dasarnya, jam operasional setiap armada tidak sama. Hal ini diatur oleh provinsi untuk AKDP. Ini dilakukan untuk mengatur jarak antarbus atau waktu tempuh bus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/