30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

BBM Naik, Angkot Tak Berani Naikkan Tarif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dirasakan benar oleh sopir angkutan kota (angkot) di wilayah Jember. Sebab, meski BBM sudah naik, sopir angkot belum berani menaikkan tarifnya.

BACA JUGA: Ratusan Personel Disiapkan Amankan Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Jember

Selain itu, jumlah penumpang yang memanfaatkan angkot juga belum ada kenaikan yang signifikan. Suraji, salah seorang sopir angkot, menyebut, kondisi tiap harinya, dia tak banyak mengangkut penumpang. “Penghasilan sehari kalau dulu bisa sampai Rp 50 ribu ke atas. Namun, saat ini hanya mendapat Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu saja,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, itu semua tak membuat Suraji berhenti menjadi sopir angkot. “Biasanya kapasitas angkutan kota maksimal 13–14 orang dengan sopir. Namun, saat ini setelah pandemi Covid-19 penumpang hanya 3–4 orang. Itu pun kalau ada penumpang,” ujarnya.

Meski begitu, tarif angkot sementara ini tak dinaikkan. Sebab, dikhawatirkan bisa berdampak besar pada jumlah penumpang yang terus menurun. (mg1/c2/bud)

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dirasakan benar oleh sopir angkutan kota (angkot) di wilayah Jember. Sebab, meski BBM sudah naik, sopir angkot belum berani menaikkan tarifnya.

BACA JUGA: Ratusan Personel Disiapkan Amankan Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Jember

Selain itu, jumlah penumpang yang memanfaatkan angkot juga belum ada kenaikan yang signifikan. Suraji, salah seorang sopir angkot, menyebut, kondisi tiap harinya, dia tak banyak mengangkut penumpang. “Penghasilan sehari kalau dulu bisa sampai Rp 50 ribu ke atas. Namun, saat ini hanya mendapat Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu saja,” ujarnya.

Namun, itu semua tak membuat Suraji berhenti menjadi sopir angkot. “Biasanya kapasitas angkutan kota maksimal 13–14 orang dengan sopir. Namun, saat ini setelah pandemi Covid-19 penumpang hanya 3–4 orang. Itu pun kalau ada penumpang,” ujarnya.

Meski begitu, tarif angkot sementara ini tak dinaikkan. Sebab, dikhawatirkan bisa berdampak besar pada jumlah penumpang yang terus menurun. (mg1/c2/bud)

JEMBER LOR, Radar Jember – Dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dirasakan benar oleh sopir angkutan kota (angkot) di wilayah Jember. Sebab, meski BBM sudah naik, sopir angkot belum berani menaikkan tarifnya.

BACA JUGA: Ratusan Personel Disiapkan Amankan Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Jember

Selain itu, jumlah penumpang yang memanfaatkan angkot juga belum ada kenaikan yang signifikan. Suraji, salah seorang sopir angkot, menyebut, kondisi tiap harinya, dia tak banyak mengangkut penumpang. “Penghasilan sehari kalau dulu bisa sampai Rp 50 ribu ke atas. Namun, saat ini hanya mendapat Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu saja,” ujarnya.

Namun, itu semua tak membuat Suraji berhenti menjadi sopir angkot. “Biasanya kapasitas angkutan kota maksimal 13–14 orang dengan sopir. Namun, saat ini setelah pandemi Covid-19 penumpang hanya 3–4 orang. Itu pun kalau ada penumpang,” ujarnya.

Meski begitu, tarif angkot sementara ini tak dinaikkan. Sebab, dikhawatirkan bisa berdampak besar pada jumlah penumpang yang terus menurun. (mg1/c2/bud)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/