alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Peserta DTS Dilatih Membuat Kemasan Produk

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Kemasan yang menarik menjadikan konsumen penasaran dan tertarik membeli produk tersebut. Beberapa karya produk kemasan dipamerkan dalam kegiatan pendidikan Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 di GOR Politeknik Negeri Jember (Polije), (5/8) kemarin.

Kemasan makanan tersebut tidak melulu karya warna. Ada juga dengan bentuk  persegi, kerucut, keranjang, hingga piramida. Semua kemasan yang dipamerkan dalam kegiatan itu membuat Kabid Litbang Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Dr Ir Basuki Yusuf Iskandar terkesima. “Saya kagum dengan jangka waktu pelatihan yang singkat, tapi hasilnya tidak kalah dengan barang di pasar,” ucapnya saat melihat hasil karya peserta pelatihan di acara penutupan pendidikan DTS 2019.

Pendidikan keterampilan yang ditawarkan dalam Digital Talent Scholarship itu diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Polije sejak 1 hingga 31 Juli 2019. Pelatihan tersebut guna menghadapi era Revolusi Industri 4.0 “Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan menjawab tantangan ke depan,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Basuki, mengatakan pendidikan intermedia membentuk peserta siap diterjunkan ke lapangan. Apalagi, sudah ada hasil yang telah mereka ciptakan dari pelatihan dan mereka siap untuk terjun ke dunia industri. “Ini selanjutnya menjadi tugas kita untuk mengenalkan potensi mereka ke industri,” ujarnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Kemasan yang menarik menjadikan konsumen penasaran dan tertarik membeli produk tersebut. Beberapa karya produk kemasan dipamerkan dalam kegiatan pendidikan Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 di GOR Politeknik Negeri Jember (Polije), (5/8) kemarin.

Kemasan makanan tersebut tidak melulu karya warna. Ada juga dengan bentuk  persegi, kerucut, keranjang, hingga piramida. Semua kemasan yang dipamerkan dalam kegiatan itu membuat Kabid Litbang Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Dr Ir Basuki Yusuf Iskandar terkesima. “Saya kagum dengan jangka waktu pelatihan yang singkat, tapi hasilnya tidak kalah dengan barang di pasar,” ucapnya saat melihat hasil karya peserta pelatihan di acara penutupan pendidikan DTS 2019.

Pendidikan keterampilan yang ditawarkan dalam Digital Talent Scholarship itu diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Polije sejak 1 hingga 31 Juli 2019. Pelatihan tersebut guna menghadapi era Revolusi Industri 4.0 “Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan menjawab tantangan ke depan,” tuturnya.

Basuki, mengatakan pendidikan intermedia membentuk peserta siap diterjunkan ke lapangan. Apalagi, sudah ada hasil yang telah mereka ciptakan dari pelatihan dan mereka siap untuk terjun ke dunia industri. “Ini selanjutnya menjadi tugas kita untuk mengenalkan potensi mereka ke industri,” ujarnya.

RADAR JEMBER.ID – Kemasan yang menarik menjadikan konsumen penasaran dan tertarik membeli produk tersebut. Beberapa karya produk kemasan dipamerkan dalam kegiatan pendidikan Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 di GOR Politeknik Negeri Jember (Polije), (5/8) kemarin.

Kemasan makanan tersebut tidak melulu karya warna. Ada juga dengan bentuk  persegi, kerucut, keranjang, hingga piramida. Semua kemasan yang dipamerkan dalam kegiatan itu membuat Kabid Litbang Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Dr Ir Basuki Yusuf Iskandar terkesima. “Saya kagum dengan jangka waktu pelatihan yang singkat, tapi hasilnya tidak kalah dengan barang di pasar,” ucapnya saat melihat hasil karya peserta pelatihan di acara penutupan pendidikan DTS 2019.

Pendidikan keterampilan yang ditawarkan dalam Digital Talent Scholarship itu diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Polije sejak 1 hingga 31 Juli 2019. Pelatihan tersebut guna menghadapi era Revolusi Industri 4.0 “Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan menjawab tantangan ke depan,” tuturnya.

Basuki, mengatakan pendidikan intermedia membentuk peserta siap diterjunkan ke lapangan. Apalagi, sudah ada hasil yang telah mereka ciptakan dari pelatihan dan mereka siap untuk terjun ke dunia industri. “Ini selanjutnya menjadi tugas kita untuk mengenalkan potensi mereka ke industri,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/