alexametrics
30.8 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Sudah Mulai Sambut Musim Panen

Mobile_AP_Rectangle 1

SIDOKMUKTI, Radar Jember – Tanaman tebu menjadi komoditas tani yang cukup potensial bagi masyarakat Jember. Hal ini karena kondisi geografis yang berada di dataran rendah. Membuat tanaman tebu tumbuh dengan baik.

BACA JUGA : Rencana Tunjangan Beras untuk ASN, Demi Perbaikan HPP atau Sekadar Bisnis?

Memasuki pertengahan bulan ini, petani tebu mulai menyambut musim panen. Kabar baik datang mengiringi petani tebu di Jember, setelah satu tahun menunggu sejak tanam. Seperti yang terjadi pada petani tebu di Desa Sidomukti, Mayang. Sebagian petani telah memulai penebangan untuk menyambut masa panen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Sidomukti, Arifan Abdi, yang bekerja sebagai petani tebu. Dia menyebut, pertengahan tahun ini, antara bulan Mei hingga Oktober nanti, merupakan masa panen bagi petani tebu, mengikuti usia tebu itu sendiri. “Masa tanam tebu biasanya satu tahun. Musim panen tergantung usia dari tebu itu sendiri,” katanya.

Memasuki musim panen ini, petani mulai mencari pasaran harga di pabrik gula. Tanaman tebu berbeda dengan jenis tanaman yang lain. Petani tebu bisa ikut campur dalam menentukan harga. “Kami mulai cari pasaran di pabrik gula. Paling sering mengirim ke luar kota,” tambah Ifan, sapaan akrabnya.

- Advertisement -

SIDOKMUKTI, Radar Jember – Tanaman tebu menjadi komoditas tani yang cukup potensial bagi masyarakat Jember. Hal ini karena kondisi geografis yang berada di dataran rendah. Membuat tanaman tebu tumbuh dengan baik.

BACA JUGA : Rencana Tunjangan Beras untuk ASN, Demi Perbaikan HPP atau Sekadar Bisnis?

Memasuki pertengahan bulan ini, petani tebu mulai menyambut musim panen. Kabar baik datang mengiringi petani tebu di Jember, setelah satu tahun menunggu sejak tanam. Seperti yang terjadi pada petani tebu di Desa Sidomukti, Mayang. Sebagian petani telah memulai penebangan untuk menyambut masa panen.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Sidomukti, Arifan Abdi, yang bekerja sebagai petani tebu. Dia menyebut, pertengahan tahun ini, antara bulan Mei hingga Oktober nanti, merupakan masa panen bagi petani tebu, mengikuti usia tebu itu sendiri. “Masa tanam tebu biasanya satu tahun. Musim panen tergantung usia dari tebu itu sendiri,” katanya.

Memasuki musim panen ini, petani mulai mencari pasaran harga di pabrik gula. Tanaman tebu berbeda dengan jenis tanaman yang lain. Petani tebu bisa ikut campur dalam menentukan harga. “Kami mulai cari pasaran di pabrik gula. Paling sering mengirim ke luar kota,” tambah Ifan, sapaan akrabnya.

SIDOKMUKTI, Radar Jember – Tanaman tebu menjadi komoditas tani yang cukup potensial bagi masyarakat Jember. Hal ini karena kondisi geografis yang berada di dataran rendah. Membuat tanaman tebu tumbuh dengan baik.

BACA JUGA : Rencana Tunjangan Beras untuk ASN, Demi Perbaikan HPP atau Sekadar Bisnis?

Memasuki pertengahan bulan ini, petani tebu mulai menyambut musim panen. Kabar baik datang mengiringi petani tebu di Jember, setelah satu tahun menunggu sejak tanam. Seperti yang terjadi pada petani tebu di Desa Sidomukti, Mayang. Sebagian petani telah memulai penebangan untuk menyambut masa panen.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Sidomukti, Arifan Abdi, yang bekerja sebagai petani tebu. Dia menyebut, pertengahan tahun ini, antara bulan Mei hingga Oktober nanti, merupakan masa panen bagi petani tebu, mengikuti usia tebu itu sendiri. “Masa tanam tebu biasanya satu tahun. Musim panen tergantung usia dari tebu itu sendiri,” katanya.

Memasuki musim panen ini, petani mulai mencari pasaran harga di pabrik gula. Tanaman tebu berbeda dengan jenis tanaman yang lain. Petani tebu bisa ikut campur dalam menentukan harga. “Kami mulai cari pasaran di pabrik gula. Paling sering mengirim ke luar kota,” tambah Ifan, sapaan akrabnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/